<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pandemi Covid-19, Istana Akui Sulit Ciptakan Kebiasaan Baru Masyarakat   </title><description>Pihak Istana Kepresidenan mengakui kesulitan merubah kebiasaan masyarakat di tengah pandemi corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat"/><item><title> Pandemi Covid-19, Istana Akui Sulit Ciptakan Kebiasaan Baru Masyarakat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2020 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat-zJ1VqzBkCs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228471/pandemi-covid-19-istana-akui-sulit-ciptakan-kebiasaan-baru-masyarakat-zJ1VqzBkCs.jpg</image><title>Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman (foto: Okezone.com)</title></images><description>
JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan mengakui kesulitan merubah kebiasaan masyarakat di tengah pandemi corona. Namun, pemerintah akan terus berupaya mengedukasi warga agar patuh terhadap protokol kesehatan.

&quot;Waktu dua bulan sangat terbatas untuk menciptakan perilaku dan kebiasaan baru, untuk menyatakan orang agar pakai masker saja selama dua bulan itu sulitnya minta ampun,&quot; ucap Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman dalam acara Special Report iNews TV, Kamis (11/6/2020).

Fadjroel menuturkan, pemerintah khususnya Presiden Jokowi ingin masyarakat dapat tetap produktif namun aman dari virus corona. Oleh sebab itu, titik tekan dari hal ini adalah melakukan perubahan kebiasaan masyarakat, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, dan lain sebagainya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, masyarakat Indonesia tidak mungkin diam dirumah tak produktif. Pasalnya, itu akan mematikan roda kehidupan mereka. Masyarakat harus tetap produktif namun aman dari corona sampai ditemukannya vaksin virus tersebut.

&quot;Vaksin covid tidak jelas kapan akan ditemukan. Misalnya dari sejarah flu spanyol, itu dua tahun, apakah kita harus tinggal di rumah selama dua tahun? Bisa enggak kita tetap kreatif selama dua tahun?&quot; tandasnya.

&quot;Yang paling terpukul covid adalah usaha mikro yang menampung hampir 98,8 persen tenaga kerja Indonesia. Mereka adalah orang yang bekerja hari ini, sebagian di makan hari ini, sisanya untuk modal,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini Kamis (11/6/2020) totalnya menjadi 35.295 setelah ada penambahan sebanyak 979 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 12.636 setelah ada penambahan sebanyak 507 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.000 dengan penambahan 41.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan mengakui kesulitan merubah kebiasaan masyarakat di tengah pandemi corona. Namun, pemerintah akan terus berupaya mengedukasi warga agar patuh terhadap protokol kesehatan.

&quot;Waktu dua bulan sangat terbatas untuk menciptakan perilaku dan kebiasaan baru, untuk menyatakan orang agar pakai masker saja selama dua bulan itu sulitnya minta ampun,&quot; ucap Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman dalam acara Special Report iNews TV, Kamis (11/6/2020).

Fadjroel menuturkan, pemerintah khususnya Presiden Jokowi ingin masyarakat dapat tetap produktif namun aman dari virus corona. Oleh sebab itu, titik tekan dari hal ini adalah melakukan perubahan kebiasaan masyarakat, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, dan lain sebagainya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, masyarakat Indonesia tidak mungkin diam dirumah tak produktif. Pasalnya, itu akan mematikan roda kehidupan mereka. Masyarakat harus tetap produktif namun aman dari corona sampai ditemukannya vaksin virus tersebut.

&quot;Vaksin covid tidak jelas kapan akan ditemukan. Misalnya dari sejarah flu spanyol, itu dua tahun, apakah kita harus tinggal di rumah selama dua tahun? Bisa enggak kita tetap kreatif selama dua tahun?&quot; tandasnya.

&quot;Yang paling terpukul covid adalah usaha mikro yang menampung hampir 98,8 persen tenaga kerja Indonesia. Mereka adalah orang yang bekerja hari ini, sebagian di makan hari ini, sisanya untuk modal,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini Kamis (11/6/2020) totalnya menjadi 35.295 setelah ada penambahan sebanyak 979 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 12.636 setelah ada penambahan sebanyak 507 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.000 dengan penambahan 41.
</content:encoded></item></channel></rss>
