<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batang Besi Berpaku Dijadikan Senjata Bentrokan Tentara India dan China di Perbatasan</title><description>Pihak India mengklaim 55 tentaranya berhadapan dengan 300 tentara China di Lembah Galwan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan"/><item><title>Batang Besi Berpaku Dijadikan Senjata Bentrokan Tentara India dan China di Perbatasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2020 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan-J0xqmRAUfc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto senjata yang disebut digunakan dalam bentrokan tentara India dan China di Lembah Galwan pada 15 Juni 2020. (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/19/18/2232909/batang-besi-berpaku-dijadikan-senjata-bentrokan-tentara-india-dan-china-di-perbatasan-J0xqmRAUfc.jpg</image><title>Foto senjata yang disebut digunakan dalam bentrokan tentara India dan China di Lembah Galwan pada 15 Juni 2020. (Foto: BBC)</title></images><description>BENTROKAN fisik antara tentara India dan China di Lembah Galwan yang disengketakan mengakibatkan sedikitnya 20 tentara India tewas dan munculnya korban di pihak China. Jatuhnya korban jiwa itu adalah yang pertama kali terjadi dalam beberapa dekade konfrontasi kedua negara di wilayah perbatasan.
China belum mengakui adanya korban jiwa dari pihaknya, namun laporan yang tak dapat dikonfirmasi oleh media di India menyebutkan sedikitnya 40 tentara China tewas dalam pertempuran tersebut.
Kedua belah pihak menegaskan bahwa tidak ada senjata api yang digunakan dalam bentrokan pada Senin (15/6/2020) itu.
BACA JUGA: India Klaim 20 Tentaranya Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan
Foto-foto senjata yang diduga digunakan dalam konfrontasi itu beredar pada Kamis (18/6/2020), memperlihatkan batang-batang besi yang dipenuhi paku tajam di sekelilingnya. Foto itu diperoleh BBC dari seorang perwira senior militer India di perbatasan India-China, yang mengatakan senjata itu digunakan oleh tentara China.
Menurut laporan media, bentrokan itu terjadi di atas gunung dengan ketinggian lebih dari 4.200 meter, di mana suhu udara mencapai di bawah nol derajat celsius. Sejumlah tentara yang bertarung diduga telah jatuh ke sungai yang mengalir deras di bawahnya.&amp;nbsp;

Foto: Getty Images.
Belum jelas berapa tentara yang terlibat dalam pertarungan itu. Seorang pejabat senior India mengklaim saat itu terdapat 55 tentara India melawan 300 tentara China, tapi jumlahnya masih belum bisa diverifikasi.
&quot;Mereka menghantam prajurit kami di bagian kepala dengan pentungan besi yang dilibat kawat berduri. Tentara kami bertarung dengan tangan kosong,&quot; kata pejabat yang enggan disebutkan namanya sebagaimana dilansir BBC. Dia menggambarkan tentara China seperti &quot;Pasukan Kematian&quot;.
Pada Selasa malam, pihak India mengonfirmasi bahwa 17 orang yang tewas &quot;mengalami luka serius di lokasi yang sulit dijangkau, dan diperparah dengan suhu dingin di daratan tinggi&quot;
Mereka diduga meninggal karena luka, dan tak mampu bertahan dengan suhu dingin.

Laporan awal mengatakan, bahwa tentara India telah hilang, tapi para  pejabat mengatakan semua yang terlibat dalam bentrokan telah dihitung  dan dipertanggungjawabkan.
Gambar senjata besi yang telah dimodifikasi telah menyebar luas  melalui media sosial Twitter di India, yang memicu kemarahan banyak  pengguna media sosial.
BACA JUGA: China Setuju Selesaikan Ketegangan dengan India Secara Damai Pasca Konfrontasi di Perbatasan
Baik pemerintah China maupun India tidak berkomentar mengenai hal ini.
Shukla, orang yang pertama kali mengunggah gambar ini di twitter, menggambarkan pengguna senjata ini sebagai &quot;kaum barbar&quot;.
Sebagian publik di kedua negara masing-masing melakukan aksi protes  menyusul bentrokan di wilayah sengketa Himalaya, sementara para pejabat  telah berbicara dengan sangat hati-hati, dan bergerak ke arah  penyelesaian secara diplomasi.</description><content:encoded>BENTROKAN fisik antara tentara India dan China di Lembah Galwan yang disengketakan mengakibatkan sedikitnya 20 tentara India tewas dan munculnya korban di pihak China. Jatuhnya korban jiwa itu adalah yang pertama kali terjadi dalam beberapa dekade konfrontasi kedua negara di wilayah perbatasan.
China belum mengakui adanya korban jiwa dari pihaknya, namun laporan yang tak dapat dikonfirmasi oleh media di India menyebutkan sedikitnya 40 tentara China tewas dalam pertempuran tersebut.
Kedua belah pihak menegaskan bahwa tidak ada senjata api yang digunakan dalam bentrokan pada Senin (15/6/2020) itu.
BACA JUGA: India Klaim 20 Tentaranya Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan
Foto-foto senjata yang diduga digunakan dalam konfrontasi itu beredar pada Kamis (18/6/2020), memperlihatkan batang-batang besi yang dipenuhi paku tajam di sekelilingnya. Foto itu diperoleh BBC dari seorang perwira senior militer India di perbatasan India-China, yang mengatakan senjata itu digunakan oleh tentara China.
Menurut laporan media, bentrokan itu terjadi di atas gunung dengan ketinggian lebih dari 4.200 meter, di mana suhu udara mencapai di bawah nol derajat celsius. Sejumlah tentara yang bertarung diduga telah jatuh ke sungai yang mengalir deras di bawahnya.&amp;nbsp;

Foto: Getty Images.
Belum jelas berapa tentara yang terlibat dalam pertarungan itu. Seorang pejabat senior India mengklaim saat itu terdapat 55 tentara India melawan 300 tentara China, tapi jumlahnya masih belum bisa diverifikasi.
&quot;Mereka menghantam prajurit kami di bagian kepala dengan pentungan besi yang dilibat kawat berduri. Tentara kami bertarung dengan tangan kosong,&quot; kata pejabat yang enggan disebutkan namanya sebagaimana dilansir BBC. Dia menggambarkan tentara China seperti &quot;Pasukan Kematian&quot;.
Pada Selasa malam, pihak India mengonfirmasi bahwa 17 orang yang tewas &quot;mengalami luka serius di lokasi yang sulit dijangkau, dan diperparah dengan suhu dingin di daratan tinggi&quot;
Mereka diduga meninggal karena luka, dan tak mampu bertahan dengan suhu dingin.

Laporan awal mengatakan, bahwa tentara India telah hilang, tapi para  pejabat mengatakan semua yang terlibat dalam bentrokan telah dihitung  dan dipertanggungjawabkan.
Gambar senjata besi yang telah dimodifikasi telah menyebar luas  melalui media sosial Twitter di India, yang memicu kemarahan banyak  pengguna media sosial.
BACA JUGA: China Setuju Selesaikan Ketegangan dengan India Secara Damai Pasca Konfrontasi di Perbatasan
Baik pemerintah China maupun India tidak berkomentar mengenai hal ini.
Shukla, orang yang pertama kali mengunggah gambar ini di twitter, menggambarkan pengguna senjata ini sebagai &quot;kaum barbar&quot;.
Sebagian publik di kedua negara masing-masing melakukan aksi protes  menyusul bentrokan di wilayah sengketa Himalaya, sementara para pejabat  telah berbicara dengan sangat hati-hati, dan bergerak ke arah  penyelesaian secara diplomasi.</content:encoded></item></channel></rss>
