<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa 22 Juni: Ulang Tahun Jakarta hingga Gol Tangan Tuhan</title><description>Sejumlah peristiwa terekam di berbagai belahan dunia pada tanggal 22 Juni.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan"/><item><title>Peristiwa 22 Juni: Ulang Tahun Jakarta hingga Gol Tangan Tuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan-otzVka8Xbu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patung Selamat Datang Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/337/2234017/peristiwa-22-juni-ulang-tahun-jakarta-hingga-gol-tangan-tuhan-otzVka8Xbu.jpg</image><title>Patung Selamat Datang Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah peristiwa terekam di berbagai belahan dunia pada tanggal 22 Juni. Momen-momen tersebut tercatat sebagai peristiwa yang memiliki nilai sejarah.

Okezone kembali merangkum beberapa peristiwa menarik yang terjadi pada 22 Juni&amp;lrm; yang dikutip dari laman Wikipedia, berikut ulasannya.

1527 - HUT Kota Jakarta

Wali Kota Jakarta periode 1953-1958 Sudiro kala itu menyadari pentingnya peringatan ulang tahun untuk kota Jakarta. Namun peringatan itu harus berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia.

Sudiri kemudian memanggil sejumlah ahli sejarah seperti Mohamad Yamin dan Dr. Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.

Dari sana Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. Namun yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xNi8xLzEyMDU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul 'Dari Jayakarta ke Jakarta'. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

1527 - Fatahilah Usir Portugis

Fatahillah merupakan tokoh yang dikenal sebagai pengusir bangsa Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Nama Fatahillah pertama kali disebutkan oleh Joao de Barros seorang ahli sejarah bangsa Portugis dalam seri bukunya yang berjudul Decadas da Asia.

Di situ, ia melaporkan bahwa salah satu kapal brigantin sejenis kapal layar bertiang dua terdampar di pantai Sunda Kelapa telah diserang oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Falatehan atau Fatahillah dan semua penumpangnya yang adalah laskar Portugis dibunuh.

Setelah itu Falatehan berangkat untuk mengislamkan Banten, dan diberi dukungan 2.000 orang prajurit dan pembantu oleh Raja. Dengan dukungan pasukan Muslim itulah Falatehan menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten.

1945 - Piagam Jakarta Resmi Disusun

Piagam Jakarta atau Jakarta Charter adalah sebuah dokumen historis berupa kompromi antara pihak agamis dan pihak nasionalis dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Kompromi itu dilakukan untuk menjembatani perbedaan pandangan dalam agama dan negara. Piagam Jakarta merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau sembilan tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945 malam.

1986 - Gol Tangan Tuhan

Pecinta sepak bola tentu mengetahui gol tangan tuhan yang dilakukan seorang legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona. Gol itu terjadi pada 22 Juni 1986 di Estadio Azteca, Mexico City.

Mulanya Maradona mengolah si kulit bundar melewati 5 orang pemain Inggris lalu diumpan sampai bola melambung ke atas. Kemudian, Maradona langsung menyambut bola menggunakan tangannya hingga masuk ke dalam gawang Inggris.

Saat itu, wasit asal Tunisia yang memimpin pertandingan mengesahkan gol tersebut lantaran tidak terlihat jelas. Para pemain dari Inggris pun menyampaikan protes. Setelah 19 tahun berselang Maradona mengakui bahwa bola tersebut disentuh oleh tangannya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah peristiwa terekam di berbagai belahan dunia pada tanggal 22 Juni. Momen-momen tersebut tercatat sebagai peristiwa yang memiliki nilai sejarah.

Okezone kembali merangkum beberapa peristiwa menarik yang terjadi pada 22 Juni&amp;lrm; yang dikutip dari laman Wikipedia, berikut ulasannya.

1527 - HUT Kota Jakarta

Wali Kota Jakarta periode 1953-1958 Sudiro kala itu menyadari pentingnya peringatan ulang tahun untuk kota Jakarta. Namun peringatan itu harus berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia.

Sudiri kemudian memanggil sejumlah ahli sejarah seperti Mohamad Yamin dan Dr. Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.

Dari sana Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. Namun yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xNi8xLzEyMDU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul 'Dari Jayakarta ke Jakarta'. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

1527 - Fatahilah Usir Portugis

Fatahillah merupakan tokoh yang dikenal sebagai pengusir bangsa Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Nama Fatahillah pertama kali disebutkan oleh Joao de Barros seorang ahli sejarah bangsa Portugis dalam seri bukunya yang berjudul Decadas da Asia.

Di situ, ia melaporkan bahwa salah satu kapal brigantin sejenis kapal layar bertiang dua terdampar di pantai Sunda Kelapa telah diserang oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Falatehan atau Fatahillah dan semua penumpangnya yang adalah laskar Portugis dibunuh.

Setelah itu Falatehan berangkat untuk mengislamkan Banten, dan diberi dukungan 2.000 orang prajurit dan pembantu oleh Raja. Dengan dukungan pasukan Muslim itulah Falatehan menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten.

1945 - Piagam Jakarta Resmi Disusun

Piagam Jakarta atau Jakarta Charter adalah sebuah dokumen historis berupa kompromi antara pihak agamis dan pihak nasionalis dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Kompromi itu dilakukan untuk menjembatani perbedaan pandangan dalam agama dan negara. Piagam Jakarta merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau sembilan tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945 malam.

1986 - Gol Tangan Tuhan

Pecinta sepak bola tentu mengetahui gol tangan tuhan yang dilakukan seorang legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona. Gol itu terjadi pada 22 Juni 1986 di Estadio Azteca, Mexico City.

Mulanya Maradona mengolah si kulit bundar melewati 5 orang pemain Inggris lalu diumpan sampai bola melambung ke atas. Kemudian, Maradona langsung menyambut bola menggunakan tangannya hingga masuk ke dalam gawang Inggris.

Saat itu, wasit asal Tunisia yang memimpin pertandingan mengesahkan gol tersebut lantaran tidak terlihat jelas. Para pemain dari Inggris pun menyampaikan protes. Setelah 19 tahun berselang Maradona mengakui bahwa bola tersebut disentuh oleh tangannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
