<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Jejak Kaki Buaya yang Berjalan dengan Dua Kaki</title><description>Jejak itu memiliki panjang antara 18 dan 24 sentimeter, sehingga tubuh buaya itu diperkirakan mencapai 3 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki"/><item><title>Peneliti Temukan Jejak Kaki Buaya yang Berjalan dengan Dua Kaki</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki-7eVFnAtdRk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/18/2229835/peneliti-temukan-jejak-kaki-buaya-yang-berjalan-dengan-dua-kaki-7eVFnAtdRk.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEBUAH studi yang didasarkan pada penemuan jejak yang telah menjadi fosil menunjukkan kemungkinan adanya nenek moyang buaya modern yang berjalan dengan dua kaki.
Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Scientific Reports pada Kamis (11/6/2020) mengatakan, jejak-jejak kuno itu ditemukan di Korea Selatan dan mulanya dianggap sebagai jejak pterosaur atau dinosaurus terbang, yang diketahui berjalan dengan menggunakan dua kaki. Namun, analisa selanjutnya menunjukkan bahwa jejak-jejak itu ditinggalkan oleh buaya yang berkaki dua.
Diwartakan VOA, ini adalah bukti pertama dari zaman yang disebut bipedal crocodylo-morph, kelompok hewan termasuk buaya dan nenek moyang mereka yang sudah punah. Spesies yang baru ditemukan itu diberi nama Batrachopus grandis.
Jejak yang panjangnya antara 18 sampai 24 sentimeter itu menunjukkan bahwa tubuhnya mungkin sepanjang tiga meter, dan hewan itu hidup antara 145 sampai 105 juta tahun lalu.
Studi lain pada 2015 menemukan setidaknya satu jenis hewan serupa yang berjalan dengan dua kaki, dan diperkirakan hidup di Negara Bagian North Carolina 230 juta tahun lalu.
</description><content:encoded>SEBUAH studi yang didasarkan pada penemuan jejak yang telah menjadi fosil menunjukkan kemungkinan adanya nenek moyang buaya modern yang berjalan dengan dua kaki.
Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Scientific Reports pada Kamis (11/6/2020) mengatakan, jejak-jejak kuno itu ditemukan di Korea Selatan dan mulanya dianggap sebagai jejak pterosaur atau dinosaurus terbang, yang diketahui berjalan dengan menggunakan dua kaki. Namun, analisa selanjutnya menunjukkan bahwa jejak-jejak itu ditinggalkan oleh buaya yang berkaki dua.
Diwartakan VOA, ini adalah bukti pertama dari zaman yang disebut bipedal crocodylo-morph, kelompok hewan termasuk buaya dan nenek moyang mereka yang sudah punah. Spesies yang baru ditemukan itu diberi nama Batrachopus grandis.
Jejak yang panjangnya antara 18 sampai 24 sentimeter itu menunjukkan bahwa tubuhnya mungkin sepanjang tiga meter, dan hewan itu hidup antara 145 sampai 105 juta tahun lalu.
Studi lain pada 2015 menemukan setidaknya satu jenis hewan serupa yang berjalan dengan dua kaki, dan diperkirakan hidup di Negara Bagian North Carolina 230 juta tahun lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
