<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya Rapid Test 66.522 Warga</title><description>Selain itu, Gugus Tugas Surabaya telah memeriksa swab terhadap 9.304 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga"/><item><title>Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya Rapid Test 66.522 Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2020 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga-BQmfjk2BZg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rapid test (Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/18/519/2232104/gugus-tugas-penanganan-covid-19-surabaya-rapid-test-66-522-warga-BQmfjk2BZg.jpg</image><title>Ilustrasi rapid test (Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Sebanyak 66.522 warga Surabaya mengikuti rapid test yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya sejak Mei 2020 usai menerima alat rapid. Selain itu, Gugus Tugas Surabaya telah memeriksa swab terhadap 9.304 orang.

Pihak Gugus Tugas akan terus memasifkan tracing serta tes massal, baik rapid test maupun swab test. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah ada penambahan kasus terkonfirmasi atau tidak.

&amp;ldquo;Belum tentu yang sedikit (confirm) itu di luar tidak ada kasus. Tapi kalau memang tidak melakukan pemeriksaan bagaimana bisa tahu,&amp;rdquo; kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, Rabu (17/6/2020) malam.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/16/64965/329562_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pedagang Pasar Besar Malang Jalani Rapid Test Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, sudah sangat banyak warga Surabaya yang ikut rapid test dan swab test. Pasalnya, masyarakat Surabaya sadar ingin memeriksakan diri, tidak perlu dipaksa. Masyarakat Surabaya antusias ikut rapid test.

Sebelum memastikan validitas data kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pahlawan, pihaknya melakukan tracing dan pengecekan di lapangan secara masif. Tracing tak hanya dilakukan melalui pelacakan dari kontak erat keluarga. Bahkan, ke tempat kerja klien hingga sebelum 14 hari dia bertemu dengan siapa juga dilakukan pelacakan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tracing atau pelacakan konfirmasi Covid-19 dilakukan petugas puskesmas di masing-masing wilayahnya. Hal itu untuk memastikan apakah benar data yang diterima dari Gugus Tugas Provinsi Jatim tersebut valid dan faktual.

Baca Juga : New Normal, DPR Rapat dengan Menhan Prabowo Secara Tatap Muka

&amp;ldquo;Jadi pernah saya dapat angka 280 confirm dari provinsi, itu setelah kita teliti ternyata hanya 100. Setelah kita cek lihat (lapangan) ternyata (sisanya) itu bukan orang Surabaya. Sudah ditelusuri oleh Puskesmas orangnya tidak ada di tempat (alamat) itu,&amp;rdquo; tutur Feny.

Baca Juga : Bebas Virus Corona, Ratusan Santri Asal Jateng Kembali ke Ponpes Gontor

</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Sebanyak 66.522 warga Surabaya mengikuti rapid test yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya sejak Mei 2020 usai menerima alat rapid. Selain itu, Gugus Tugas Surabaya telah memeriksa swab terhadap 9.304 orang.

Pihak Gugus Tugas akan terus memasifkan tracing serta tes massal, baik rapid test maupun swab test. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah ada penambahan kasus terkonfirmasi atau tidak.

&amp;ldquo;Belum tentu yang sedikit (confirm) itu di luar tidak ada kasus. Tapi kalau memang tidak melakukan pemeriksaan bagaimana bisa tahu,&amp;rdquo; kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, Rabu (17/6/2020) malam.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/16/64965/329562_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pedagang Pasar Besar Malang Jalani Rapid Test Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, sudah sangat banyak warga Surabaya yang ikut rapid test dan swab test. Pasalnya, masyarakat Surabaya sadar ingin memeriksakan diri, tidak perlu dipaksa. Masyarakat Surabaya antusias ikut rapid test.

Sebelum memastikan validitas data kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pahlawan, pihaknya melakukan tracing dan pengecekan di lapangan secara masif. Tracing tak hanya dilakukan melalui pelacakan dari kontak erat keluarga. Bahkan, ke tempat kerja klien hingga sebelum 14 hari dia bertemu dengan siapa juga dilakukan pelacakan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tracing atau pelacakan konfirmasi Covid-19 dilakukan petugas puskesmas di masing-masing wilayahnya. Hal itu untuk memastikan apakah benar data yang diterima dari Gugus Tugas Provinsi Jatim tersebut valid dan faktual.

Baca Juga : New Normal, DPR Rapat dengan Menhan Prabowo Secara Tatap Muka

&amp;ldquo;Jadi pernah saya dapat angka 280 confirm dari provinsi, itu setelah kita teliti ternyata hanya 100. Setelah kita cek lihat (lapangan) ternyata (sisanya) itu bukan orang Surabaya. Sudah ditelusuri oleh Puskesmas orangnya tidak ada di tempat (alamat) itu,&amp;rdquo; tutur Feny.

Baca Juga : Bebas Virus Corona, Ratusan Santri Asal Jateng Kembali ke Ponpes Gontor

</content:encoded></item></channel></rss>
