<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pernikahan di Semarang Jadi Klaster Penyebaran Virus Corona, 10 Orang Positif   </title><description>Klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, berasal dari hajatan pernikahan. Ibu dan adik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif"/><item><title> Pernikahan di Semarang Jadi Klaster Penyebaran Virus Corona, 10 Orang Positif   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif-ibJRU0ixaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/512/2235257/pernikahan-di-semarang-jadi-klaster-penyebaran-virus-corona-10-orang-positif-ibJRU0ixaJ.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>
SEMARANG - Klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, berasal dari hajatan pernikahan. Ibu dan adik mempelai perempuan meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Dinas Kesehatan Kota Semarang segera melakukan tracing dan tracking terhadap orang-orang yang terlibat dalam acara pernikahan itu. Pernikahan berlangsung di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, pada pertengahan Juni lalu.

&quot;Saya lakukan tracking dan tracing semuanya yang ikut ijab kabul,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Abdul Hakam, kepada awak media, Selasa (23/6/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kronologi Pernikahan Berujung Duka Akibat Covid-19 di Semarang&amp;nbsp;
&quot;Saya lakukan awalnya rapid test tapi karena saya dapatkan hanya satu yang reaktif dari 10 sampling yang saya lakukan. Saya lakukan swab test ternyata ketemu 3 positif,&quot; tambahnya.

Penelusuran riwayat kontak terus dilanjutkan. Petugas kesehatan menerapkan uji swab agar bisa diketahui orang-orang yang memiliki riwayat kontak terpapar atau bebas dari virus asal Wuhan China tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Pernikahan: Ibu Pengantin Meninggal &amp;amp; Sejumlah Tamu Undangan Positif Covid-19
&quot;Dari 3 yang positif, kontak eratnya ini juga kita cari lagi ketemu satu lagi. Ketemu satu lagi saya (swab) lagi dapat satu lagi. Jadi sudah ada ada 10-an dari klaster itu,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, petugas kesehatan menemukan klaster baru penyebaran Covid-19 dari acara pernikahan. Bahkan, ibu dan dan adik pengantin perempuan meninggal dunia. Selain itu, ayah mempelai perempuan juga dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
</description><content:encoded>
SEMARANG - Klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, berasal dari hajatan pernikahan. Ibu dan adik mempelai perempuan meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Dinas Kesehatan Kota Semarang segera melakukan tracing dan tracking terhadap orang-orang yang terlibat dalam acara pernikahan itu. Pernikahan berlangsung di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, pada pertengahan Juni lalu.

&quot;Saya lakukan tracking dan tracing semuanya yang ikut ijab kabul,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Abdul Hakam, kepada awak media, Selasa (23/6/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kronologi Pernikahan Berujung Duka Akibat Covid-19 di Semarang&amp;nbsp;
&quot;Saya lakukan awalnya rapid test tapi karena saya dapatkan hanya satu yang reaktif dari 10 sampling yang saya lakukan. Saya lakukan swab test ternyata ketemu 3 positif,&quot; tambahnya.

Penelusuran riwayat kontak terus dilanjutkan. Petugas kesehatan menerapkan uji swab agar bisa diketahui orang-orang yang memiliki riwayat kontak terpapar atau bebas dari virus asal Wuhan China tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Pernikahan: Ibu Pengantin Meninggal &amp;amp; Sejumlah Tamu Undangan Positif Covid-19
&quot;Dari 3 yang positif, kontak eratnya ini juga kita cari lagi ketemu satu lagi. Ketemu satu lagi saya (swab) lagi dapat satu lagi. Jadi sudah ada ada 10-an dari klaster itu,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, petugas kesehatan menemukan klaster baru penyebaran Covid-19 dari acara pernikahan. Bahkan, ibu dan dan adik pengantin perempuan meninggal dunia. Selain itu, ayah mempelai perempuan juga dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
</content:encoded></item></channel></rss>
