<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Angkot di Bogor Dijual Murah Selama Pandemi Covid-19</title><description>Dijual Rp20 juta juga enggak ada yang beli. Lagi turun semua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19"/><item><title>Banyak Angkot di Bogor Dijual Murah Selama Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19-kIkGzbhlgt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Angkot Bogor (Foto : Okezone.com/Putra RA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/338/2235129/banyak-angkot-di-bogor-dijual-murah-selama-pandemi-covid-19-kIkGzbhlgt.jpg</image><title>Ilustrasi Angkot Bogor (Foto : Okezone.com/Putra RA)</title></images><description>BOGOR - Kondisi moda transportasi angkot di Kota Bogor kian hari semakin memprihatinkan. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 lantaran pandemi virus corona atau Covid-19, pendapatan para sopir angkot terus mengalami penurunan drastis.

Hal itu diungkapkan salah satu sopir angkot trayek 07, Junaedi, yang mengaku mengalami penurunan penumpang sekitar 50 persen sejak penerapan PSBB. Bahkan, dirinya sempat libur beberapa saat karena sepinya penumpang.

&quot;Biasanya Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari. Sekarang cuma Rp120 ribu, itu juga harus ngetem dulu sejam,&quot; kata Junaedi, Selasa (23/6/2020).

Sepinya penumpang juga diperparah dengan masa libur sekolah di Kota Bogor yang sangat panjang imbas dari pandemi covi-19. Menurutnya, keberadaan anak sekolah menjadi sumber utama sopir angkot.

&quot;Pendapatan hilang banget saat anak-anak sekolah pada libur. Kalau cuma ngandelin nganter sayur ke pasar Anyar mah gak nutup. Ditambah PSBB cuma bawa penumpang setengahnya. Biasa sekali jalan Rp 20 ribu sekarang paling Rp 15 ribu,&quot; ungkap Junaedi.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ishack mengaku pendapatan sopir angkot saat ini juga berimbas kepada para pemilik angkot. Tak sedikit pemilik angkot yang terpaksa menurunkan angka setoranya kepada sopir.

&quot;Memang sekarang jauh di bawah normal. Kalau rata-rata sehari setorannya Rp100 ribu, selama PSBB ini paling sekitar Rp50 ribu saja,&quot; ucap Ishack.

Bahkan, beberapa pemilik juga terpaksa menjual angkotnya karena tingginya operasional dibandingkan pendapatan. Namun, usaha itu juga sangat sullit dilakukan karena angkot mereka susah dijual.

&quot;Sudah banyak yang menawarkan. Asal murah, tapi banyak yang enggak laku. Karena keadaan masih abnormal. Dijual Rp20 juta juga enggak ada yang beli. Lagi turun semua. Apalagi dileasing juga (rata-rata pinjam di leasing) bunganya naik,&quot; jelas Ishack.

Baca Juga :&amp;nbsp;Menata Peradaban Baru, seperti Mendarat di Pulau Tidak Dikenal
Baca Juga :&amp;nbsp;Beberapa Provinsi Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak Dibanding Kasus Positif Covid-19

Ia berharap agar kondisi ini dapat normal kembali dan para sopir angkot serta pemiliknya di Kota Bogor mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

&quot;Terkait operasi PSBB tahap 4 kemarin memasuki masa perpanjangan. Operasional angkot itu sekarang ada peningkatan yang tadinya cuma 50 persen, sekarang rata-rata 70 sampai 80 persen. Tapi setoran masih ada kerugian 40 persen karena sekolah dan beberapa perkantoran masih libur,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Kondisi moda transportasi angkot di Kota Bogor kian hari semakin memprihatinkan. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 lantaran pandemi virus corona atau Covid-19, pendapatan para sopir angkot terus mengalami penurunan drastis.

Hal itu diungkapkan salah satu sopir angkot trayek 07, Junaedi, yang mengaku mengalami penurunan penumpang sekitar 50 persen sejak penerapan PSBB. Bahkan, dirinya sempat libur beberapa saat karena sepinya penumpang.

&quot;Biasanya Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari. Sekarang cuma Rp120 ribu, itu juga harus ngetem dulu sejam,&quot; kata Junaedi, Selasa (23/6/2020).

Sepinya penumpang juga diperparah dengan masa libur sekolah di Kota Bogor yang sangat panjang imbas dari pandemi covi-19. Menurutnya, keberadaan anak sekolah menjadi sumber utama sopir angkot.

&quot;Pendapatan hilang banget saat anak-anak sekolah pada libur. Kalau cuma ngandelin nganter sayur ke pasar Anyar mah gak nutup. Ditambah PSBB cuma bawa penumpang setengahnya. Biasa sekali jalan Rp 20 ribu sekarang paling Rp 15 ribu,&quot; ungkap Junaedi.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ishack mengaku pendapatan sopir angkot saat ini juga berimbas kepada para pemilik angkot. Tak sedikit pemilik angkot yang terpaksa menurunkan angka setoranya kepada sopir.

&quot;Memang sekarang jauh di bawah normal. Kalau rata-rata sehari setorannya Rp100 ribu, selama PSBB ini paling sekitar Rp50 ribu saja,&quot; ucap Ishack.

Bahkan, beberapa pemilik juga terpaksa menjual angkotnya karena tingginya operasional dibandingkan pendapatan. Namun, usaha itu juga sangat sullit dilakukan karena angkot mereka susah dijual.

&quot;Sudah banyak yang menawarkan. Asal murah, tapi banyak yang enggak laku. Karena keadaan masih abnormal. Dijual Rp20 juta juga enggak ada yang beli. Lagi turun semua. Apalagi dileasing juga (rata-rata pinjam di leasing) bunganya naik,&quot; jelas Ishack.

Baca Juga :&amp;nbsp;Menata Peradaban Baru, seperti Mendarat di Pulau Tidak Dikenal
Baca Juga :&amp;nbsp;Beberapa Provinsi Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak Dibanding Kasus Positif Covid-19

Ia berharap agar kondisi ini dapat normal kembali dan para sopir angkot serta pemiliknya di Kota Bogor mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

&quot;Terkait operasi PSBB tahap 4 kemarin memasuki masa perpanjangan. Operasional angkot itu sekarang ada peningkatan yang tadinya cuma 50 persen, sekarang rata-rata 70 sampai 80 persen. Tapi setoran masih ada kerugian 40 persen karena sekolah dan beberapa perkantoran masih libur,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
