<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selama Pademi Covid-19, Cianjur Dihadapkan Fenomena 2.029 Perceraian</title><description>Pandemi Covid-19 mengakibatkan persoalan di berbagai sektor kehidupan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian"/><item><title>Selama Pademi Covid-19, Cianjur Dihadapkan Fenomena 2.029 Perceraian</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Mochamad Andi Ichsyan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian-FIIQojDdFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Humas Pengadilan Agama Cianjur, Fajar Hermawan/Foto: Captur Video </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/525/2229058/selama-pademi-covid-19-cianjur-dihadapkan-fenomena-2-029-perceraian-FIIQojDdFi.jpg</image><title>Humas Pengadilan Agama Cianjur, Fajar Hermawan/Foto: Captur Video </title></images><description>CIANJUR - Pandemi Covid-19 mengakibatkan persoalan di berbagai sektor kehidupan. Bukan hanya ekonomi dan pendidikan, wabah ini pun menjadi pemicu tingginya angka perceraian di Cianjur, Jawa Barat.
Berdasarkan data Pengadilan Agama Cianjur, tingkat perceraian di Cianjur meningkat. Jumlah pendaftar gugatan dalam satu hari mencapai 50 orang. Hingga kini,  terdaftar 2.029 perkara gugatan cerai karena alasan ekonomi.
Antrean pendaftaran gugatan cerai di kantor Posbaku Pengadilan Agama Cianjur mengalami peningkatan sejak dibukannya layanan normal jelang new normal. Kasus gugat perceraian ini hampir 80 persen didominasi kaum wanita.
&quot;Dari Januari hingga saat ini, tingkat perceraian di Cianjur dengana adanya pandemi meninggkat. Dari 2029, sebanyak 1.613 gugatan cerai dan 416 perkara permohonan. 80 persen adalah cerai gugat,&quot; kata humas Pengadilan Agama Cianjur Fajar Hermawan.
Fajar menjelaslan, alasan utama gugagatan adalah alasan ekonomi, disusul akhlaq. &quot;Klau sudah akhlaq merember ke lain seperti kekerasan dalam rumah tangga, poligami dan lainnya,&quot; paparnya.</description><content:encoded>CIANJUR - Pandemi Covid-19 mengakibatkan persoalan di berbagai sektor kehidupan. Bukan hanya ekonomi dan pendidikan, wabah ini pun menjadi pemicu tingginya angka perceraian di Cianjur, Jawa Barat.
Berdasarkan data Pengadilan Agama Cianjur, tingkat perceraian di Cianjur meningkat. Jumlah pendaftar gugatan dalam satu hari mencapai 50 orang. Hingga kini,  terdaftar 2.029 perkara gugatan cerai karena alasan ekonomi.
Antrean pendaftaran gugatan cerai di kantor Posbaku Pengadilan Agama Cianjur mengalami peningkatan sejak dibukannya layanan normal jelang new normal. Kasus gugat perceraian ini hampir 80 persen didominasi kaum wanita.
&quot;Dari Januari hingga saat ini, tingkat perceraian di Cianjur dengana adanya pandemi meninggkat. Dari 2029, sebanyak 1.613 gugatan cerai dan 416 perkara permohonan. 80 persen adalah cerai gugat,&quot; kata humas Pengadilan Agama Cianjur Fajar Hermawan.
Fajar menjelaslan, alasan utama gugagatan adalah alasan ekonomi, disusul akhlaq. &quot;Klau sudah akhlaq merember ke lain seperti kekerasan dalam rumah tangga, poligami dan lainnya,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
