<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 13 Orang Reaktif Covid-19 dalam Rapid Test Massal BIN di Tangerang   </title><description>Sebanyak 465 orang mengikuti Rapid Test massal yang digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Komplek BTN Citius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang"/><item><title> 13 Orang Reaktif Covid-19 dalam Rapid Test Massal BIN di Tangerang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 23:11 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang-agj5sEB4cx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/338/2234608/13-orang-reaktif-covid-19-dalam-rapid-test-massal-bin-di-tangerang-agj5sEB4cx.jpg</image><title>foto: istimewa</title></images><description>
JAKARTA - Sebanyak 465 orang mengikuti Rapid Test massal yang digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Komplek BTN Citius, Kelurahan Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Dari kegiatan itu, setidaknya ada 13 orang yang ditemukan reaktif virus corona atau Covid-19.

Staf Khusus KaBIN, Mayjend TNI (Purn) Neno Hamriono mengatakan, bahwa Rapid Test ini merupakan instruksi dari Kepala BIN, Jenderal (Purn) Budi Gunawan sebagai deteksi awal penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, tes cepat untuk memutus rantai penyebarab virus corona ini merupakan kerja sama BIN, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

&amp;ldquo;Kami mencari kluster-kluster baru di wilayah-wilayah terpencil karena wilayah ini tidak begitu tersentuh. Sehingga kita mendatangkan tim ke tempat ini untuk mencari daerah-daerah yang terjadi penyebaran COVID-19. Harapannya, para peserta tidak ada yang positif,&amp;rdquo; kata Neno dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/6/2020).
&amp;nbsp;
Neno menegaskan, kegiatan uji massal ini merupakan kerja nyata BIN dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan adanya Rapid Test massal ini, BIN dan Pemkab Tangerang dapat mengindetifikasi awal penyebaran corona di wilayah tersebut.

&amp;ldquo;Kegiatan ini juga membantu dalam peningkatan target uji massal pemerintah hingga 20.000 testing. Kami harapkan pemerintah daerah yang lain juga bisa membantu dalam mengidentifikasi awal penyebaran wabah ini,&amp;rdquo; tutur Neno.

Dalam kegiatan ini, BIN menyediakan 500 alat Rapid Test dan menerjunkan dua unit Mobil Laboratorium PCR untuk Swab Test serta dua unit mobil ambulance. Mobil laboratorium milik BIN ini dapat melakukan Swab Test yang hasilnya bisa keluar dalam waktu 5 jam. Mobile Laboratorium COVID-19 ini, merupakan laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

&amp;ldquo;Jika ada yang positif akan dirujuk ke rumah sakit atau isolasi mandiri. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk mengirimkan hasil Swab Test ke mobil laboratorium,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Dokter Hendra Tarmizi mengapresiasi Rapid Test massal yang dilakukan BIN di Kabupaten Tangeran. Menurutnya, Rapid Test massal ini sangat tepat sebagai langkah awal guna memastikan adanya penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tangerang.

&quot;Pemkab Tangerang mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan BIN dalam mendeteksi awal penyebaran COVID-19 dengan melakukan Rapid Test massal di wilayah ini. Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini,&amp;rdquo; ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Kabupaten Tangerang akan membawa 50 spesimen PCR tes yang sudah dilakukan di beberapa puskesmas di kabupaten tersebut. Dia berharap bantuan BIN ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

&amp;ldquo;Awalnya, kami akan kirimkan spesimen tes PCR ini ke Jakarta tetapi karena adanya kegiatan ini maka hasilnya akan kami bawa ke sini.&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Sebanyak 465 orang mengikuti Rapid Test massal yang digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Komplek BTN Citius, Kelurahan Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Dari kegiatan itu, setidaknya ada 13 orang yang ditemukan reaktif virus corona atau Covid-19.

Staf Khusus KaBIN, Mayjend TNI (Purn) Neno Hamriono mengatakan, bahwa Rapid Test ini merupakan instruksi dari Kepala BIN, Jenderal (Purn) Budi Gunawan sebagai deteksi awal penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, tes cepat untuk memutus rantai penyebarab virus corona ini merupakan kerja sama BIN, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

&amp;ldquo;Kami mencari kluster-kluster baru di wilayah-wilayah terpencil karena wilayah ini tidak begitu tersentuh. Sehingga kita mendatangkan tim ke tempat ini untuk mencari daerah-daerah yang terjadi penyebaran COVID-19. Harapannya, para peserta tidak ada yang positif,&amp;rdquo; kata Neno dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/6/2020).
&amp;nbsp;
Neno menegaskan, kegiatan uji massal ini merupakan kerja nyata BIN dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan adanya Rapid Test massal ini, BIN dan Pemkab Tangerang dapat mengindetifikasi awal penyebaran corona di wilayah tersebut.

&amp;ldquo;Kegiatan ini juga membantu dalam peningkatan target uji massal pemerintah hingga 20.000 testing. Kami harapkan pemerintah daerah yang lain juga bisa membantu dalam mengidentifikasi awal penyebaran wabah ini,&amp;rdquo; tutur Neno.

Dalam kegiatan ini, BIN menyediakan 500 alat Rapid Test dan menerjunkan dua unit Mobil Laboratorium PCR untuk Swab Test serta dua unit mobil ambulance. Mobil laboratorium milik BIN ini dapat melakukan Swab Test yang hasilnya bisa keluar dalam waktu 5 jam. Mobile Laboratorium COVID-19 ini, merupakan laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

&amp;ldquo;Jika ada yang positif akan dirujuk ke rumah sakit atau isolasi mandiri. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk mengirimkan hasil Swab Test ke mobil laboratorium,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Dokter Hendra Tarmizi mengapresiasi Rapid Test massal yang dilakukan BIN di Kabupaten Tangeran. Menurutnya, Rapid Test massal ini sangat tepat sebagai langkah awal guna memastikan adanya penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tangerang.

&quot;Pemkab Tangerang mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan BIN dalam mendeteksi awal penyebaran COVID-19 dengan melakukan Rapid Test massal di wilayah ini. Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini,&amp;rdquo; ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Kabupaten Tangerang akan membawa 50 spesimen PCR tes yang sudah dilakukan di beberapa puskesmas di kabupaten tersebut. Dia berharap bantuan BIN ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

&amp;ldquo;Awalnya, kami akan kirimkan spesimen tes PCR ini ke Jakarta tetapi karena adanya kegiatan ini maka hasilnya akan kami bawa ke sini.&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
