<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sulsel Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Baru Covid-19, Ini Penyebabnya   </title><description>Untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir, Sulsel mencatatkan diri sebagai provinsi penyumbang terbanyak kasus baru positif corona.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya"/><item><title>Sulsel Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Baru Covid-19, Ini Penyebabnya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2020 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya-O2HcshiEvu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/19/609/2233146/sulsel-jadi-penyumbang-terbanyak-kasus-baru-covid-19-ini-penyebabnya-O2HcshiEvu.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir, Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan diri sebagai provinsi penyumbang terbanyak kasus baru positif corona (Covid-19) di Indonesia. Padahal biasanya Jawa Timur (Jatim) yang tertinggi.

Berdasarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus baru positif corona di Sulsel mencapai 207 atau meningkat dari 3.366 menjadi 3.573 per hari ini, Jumat (19/6/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, penyebab banyaknya penambahan kasus baru di wilayahnya adalah karena memang sedang gencar dilakukan tes Covid-19.

&quot;Perlu saya sampaikan itu juga karena upaya agresif testing yang dilakukan, makanya terjadi peningkatan, termasuk dibeberapa kabupaten terutama di Luwu Timur,&quot; katanya, Jumat, (19/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Ia menjelaskan, selain itu pihaknya juga turun langsung ke Luwu Timur yang menjadi salah satu daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi saat ini di Sulsel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sulsel &quot;Salip&quot; Jatim dalam Daftar 10 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Baru Corona
&quot;Kemarin saya dengan tim ahli juga datang ke Luwu Timur untuk melihat apa yang mereka lakukan, memang peningkatan tinggi itu karena testing gencar di sana,&quot; katanya.

Untuk penanganan lebih lanjut di Luwu Timur, sudah disiapkan tempat isolasi mandiri yang memisahkan pasien positif dan PDP.

&quot;Di sana pemilahannya sudah bagus, kita berharap bisa segera ditekan karena cepat mendeteksi yang positif,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara untuk di Makassar kata Ichsan Mustari, saat ini Pemkot sudah bertindak tegas terhadap warga yang melanggar aturan protokol kesehatan.

&quot;Kita sampaikan bahwa, ini bukan perlombaan, angka naik yang penting bisa terkontrol. Kita harapkan angka kenaikan ini karena kita mendeteksi yang positif yang ada,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir, Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan diri sebagai provinsi penyumbang terbanyak kasus baru positif corona (Covid-19) di Indonesia. Padahal biasanya Jawa Timur (Jatim) yang tertinggi.

Berdasarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus baru positif corona di Sulsel mencapai 207 atau meningkat dari 3.366 menjadi 3.573 per hari ini, Jumat (19/6/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, penyebab banyaknya penambahan kasus baru di wilayahnya adalah karena memang sedang gencar dilakukan tes Covid-19.

&quot;Perlu saya sampaikan itu juga karena upaya agresif testing yang dilakukan, makanya terjadi peningkatan, termasuk dibeberapa kabupaten terutama di Luwu Timur,&quot; katanya, Jumat, (19/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Ia menjelaskan, selain itu pihaknya juga turun langsung ke Luwu Timur yang menjadi salah satu daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi saat ini di Sulsel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sulsel &quot;Salip&quot; Jatim dalam Daftar 10 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Baru Corona
&quot;Kemarin saya dengan tim ahli juga datang ke Luwu Timur untuk melihat apa yang mereka lakukan, memang peningkatan tinggi itu karena testing gencar di sana,&quot; katanya.

Untuk penanganan lebih lanjut di Luwu Timur, sudah disiapkan tempat isolasi mandiri yang memisahkan pasien positif dan PDP.

&quot;Di sana pemilahannya sudah bagus, kita berharap bisa segera ditekan karena cepat mendeteksi yang positif,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara untuk di Makassar kata Ichsan Mustari, saat ini Pemkot sudah bertindak tegas terhadap warga yang melanggar aturan protokol kesehatan.

&quot;Kita sampaikan bahwa, ini bukan perlombaan, angka naik yang penting bisa terkontrol. Kita harapkan angka kenaikan ini karena kita mendeteksi yang positif yang ada,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
