<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Sebut Kelompok Radikal Rekrut Anggota secara Online saat Pandemi Corona</title><description>Boy Rafli menyebut kelompok radikal masih aktif merekrut anggota, baik secara online maupun offline.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona"/><item><title>BNPT Sebut Kelompok Radikal Rekrut Anggota secara Online saat Pandemi Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona-3LpATXB03j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPT Boy Rafli Amar. (Foto : Sindonews/Sutikno)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/337/2234911/bnpt-sebut-kelompok-radikal-rekrut-anggota-secara-online-saat-pandemi-corona-3LpATXB03j.jpg</image><title>Kepala BNPT Boy Rafli Amar. (Foto : Sindonews/Sutikno)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan kelompok radikal masih terus merekrut anggota di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kelompok radikal tersebut merekrut calon anggotanya secara online maupun offline di tengah pandemi corona.

&amp;ldquo;Kelompok radikal masih aktif melaksanakan aksinya melalui propaganda perekrutan, baik secara online maupun offline selama masa pandemi Covid-19,&quot; ujar Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa (23/6/2020).

Hanya saja, Boy tak menjelaskan secara rinci ihwal kelompok radikal yang dimaksudnya. Boy hanya menegaskan , BNPT akan terus berupaya melawan penyebaran radikalisme melalui sistem online alias daring.

Sebab, lanjut Boy, penyalahgunaan dunia maya terkait penyebarluasan radikalisme saat ini terbilang cukup tinggi.

&amp;ldquo;Ini adalah tugas BNPT. Bagaimana melakukan kontraradikalisme, melawan informasi yang bertentangan dengan nilai dasar falsafah bangsa kita, Pancasila,&amp;rdquo; tutur Boy.

Baca Juga : Kemenag Gelar Penguatan Moderasi Pemahaman Agama Cegah Radikalisme

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam rentang Januari hingga Juni 2020, sudah ada 84 tersangka lantaran diduga terkait jaringan terorisme.

&amp;ldquo;Ada 84 tersangka terkait masalah jaringan kelompok teror yang selama ini dalam pengawasan, dalam penyelidikan aparat penegak hukum. Mereka umumnya adalah merencanakan berbagai aksi, termasuk aksi-aksi serangan teror yang berhasil digagalkan,&amp;rdquo; tutur Boy.

Baca Juga : Boy Rafli Diharapkan Bawa BNPT Jadi Leading Sector Pemberantasan Terorisme



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan kelompok radikal masih terus merekrut anggota di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kelompok radikal tersebut merekrut calon anggotanya secara online maupun offline di tengah pandemi corona.

&amp;ldquo;Kelompok radikal masih aktif melaksanakan aksinya melalui propaganda perekrutan, baik secara online maupun offline selama masa pandemi Covid-19,&quot; ujar Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa (23/6/2020).

Hanya saja, Boy tak menjelaskan secara rinci ihwal kelompok radikal yang dimaksudnya. Boy hanya menegaskan , BNPT akan terus berupaya melawan penyebaran radikalisme melalui sistem online alias daring.

Sebab, lanjut Boy, penyalahgunaan dunia maya terkait penyebarluasan radikalisme saat ini terbilang cukup tinggi.

&amp;ldquo;Ini adalah tugas BNPT. Bagaimana melakukan kontraradikalisme, melawan informasi yang bertentangan dengan nilai dasar falsafah bangsa kita, Pancasila,&amp;rdquo; tutur Boy.

Baca Juga : Kemenag Gelar Penguatan Moderasi Pemahaman Agama Cegah Radikalisme

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam rentang Januari hingga Juni 2020, sudah ada 84 tersangka lantaran diduga terkait jaringan terorisme.

&amp;ldquo;Ada 84 tersangka terkait masalah jaringan kelompok teror yang selama ini dalam pengawasan, dalam penyelidikan aparat penegak hukum. Mereka umumnya adalah merencanakan berbagai aksi, termasuk aksi-aksi serangan teror yang berhasil digagalkan,&amp;rdquo; tutur Boy.

Baca Juga : Boy Rafli Diharapkan Bawa BNPT Jadi Leading Sector Pemberantasan Terorisme



</content:encoded></item></channel></rss>
