<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mal di Jakarta Kembali Dibuka, Pakar Kesehatan Ingatkan Klaster Pasar Tradisional</title><description>Pakar kesehatan menilai, Pemprov DKI gegabah dengan kembali mengizinkan mal beroperasi, padahal jumlah kasus Covid-19 terus bertambah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional"/><item><title>Mal di Jakarta Kembali Dibuka, Pakar Kesehatan Ingatkan Klaster Pasar Tradisional</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2020 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional-FoS6BxZbBs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mal Pejaten Village sepi pengunjung. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/16/338/2230665/mal-di-jakarta-kembali-dibuka-pakar-kesehatan-ingatkan-klaster-pasar-tradisional-FoS6BxZbBs.jpg</image><title>Mal Pejaten Village sepi pengunjung. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</title></images><description>JAKARTA -  Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, menyayangkan diizinkannya mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta yang kembali dibuka.

Pasalnya pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi dan pasiennya terus bertambah setiap hari. Ia pun menilai dibukanya mal adalah langkah yang terlalu gegabah dalam menghadapi Covid-19.

&quot;DKI ini kan hampir semua sektor sudah dibuka, ada wacana pembukaan sektor pariwisata, Ancol, kebun binatang dan segala macam. Saya pikir ini pemerintah DKI cukup gegabah, terlalu cepat secara luas bagi sentra ekonomi yang tidak terlalu urgen,&quot; ujar Hermawan saat dihubungi Okezone, Selasa (16/6/2020).

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/15/64925/329404_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masuk ke Mall Central Park Pengunjung Harus Scanning Barcode&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Ia khawatir dengan dibukanya mal di Jakarta ini bakal terjadi peningkatan kasus baru positif Covid-19, seperti halnya yang terjadi di pasar tradisional di Ibu Kota.
&quot;Sementara pasar saja yang akan dibuka itu saja sudah menjadi klaster baru. Jadi sekarang kami khawatir ada kasus yang luar biasa,&quot; tuturnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, seharusnya saat pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) transisi di Jakarta ini menjadi sebuah persiapan infranstruktur dan kebijakan dalam menghadapi Covid-19.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNS8xLzEyMTQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Harusnya masa PSBB transisi sebagai persiapan infrastruktur dan kebijakan, bukan pada pelepasan perilaku seperti semula,&quot; katanya.

Baca Juga : Besok Seluruh Mal di Depok Mulai Dibuka

&quot;Jadi tak tepat semua sektor kaya pusat perbelanajaan kelas atas dan pariwisata dibuka. Ini kan sama saja kaya keadaan normal, padahal kasus di kita masih bertambah jadi sangat kekhawatiran yang luar biasa dan akan menimbulkan masalah yang lebih besar,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Mal Tertua di Bandung Dibuka, Karyawan: Alhamdulillah Kerja Lagi


</description><content:encoded>JAKARTA -  Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, menyayangkan diizinkannya mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta yang kembali dibuka.

Pasalnya pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi dan pasiennya terus bertambah setiap hari. Ia pun menilai dibukanya mal adalah langkah yang terlalu gegabah dalam menghadapi Covid-19.

&quot;DKI ini kan hampir semua sektor sudah dibuka, ada wacana pembukaan sektor pariwisata, Ancol, kebun binatang dan segala macam. Saya pikir ini pemerintah DKI cukup gegabah, terlalu cepat secara luas bagi sentra ekonomi yang tidak terlalu urgen,&quot; ujar Hermawan saat dihubungi Okezone, Selasa (16/6/2020).

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/15/64925/329404_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masuk ke Mall Central Park Pengunjung Harus Scanning Barcode&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Ia khawatir dengan dibukanya mal di Jakarta ini bakal terjadi peningkatan kasus baru positif Covid-19, seperti halnya yang terjadi di pasar tradisional di Ibu Kota.
&quot;Sementara pasar saja yang akan dibuka itu saja sudah menjadi klaster baru. Jadi sekarang kami khawatir ada kasus yang luar biasa,&quot; tuturnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, seharusnya saat pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) transisi di Jakarta ini menjadi sebuah persiapan infranstruktur dan kebijakan dalam menghadapi Covid-19.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNS8xLzEyMTQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Harusnya masa PSBB transisi sebagai persiapan infrastruktur dan kebijakan, bukan pada pelepasan perilaku seperti semula,&quot; katanya.

Baca Juga : Besok Seluruh Mal di Depok Mulai Dibuka

&quot;Jadi tak tepat semua sektor kaya pusat perbelanajaan kelas atas dan pariwisata dibuka. Ini kan sama saja kaya keadaan normal, padahal kasus di kita masih bertambah jadi sangat kekhawatiran yang luar biasa dan akan menimbulkan masalah yang lebih besar,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Mal Tertua di Bandung Dibuka, Karyawan: Alhamdulillah Kerja Lagi


</content:encoded></item></channel></rss>
