<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti pada Pagi dan Sore Hari</title><description>Dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengatakan, nyamuk Aedes aegypti menggigit antara pukul 10.00 sampai 12.00 siang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari"/><item><title>Waspadai Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti pada Pagi dan Sore Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari-MWKjQH185a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahli infeksi dan pedriati tropik RSCM, dr Mulya Rahma Karyanti SpA (K). (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/337/2234434/waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari-MWKjQH185a.jpg</image><title>Ahli infeksi dan pedriati tropik RSCM, dr Mulya Rahma Karyanti SpA (K). (BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah (DBD) memiliki perilaku menggigit pada pagi dan sore hari. Pemerintah mengharapkan masyarakat waspada terhadap ancaman DBD karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus yang masih cukup tinggi hingga Juni ini.
Nyamuk dengan ciri khas kaki berwarna hitam dan putih ini mengigit manusia pada waktu pagi dan sore. Ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengatakan, nyamuk menggigit antara pukul 10.00 sampai 12.00 siang. Gigitan nyamuk bisa menyerang semua kelompok umur. Saat ini kecenderungan yang terjadi banyak kasus DBD menyerang kelompok umur remaja.
&quot;Dia senangnya gigitnya pada pagi hari, day biters. Jadi antara jam 10 sampai jam 12 di masa anak-anak lagi sekolah. Kadang-kadang kenanya di situ. Sama sebelum magrib ya, jam 4 sampai jam 5 sore,&quot; ucap dr Mulya saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (22/6/2020).
Sementara itu, Dokter Mulya menekankan upaya pencegahan dengan 3M. &quot;Yang penting, membersihkan tempat berkembang biaknya di air bersih,&quot; ucapnya.
Ia menyampaikan tempat genangan air yang sering di rumah tangga seperti pot-pot bunga untuk dikeringkan.
&quot;Minimal satu kali dilakukan, satu kali seminggu dengan menguras bak mandi. 3M tadi itu memutuskan dari nyamuk jentik menjadi dewasa,&quot; kata Mulya.
Demam pada anak perlu diwaspadai para orangtua karena ini salah satu gejala DBD. Apabila menemui kondisi ini, penderita meminum air dan jangan sampai dehidrasi.
&quot;Awasi asupan minum. Kedua awasi buang air kecilnya, normal biasanya kalau cukup asupan cairannya, dia 4 sampai 6 jam harusnya buang air kecil, dan awasi aktivitasnya,&quot; ujarnya.

Namun, apabila gejala semakin memburuk seperti muntah terus-menerus  dan tidak buang air lebih dari 12 jam, perlu berhati-hati dan penderita  segera mendapatkan perawatan medis.
Berbeda dengan gejala Covid-19 yang saat ini masih terjadi penularan,  Mulya mengungkapkan pada kasus penyakit akibat virus corona lebih ke  sistem saluran napas atas. Sedangkan gejala pada DBD ini lebih demam dan  pendarahan kulit yang perlu diwaspadai, seperti mimisan, gusi berdarah,  atau memar.
Sementara itu, gejala penderita DBD biasanya mengalami panas  mendadak, kadang disertai muka merah, nyeri kepala, nyeri di belakang  mata, muntah-muntah, dan biasanya bisa disertai pendarahan.
&quot;Itu yang tidak ada pada Covid-19, pendarahan spontan, mimisan, gusi  berdarah, atau timbul bintik-bintik merah di kulit, itu bisa terjadi,&quot;  tuturnya.
Ia juga menjelaskan apabila penderita DBD pada hari ketiga panas  tidak turun-turun, penderita harus meminum air. &quot;Jadi, kalau hari   ketiga dia kurang minum, akhirnya pasti ada gejala-gejala tanda bahaya,  warning sign kita sebutnya,&quot; katanya.

Baca Juga : Masyarakat Diharapkan Waspadai Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

Panas tinggi menunjukkan infeksi virus tinggi di dalam tubuh  penderita. Suhu badan bisa mencapai 40 derajat. &quot;Nah, kalau demam 2  sampai 3 hari tidak membaik, segera ke rumah sakit,&quot; kata Mulya.
Bahaya lain dapat diamati melalui gejala berupa sakit perut, letargi  atau lemas, pendarahan spontan, pembesaran perut, hati dan ada  penumpukan cairan. Penderita yang mengalami kondisi tersebut bisa  berdampak pada fase kritis.

Baca Juga : Enam Warga Klaten Meninggal Akibat DBD di Tengah Pandemi Corona
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah (DBD) memiliki perilaku menggigit pada pagi dan sore hari. Pemerintah mengharapkan masyarakat waspada terhadap ancaman DBD karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus yang masih cukup tinggi hingga Juni ini.
Nyamuk dengan ciri khas kaki berwarna hitam dan putih ini mengigit manusia pada waktu pagi dan sore. Ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengatakan, nyamuk menggigit antara pukul 10.00 sampai 12.00 siang. Gigitan nyamuk bisa menyerang semua kelompok umur. Saat ini kecenderungan yang terjadi banyak kasus DBD menyerang kelompok umur remaja.
&quot;Dia senangnya gigitnya pada pagi hari, day biters. Jadi antara jam 10 sampai jam 12 di masa anak-anak lagi sekolah. Kadang-kadang kenanya di situ. Sama sebelum magrib ya, jam 4 sampai jam 5 sore,&quot; ucap dr Mulya saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (22/6/2020).
Sementara itu, Dokter Mulya menekankan upaya pencegahan dengan 3M. &quot;Yang penting, membersihkan tempat berkembang biaknya di air bersih,&quot; ucapnya.
Ia menyampaikan tempat genangan air yang sering di rumah tangga seperti pot-pot bunga untuk dikeringkan.
&quot;Minimal satu kali dilakukan, satu kali seminggu dengan menguras bak mandi. 3M tadi itu memutuskan dari nyamuk jentik menjadi dewasa,&quot; kata Mulya.
Demam pada anak perlu diwaspadai para orangtua karena ini salah satu gejala DBD. Apabila menemui kondisi ini, penderita meminum air dan jangan sampai dehidrasi.
&quot;Awasi asupan minum. Kedua awasi buang air kecilnya, normal biasanya kalau cukup asupan cairannya, dia 4 sampai 6 jam harusnya buang air kecil, dan awasi aktivitasnya,&quot; ujarnya.

Namun, apabila gejala semakin memburuk seperti muntah terus-menerus  dan tidak buang air lebih dari 12 jam, perlu berhati-hati dan penderita  segera mendapatkan perawatan medis.
Berbeda dengan gejala Covid-19 yang saat ini masih terjadi penularan,  Mulya mengungkapkan pada kasus penyakit akibat virus corona lebih ke  sistem saluran napas atas. Sedangkan gejala pada DBD ini lebih demam dan  pendarahan kulit yang perlu diwaspadai, seperti mimisan, gusi berdarah,  atau memar.
Sementara itu, gejala penderita DBD biasanya mengalami panas  mendadak, kadang disertai muka merah, nyeri kepala, nyeri di belakang  mata, muntah-muntah, dan biasanya bisa disertai pendarahan.
&quot;Itu yang tidak ada pada Covid-19, pendarahan spontan, mimisan, gusi  berdarah, atau timbul bintik-bintik merah di kulit, itu bisa terjadi,&quot;  tuturnya.
Ia juga menjelaskan apabila penderita DBD pada hari ketiga panas  tidak turun-turun, penderita harus meminum air. &quot;Jadi, kalau hari   ketiga dia kurang minum, akhirnya pasti ada gejala-gejala tanda bahaya,  warning sign kita sebutnya,&quot; katanya.

Baca Juga : Masyarakat Diharapkan Waspadai Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

Panas tinggi menunjukkan infeksi virus tinggi di dalam tubuh  penderita. Suhu badan bisa mencapai 40 derajat. &quot;Nah, kalau demam 2  sampai 3 hari tidak membaik, segera ke rumah sakit,&quot; kata Mulya.
Bahaya lain dapat diamati melalui gejala berupa sakit perut, letargi  atau lemas, pendarahan spontan, pembesaran perut, hati dan ada  penumpukan cairan. Penderita yang mengalami kondisi tersebut bisa  berdampak pada fase kritis.

Baca Juga : Enam Warga Klaten Meninggal Akibat DBD di Tengah Pandemi Corona
</content:encoded></item></channel></rss>
