<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Masa Pandemi, Indonesia Membutuhkan Guru Penggerak di Berbagai Penjuru Negeri</title><description>Indonesia masih membutuhkan banyak sekali guru penggerak khususnya yang tersebar di penjuru negeri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri"/><item><title>Di Masa Pandemi, Indonesia Membutuhkan Guru Penggerak di Berbagai Penjuru Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Karina Asta Widara </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri-NVqYVjjORl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/1/2234269/di-masa-pandemi-indonesia-membutuhkan-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri-NVqYVjjORl.jpg</image><title>Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA- Dampak yang terjadi selama masa pandemi bagi dunia pendidikan adalah dengan dilangsungkannya proses pengajaran melalui  sistem daring.
Maka dari itu, beberapa waktu yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 menyelenggarakan lomba menulis surat dengan tema &amp;ldquo;Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim&amp;rdquo; yang diselenggarakan pada 11 - 17 Mei 2020.
&amp;ldquo;Saya selalu bilang bahwa ini memang suatu bencana, bencana kesehatan, bencana ekonomi, bencana pendidikan. Tapi jangan sampai kita keluar dari krisis ini tanpa membawa bekal atau hikmah,&amp;rdquo; terang Mendikbud Nadiem Makarim melalui kanal YouTube Kemendikbud.
Pada kesempatan itu, tercatat ada sekitar 6.689 surat yang datang dari seluruh penjuru di Indonesia. 2 surat diantaranya datang dari guru dan 3 surat dari murid yang dibacakan secara langsung oleh Mas Menteri Nadiem Makarim dan diposting di youtube Kemendikbud RI. Surat pertama datang dari ibu guru Santi Kusuma Dewi. Seorang Guru SMP Islam Baitul Izzah dari Kabupaten Nganjuk yang mengajak para murid untuk menggalang dan dengan memanfaatkan media sosial. Dan surat kedua datang dari ibu Maria Yosephina Morukh seorang guru honorer dari SDK Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
&quot;Saya ada satu kata untuk mendeskripsikan guru-guru seperti ibu Santi dan ibu Maria, itu namanya guru penggerak. Anda adalah guru-guru penggerak di masing-masing daerah. Sudah kelihatan, saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu. Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak. Dan Andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita,&amp;rdquo; ungkap Nadiem.
Dalam kesempatan tersebut juga, baik Ibu guru Santi dan ibu guru Maria mendapatkan kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim melalui video call. Kedua ibu guru tersebut mengatakan akan terus semangat untuk memberikan pengajaran yang terbaik untuk masa depan anak bangsa
&quot;Saya selalu bilang ini adalah bencana kesehatan, bencana ekonomi, bencana pendidikan. Tetapi jangan sampai kita keluar dari krisis ini tanpa membawa bekal atau hikmah pembelajaran dari pengalaman. Karena dari semua kesulitan, itu adalah akar dari pembelajaran yang terpenting di hidup kita,&quot; pungkas Nadiem
Nadiem juga memberikan pesannya untuk para pengajar dan murid di seluruh Indonesia untuk tetap saling menguatkan dan jangan sampai mereka kehilangan harapan untuk menghadapi krisis ini. Selain itu, Nadiem juga mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru di seluruh Indonesia untuk semangatnya yang pantang menyerah. Ia juga mengatakan jika Indonesia masih membutuhkan banyak sekali guru penggerak khususnya yang tersebar di penjuru negeri.
&quot;Dengan adanya krisis Covid ini kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosial ekonomi malah lebih terpisah lagi ya, kesenjangan itu menjadi lebih besar dengan adanya digital gap seperti ini,&amp;rdquo; papar Mendikbud Nadiem Makarim.
Mendikbud menyadari bahwa di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dengan diterapkannya pembelajaran jarak jauh atau daring di sejumlah daerah, maka terlihat disparitas yang kontras. Makan dari itu, solusinya adalah dengan gotong royong antarelemen bangsa demi mengikis disparitas tersebut. CM</description><content:encoded>JAKARTA- Dampak yang terjadi selama masa pandemi bagi dunia pendidikan adalah dengan dilangsungkannya proses pengajaran melalui  sistem daring.
Maka dari itu, beberapa waktu yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 menyelenggarakan lomba menulis surat dengan tema &amp;ldquo;Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim&amp;rdquo; yang diselenggarakan pada 11 - 17 Mei 2020.
&amp;ldquo;Saya selalu bilang bahwa ini memang suatu bencana, bencana kesehatan, bencana ekonomi, bencana pendidikan. Tapi jangan sampai kita keluar dari krisis ini tanpa membawa bekal atau hikmah,&amp;rdquo; terang Mendikbud Nadiem Makarim melalui kanal YouTube Kemendikbud.
Pada kesempatan itu, tercatat ada sekitar 6.689 surat yang datang dari seluruh penjuru di Indonesia. 2 surat diantaranya datang dari guru dan 3 surat dari murid yang dibacakan secara langsung oleh Mas Menteri Nadiem Makarim dan diposting di youtube Kemendikbud RI. Surat pertama datang dari ibu guru Santi Kusuma Dewi. Seorang Guru SMP Islam Baitul Izzah dari Kabupaten Nganjuk yang mengajak para murid untuk menggalang dan dengan memanfaatkan media sosial. Dan surat kedua datang dari ibu Maria Yosephina Morukh seorang guru honorer dari SDK Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
&quot;Saya ada satu kata untuk mendeskripsikan guru-guru seperti ibu Santi dan ibu Maria, itu namanya guru penggerak. Anda adalah guru-guru penggerak di masing-masing daerah. Sudah kelihatan, saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu. Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak. Dan Andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita,&amp;rdquo; ungkap Nadiem.
Dalam kesempatan tersebut juga, baik Ibu guru Santi dan ibu guru Maria mendapatkan kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim melalui video call. Kedua ibu guru tersebut mengatakan akan terus semangat untuk memberikan pengajaran yang terbaik untuk masa depan anak bangsa
&quot;Saya selalu bilang ini adalah bencana kesehatan, bencana ekonomi, bencana pendidikan. Tetapi jangan sampai kita keluar dari krisis ini tanpa membawa bekal atau hikmah pembelajaran dari pengalaman. Karena dari semua kesulitan, itu adalah akar dari pembelajaran yang terpenting di hidup kita,&quot; pungkas Nadiem
Nadiem juga memberikan pesannya untuk para pengajar dan murid di seluruh Indonesia untuk tetap saling menguatkan dan jangan sampai mereka kehilangan harapan untuk menghadapi krisis ini. Selain itu, Nadiem juga mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru di seluruh Indonesia untuk semangatnya yang pantang menyerah. Ia juga mengatakan jika Indonesia masih membutuhkan banyak sekali guru penggerak khususnya yang tersebar di penjuru negeri.
&quot;Dengan adanya krisis Covid ini kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosial ekonomi malah lebih terpisah lagi ya, kesenjangan itu menjadi lebih besar dengan adanya digital gap seperti ini,&amp;rdquo; papar Mendikbud Nadiem Makarim.
Mendikbud menyadari bahwa di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dengan diterapkannya pembelajaran jarak jauh atau daring di sejumlah daerah, maka terlihat disparitas yang kontras. Makan dari itu, solusinya adalah dengan gotong royong antarelemen bangsa demi mengikis disparitas tersebut. CM</content:encoded></item></channel></rss>
