<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Doni Monardo Akui Banyak Masyarakat yang Belum Paham New Normal</title><description>Ada sebagian masyarakat yang menganggap new normal ini berarti bisa kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal"/><item><title>Doni Monardo Akui Banyak Masyarakat yang Belum Paham New Normal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2020 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal-4oci7F8E9G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/17/337/2231525/doni-monardo-akui-banyak-masyarakat-yang-belum-paham-new-normal-4oci7F8E9G.jpg</image><title>Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo</title></images><description>JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menerangkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) belum berakhir.

Ia pun meyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal new normal atau kenormalan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan.

&quot;Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan 'tugas kita belum berakhir, beradaptasi bukan berarti menyerah, apalagi kalah. Tetapi mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan'. Dan ini yang sering diucapkan, yaitu new normal,&quot; kata Doni dalam rapat dengar pendapat di DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Doni mengamini bahwa new normal belum sepenuhnya dipahami masyarakat, terutama mereka yang ada di daerah. Ia pun mendorong agar tokoh-tokoh di daerah bisa menggunakan bahasa yang tepat dan mudah dipahami masyarakat di daerah tersebut.

&quot;Ada sebagian masyarakat yang menganggap new normal ini berarti bisa kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian tanggal 13, atau sebelum ditetapkannya status pandemi oleh pemerintah. Tentu ini mengkhawatirkan,&quot; ujarnya.

Menurut Doni, setiap daerah mempunyai cara-cara yang berbeda, termasuk bahasa yang berbeda pula dalam memahami apa itu kenormalan baru.

Baca Juga :&amp;nbsp;Bebas dari Penjara, Nazaruddin Temui Istri dan Anak di Jakarta
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNS8xLzEyMTQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mantan Danjen Kopassus itu meminta agar kepala daerah bisa memberikan penjelasan soal new normal yang mudah dipahami masyarakat.

&quot;Demikian juga istilah-istulah social distancing, physical distancing, harus mampu diterjemahkan oleh para pemimpin di daerah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menerangkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) belum berakhir.

Ia pun meyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal new normal atau kenormalan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan.

&quot;Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan 'tugas kita belum berakhir, beradaptasi bukan berarti menyerah, apalagi kalah. Tetapi mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan'. Dan ini yang sering diucapkan, yaitu new normal,&quot; kata Doni dalam rapat dengar pendapat di DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Doni mengamini bahwa new normal belum sepenuhnya dipahami masyarakat, terutama mereka yang ada di daerah. Ia pun mendorong agar tokoh-tokoh di daerah bisa menggunakan bahasa yang tepat dan mudah dipahami masyarakat di daerah tersebut.

&quot;Ada sebagian masyarakat yang menganggap new normal ini berarti bisa kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian tanggal 13, atau sebelum ditetapkannya status pandemi oleh pemerintah. Tentu ini mengkhawatirkan,&quot; ujarnya.

Menurut Doni, setiap daerah mempunyai cara-cara yang berbeda, termasuk bahasa yang berbeda pula dalam memahami apa itu kenormalan baru.

Baca Juga :&amp;nbsp;Bebas dari Penjara, Nazaruddin Temui Istri dan Anak di Jakarta
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNS8xLzEyMTQ1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mantan Danjen Kopassus itu meminta agar kepala daerah bisa memberikan penjelasan soal new normal yang mudah dipahami masyarakat.

&quot;Demikian juga istilah-istulah social distancing, physical distancing, harus mampu diterjemahkan oleh para pemimpin di daerah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
