<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Epidemiologi Tak Sepakat Ganjil-Genap Diterapkan di Pasar Jakarta</title><description>Para pedagang disebut memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta"/><item><title>Pakar Epidemiologi Tak Sepakat Ganjil-Genap Diterapkan di Pasar Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2020 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta-9JJkfLjPpi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat berbelanja di Pasar Lenteng Agung, jelang Ramadan kemarin. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/15/338/2230004/pakar-epidemiologi-tak-sepakat-ganjil-genap-diterapkan-di-pasar-jakarta-9JJkfLjPpi.jpg</image><title>Masyarakat berbelanja di Pasar Lenteng Agung, jelang Ramadan kemarin. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (FKM UI), Syahrizal Syarif tak sepakat dengan kebijakan ganjil-genap di pasar tradisional yang bakal diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Pasalnya, dia menekankan, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di pasar lebih kepada sebuah aturan kesehatan antara penjual dengan pembeli yang datang ke sana.

&quot;Kurang setuju pasar dibuka ganjil genap. Yang harus diatur itu pembeli, pedagang harus didukung misalnya dibantu sarung tangan plastik dan faceshield,&quot; kata Syahrizal saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (15/6/2020).


&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/09/64717/328722_medium.jpg&quot; alt=&quot;Toko-Toko di Pasar Baru Mulai Dibuka Jelang New Normal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Syahrizal, para pedagang penjual di pasar tradsional sangat memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. Hal ini dikarenakan jumlah kontak yang banyak dialaminya saat berjualan di sana.

&quot;Secara umum setiap pelonggaran pasti berisiko penularan. Risiko pelonggaran ini ya wabah akan lama selesainya,&quot; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNC8xLzEyMTQ0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Lebih lanjut Syahrizal mengimbau protokol kesehatan terkait Covid-19 di pasar harus tetap diperhatikan. Mulai dibuatnya fasilitas tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pengecekan suhu bagi yang akan masuk ke pasar.

Baca Juga : Jelang Pembukaan Mal, Wagub DKI Minta Pengelola Taati Protokol Kesehatan

&quot;Rapid test dan swab dengan sasaran yang tepat harus diperluas terus,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Dibuka Besok, Pengelola Mal Harus Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Ketat

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (FKM UI), Syahrizal Syarif tak sepakat dengan kebijakan ganjil-genap di pasar tradisional yang bakal diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Pasalnya, dia menekankan, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di pasar lebih kepada sebuah aturan kesehatan antara penjual dengan pembeli yang datang ke sana.

&quot;Kurang setuju pasar dibuka ganjil genap. Yang harus diatur itu pembeli, pedagang harus didukung misalnya dibantu sarung tangan plastik dan faceshield,&quot; kata Syahrizal saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (15/6/2020).


&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/09/64717/328722_medium.jpg&quot; alt=&quot;Toko-Toko di Pasar Baru Mulai Dibuka Jelang New Normal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Syahrizal, para pedagang penjual di pasar tradsional sangat memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. Hal ini dikarenakan jumlah kontak yang banyak dialaminya saat berjualan di sana.

&quot;Secara umum setiap pelonggaran pasti berisiko penularan. Risiko pelonggaran ini ya wabah akan lama selesainya,&quot; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNC8xLzEyMTQ0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Lebih lanjut Syahrizal mengimbau protokol kesehatan terkait Covid-19 di pasar harus tetap diperhatikan. Mulai dibuatnya fasilitas tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pengecekan suhu bagi yang akan masuk ke pasar.

Baca Juga : Jelang Pembukaan Mal, Wagub DKI Minta Pengelola Taati Protokol Kesehatan

&quot;Rapid test dan swab dengan sasaran yang tepat harus diperluas terus,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Dibuka Besok, Pengelola Mal Harus Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Ketat

</content:encoded></item></channel></rss>
