<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kasus Positif Covid-19 Capai 1.000, Ahli: Dikarenakan Testing yang Massif   </title><description>Di tengah pelonggaran PSBB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menyentuh angka 1.000 orang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif"/><item><title> Kasus Positif Covid-19 Capai 1.000, Ahli: Dikarenakan Testing yang Massif   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2020 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif-wi1dhNWZKm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228479/kasus-positif-covid-19-capai-1-000-ahli-dikarenakan-testing-yang-massif-wi1dhNWZKm.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>
JAKARTA - Di tengah pelonggaran PSBB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menyentuh angka 1.000 orang. Sedangkan hari ini angkanya tak berbeda jauh dari sebelumnya.

Merespons itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI, Pratiwi Sudarmono mengakui kurva harian penularan Covid-19 naik. Namun kenaikan ini tidak signifikan dan tetap dalam koridor melandai.

&quot;Kita tidak memungkiri ini masih naik tapi tetap landai, tidak ada spike yang tinggi,&quot; ucap Pratiwi dalam acara Special Report iNews TV, Kamis (11/6/2020).

Menurut Pratiwi, kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 disebabkan oleh adanya testing yang massif sebagaimana diperintahkan Presiden Joko Widodo.

&quot;Jumlah yang diperiksa memang lebih tinggi,&quot; imbuh dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pratiwi menuturkan, saat ini Indonesia tidak lagi pasif dalam mendeteksi virus corona. Saat ini sudah ada lebih dari 150 lokasi untuk mendeteksi virus tersebut.

&quot;Bahwa saat ini Indonesia punya lebih dari 150 lokasi di mana kita bisa deteksi virus ini dengan baik, dan deteksi virus ini tidak lagi pasif,&quot; jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini Kamis (11/6/2020) totalnya menjadi 35.295 setelah ada penambahan sebanyak 979 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 12.636 setelah ada penambahan sebanyak 507 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.000 dengan penambahan 41.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Di tengah pelonggaran PSBB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menyentuh angka 1.000 orang. Sedangkan hari ini angkanya tak berbeda jauh dari sebelumnya.

Merespons itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI, Pratiwi Sudarmono mengakui kurva harian penularan Covid-19 naik. Namun kenaikan ini tidak signifikan dan tetap dalam koridor melandai.

&quot;Kita tidak memungkiri ini masih naik tapi tetap landai, tidak ada spike yang tinggi,&quot; ucap Pratiwi dalam acara Special Report iNews TV, Kamis (11/6/2020).

Menurut Pratiwi, kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 disebabkan oleh adanya testing yang massif sebagaimana diperintahkan Presiden Joko Widodo.

&quot;Jumlah yang diperiksa memang lebih tinggi,&quot; imbuh dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pratiwi menuturkan, saat ini Indonesia tidak lagi pasif dalam mendeteksi virus corona. Saat ini sudah ada lebih dari 150 lokasi untuk mendeteksi virus tersebut.

&quot;Bahwa saat ini Indonesia punya lebih dari 150 lokasi di mana kita bisa deteksi virus ini dengan baik, dan deteksi virus ini tidak lagi pasif,&quot; jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini Kamis (11/6/2020) totalnya menjadi 35.295 setelah ada penambahan sebanyak 979 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 12.636 setelah ada penambahan sebanyak 507 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.000 dengan penambahan 41.
</content:encoded></item></channel></rss>
