<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga 2 Bocah Korban Pembunuhan Ingin sang Ayah Tiri Dihukum Mati</title><description>Perbuatan pelaku yang tidak lain ayah tiri korban dinilai sangat sadis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati"/><item><title>Keluarga 2 Bocah Korban Pembunuhan Ingin sang Ayah Tiri Dihukum Mati</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati-UZ393IfckS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga korban memakamkan 2 anak yang dibunuh ayah tirinya di Medan (Foto : iNews.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/608/2234516/keluarga-2-bocah-korban-pembunuhan-ingin-sang-ayah-tiri-dihukum-mati-UZ393IfckS.jpg</image><title>Keluarga korban memakamkan 2 anak yang dibunuh ayah tirinya di Medan (Foto : iNews.id)</title></images><description>MEDAN - Keluarga dua bocah bernama Ikhsan Fathilah (10) dan Rafa Anggara (5) yang menjadi korban pembunuhan, berharap pelaku yang tidak lain adalah ayah tiri mereka dihukum mati lantaran perbuatan pelaku terhadap kedua putranya dinilai sangat sadis.

Hal ini diungkapkan oleh Zaenal Abidin kakek dari kedua bocah malang tersebut.

&quot;Biar proses hukum yang berjalan. Kalau kita berharap pelaku dihukum sebesar-beratnya. Kalau bisa hukuman mati,&quot; kata kakek korban Zainal Abidin usai proses pemakaman kedua cucunya di Pemakaman Jawa, Jseperti yang dilansir dari iNews.id, Senin (22/6/2020).

Kedua bocah tersebut dimakamkan pihak keluarga dalam satu liang lahat yang sebelumnya dibawa dengan cara digendong oleh sanak saudaranya. Isak tangis kerabat terdekat mengiringi proses pemakaman keduanya.

Diketahui, warga Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, dikejutkan dengan penemuan dua bocah yang tewas di dalam parit di area Global Prima National Plus School, Minggu 21 Juni 2020.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8yMi8xLzEyMTUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Baca Juga :&amp;nbsp;Ayah Pembunuh 2 Anak Tiri Pernah Coba Bunuh Istrinya

Kejadian ini berawal saat kedua korban meminta uang kepada Rahmadsyah untuk membeli es krim. Namun, Rahmadsyah mengatakan dia tidak memiliki uang.

Kedua korban terus meminta dan memaksa Rahmadsyah sehingga membuatnya kesal dan kemudian membawa kedua korban ke arah samping gedung bangunan sekolah. Diduga di situlah Rahmadsyah membunuh kedua korban.</description><content:encoded>MEDAN - Keluarga dua bocah bernama Ikhsan Fathilah (10) dan Rafa Anggara (5) yang menjadi korban pembunuhan, berharap pelaku yang tidak lain adalah ayah tiri mereka dihukum mati lantaran perbuatan pelaku terhadap kedua putranya dinilai sangat sadis.

Hal ini diungkapkan oleh Zaenal Abidin kakek dari kedua bocah malang tersebut.

&quot;Biar proses hukum yang berjalan. Kalau kita berharap pelaku dihukum sebesar-beratnya. Kalau bisa hukuman mati,&quot; kata kakek korban Zainal Abidin usai proses pemakaman kedua cucunya di Pemakaman Jawa, Jseperti yang dilansir dari iNews.id, Senin (22/6/2020).

Kedua bocah tersebut dimakamkan pihak keluarga dalam satu liang lahat yang sebelumnya dibawa dengan cara digendong oleh sanak saudaranya. Isak tangis kerabat terdekat mengiringi proses pemakaman keduanya.

Diketahui, warga Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, dikejutkan dengan penemuan dua bocah yang tewas di dalam parit di area Global Prima National Plus School, Minggu 21 Juni 2020.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8yMi8xLzEyMTUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Baca Juga :&amp;nbsp;Ayah Pembunuh 2 Anak Tiri Pernah Coba Bunuh Istrinya

Kejadian ini berawal saat kedua korban meminta uang kepada Rahmadsyah untuk membeli es krim. Namun, Rahmadsyah mengatakan dia tidak memiliki uang.

Kedua korban terus meminta dan memaksa Rahmadsyah sehingga membuatnya kesal dan kemudian membawa kedua korban ke arah samping gedung bangunan sekolah. Diduga di situlah Rahmadsyah membunuh kedua korban.</content:encoded></item></channel></rss>
