<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal 5 Kombinasi Obat Corona, BIN Berharap Temuan Terus Berkembang</title><description>Kerjasama BIN dengan para peneliti di UNAIR sudah berhasil menemukan efektifitas formulasi kombinasi obat untuk sembuhkan corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang"/><item><title>Soal 5 Kombinasi Obat Corona, BIN Berharap Temuan Terus Berkembang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang-4TTc8GEMSD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Utama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/337/2229135/soal-5-kombinasi-obat-corona-bin-berharap-temuan-terus-berkembang-4TTc8GEMSD.jpg</image><title>Sekretaris Utama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Utama (Sestama) Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengatakan, bahwa BIN telah bergerak untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap daerah-daerah yang masih dianggap rawan penyebaran wabah Covid-19.

Menurut Bambang, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan yang mendorong agar melakukan komunikasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dalam menangani virus tersebut.

&amp;ldquo;Kami sudah memerintahkan seluruh jajaran di BIN, termasuk para Kabinda yang di daerah mereka masih berada di zona merah penyebaran Covid-19 untuk terus memonitor dan melaporkan setiap saat perkembangan yang terjadi di lapangan.  BIN harus berada di garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran virus corona ini. PSBB transisi ke fase penormalan baru ini harus dicermati semua pihak dan jangan sampai mengabaikan protocol Covid-19&amp;rdquo; ujar Bambang di Graha BNPB Jakarta, Jumat (12/06/2020).



Ia menekankan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 BIN terus gencar melakukan aksi Rapid Test massal di beberapa wilayah yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan tujuan BIN yang fokus dalam memutus mata rantai di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Sementara, untuk percepatan penanganan Covid-19, BIN telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada beberapa rumah sakit rujukan Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BNPB, dan Kementerian Kesehatan dalam bentuk alat Kesehatan dan APD dan bantuan alat laboratorium Covid-19 kepada Lembaga Penelitian Biomolekular Eijkman, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pemberian bantuan alat laboratorium tersebut untuk meningkatkan efektifitas formulasi obat kombinasi untuk penanganan pasien Covid-19.

Dari kerjasama yang dilakukan BIN dan beberapa lembaga penelitian telah dihasilkan antara lain, tidak ada lagi antrean specimen suspect Covid-19 dan efektivitas terapi plasma convalescent pada LBM Eijkman, pembuatan rapid test oleh peneliti UGM bekerjasama dengan Universitas Mataram.

Bahkan keberhasilan kerjasama BIN lainnya, para peneliti di UNAIR sudah berhasil menemukan efektifitas formulasi kombinasi obat yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19. Kombinasi obat ini diharapkan dapat dijadikan standar pemberian obat bagi pasien Covid-19, terutama di rumah sakit rujukan pemerintah dan juga rumah sakit lainnya.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan kandidat obat baru juga bisa dalam waktu dekat dihasilkan dari kerjasama BIN dengan para peneliti UNAIR. BIN sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenkes, BPOM, dan produsen obat untuk percepatan perijinan dan produksinya. Semuanya mendukung, saya sangat yakin karena ini demi pemulihan anak bangsa,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR  dr Purwati memaparkan teedapat beberapa tahap penelitian yang dilakukan BIN dan UNAIR.

Pertama, pembiakan bermacam-macam jenis sel yang menjadi sel target dari virus sebagai tempat untuk menumbuhkan virus SARS CoV-2 yang sampelnya didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mendapatkan sertifikat uji laik etik dari Tim Etik RSUA.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMi8xLzEyMTQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Peneliti UNAIR Temukan 5 Kombinasi Obat Covid-19
Baca Juga :&amp;nbsp;Gugus Tugas Covid-19 DIY: 8 Calon Perwira Polisi Positif Corona

Kedua, lanjut dia, UNAIR melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yg dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair untuk mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50). Ketiga, melakukan pengujian potensi kombinasi obat tersebut untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus.

&amp;ldquo;Semakin kecil nilainya (IC50-red) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,&amp;rdquo; terang Purwati.

Untuk tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.

Selain itu, UNAIR bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) Dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut. HSCs Dan NK cells masing masing dibiakkan dari PBMC selama 3-4 hari untuk HSCs dan 1-2 minggu untuk NK cells.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Utama (Sestama) Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengatakan, bahwa BIN telah bergerak untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap daerah-daerah yang masih dianggap rawan penyebaran wabah Covid-19.

Menurut Bambang, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan yang mendorong agar melakukan komunikasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dalam menangani virus tersebut.

&amp;ldquo;Kami sudah memerintahkan seluruh jajaran di BIN, termasuk para Kabinda yang di daerah mereka masih berada di zona merah penyebaran Covid-19 untuk terus memonitor dan melaporkan setiap saat perkembangan yang terjadi di lapangan.  BIN harus berada di garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran virus corona ini. PSBB transisi ke fase penormalan baru ini harus dicermati semua pihak dan jangan sampai mengabaikan protocol Covid-19&amp;rdquo; ujar Bambang di Graha BNPB Jakarta, Jumat (12/06/2020).



Ia menekankan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 BIN terus gencar melakukan aksi Rapid Test massal di beberapa wilayah yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan tujuan BIN yang fokus dalam memutus mata rantai di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Sementara, untuk percepatan penanganan Covid-19, BIN telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada beberapa rumah sakit rujukan Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BNPB, dan Kementerian Kesehatan dalam bentuk alat Kesehatan dan APD dan bantuan alat laboratorium Covid-19 kepada Lembaga Penelitian Biomolekular Eijkman, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pemberian bantuan alat laboratorium tersebut untuk meningkatkan efektifitas formulasi obat kombinasi untuk penanganan pasien Covid-19.

Dari kerjasama yang dilakukan BIN dan beberapa lembaga penelitian telah dihasilkan antara lain, tidak ada lagi antrean specimen suspect Covid-19 dan efektivitas terapi plasma convalescent pada LBM Eijkman, pembuatan rapid test oleh peneliti UGM bekerjasama dengan Universitas Mataram.

Bahkan keberhasilan kerjasama BIN lainnya, para peneliti di UNAIR sudah berhasil menemukan efektifitas formulasi kombinasi obat yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19. Kombinasi obat ini diharapkan dapat dijadikan standar pemberian obat bagi pasien Covid-19, terutama di rumah sakit rujukan pemerintah dan juga rumah sakit lainnya.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan kandidat obat baru juga bisa dalam waktu dekat dihasilkan dari kerjasama BIN dengan para peneliti UNAIR. BIN sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenkes, BPOM, dan produsen obat untuk percepatan perijinan dan produksinya. Semuanya mendukung, saya sangat yakin karena ini demi pemulihan anak bangsa,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR  dr Purwati memaparkan teedapat beberapa tahap penelitian yang dilakukan BIN dan UNAIR.

Pertama, pembiakan bermacam-macam jenis sel yang menjadi sel target dari virus sebagai tempat untuk menumbuhkan virus SARS CoV-2 yang sampelnya didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mendapatkan sertifikat uji laik etik dari Tim Etik RSUA.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMi8xLzEyMTQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Peneliti UNAIR Temukan 5 Kombinasi Obat Covid-19
Baca Juga :&amp;nbsp;Gugus Tugas Covid-19 DIY: 8 Calon Perwira Polisi Positif Corona

Kedua, lanjut dia, UNAIR melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yg dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair untuk mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50). Ketiga, melakukan pengujian potensi kombinasi obat tersebut untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus.

&amp;ldquo;Semakin kecil nilainya (IC50-red) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,&amp;rdquo; terang Purwati.

Untuk tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.

Selain itu, UNAIR bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) Dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut. HSCs Dan NK cells masing masing dibiakkan dari PBMC selama 3-4 hari untuk HSCs dan 1-2 minggu untuk NK cells.</content:encoded></item></channel></rss>
