<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SMRC: 80% Masyarakat Setuju New Normal</title><description>Menurut Ade, hasil positif dari survei SMRC tak lepas dari masyarakat yang mulai merasakan ekonomi nasional lebih buruk dari tahun lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal"/><item><title>SMRC: 80% Masyarakat Setuju New Normal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal-HAVnVUrGpe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi new normal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/337/2236272/smrc-80-masyarakat-setuju-new-normal-HAVnVUrGpe.jpg</image><title>Ilustrasi new normal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyampaikan hasil survei tentang kondisi ekonomi di masa Covid-19 dan respons kebijakannya, Kamis (25/6/2020). Hasilnya, sebanyak 80% masyarakat menyetujui kebijakan pemerintah melakukan transisi new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi corona. Sementara masyarakat yang tidak setuju new normal 15%.
&quot;Lebih spesifik lagi, 92% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan bekerja di luar rumah. Demikian juga, 93% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan tempat ibadah, dan 90% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan transportasi umum,&quot; kata Direktur Media SMRC, Ade Armado saat menyampaikan hasil surveinya secara webinar.
Temuan SMRC juga mendapatkan hasil bahwa sebanyak 81% masyarakat mengetahui adanya kebijakan kenormalan baru. Menurut Ade, hasil positif dari survei SMRC tak lepas dari masyarakat yang mulai merasakan ekonomi nasional lebih buruk dari tahun lalu.
Sekitar 85% merasa keadaan ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu. Survei ini juga menemukan 71% warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19.
&quot;Sekitar 76% mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah,&quot; tuturnya.

Ade melanjutkan, sebanyak 83% masyarakat mulai merasakan penilaian negatif dan menganggap kondisi ekonomi rumah tangganya mulai memburuk. Selain itu, optimisme masyarakat tentang kondisi ekonomi nasional setelah kebijakan new normal juga masih belum tinggi.
&quot;Hanya 44% yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik, dan hanya 34% yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding sekarang,&quot; lanjutnya.
&quot;Optimisme atas kondisi ekonomi nasional ke depan 34%. Sekarang ini lebih rendah dibanding pada masa sebelum Covid-19 yang berkisar antara 51-66% dalam lima tahun terakhir,&quot; tambah Ade.&amp;nbsp;
Ade menambahkan, hasil survei SMRC tentang kondisi ekonomi saat pandemi Covid-19 sebenarnya jauh lebih baik di banding pada hasil survei pada 4-5 Mei 2020 lalu. &quot;Di mana yang merasa optimistis dengan kondisi ekonomi rumah nasional dan rumah tangga hanya 27-29%. Optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat sedikit menguat,&quot; tandasnya.
Survei dilakukan pada 18-20 Juni 2020 dengan teknik asumsi random sampling. Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan 1978 responden di seluruh Indonesia. Adapun margin of error hasil survei sebesar 2,2% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.</description><content:encoded>JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyampaikan hasil survei tentang kondisi ekonomi di masa Covid-19 dan respons kebijakannya, Kamis (25/6/2020). Hasilnya, sebanyak 80% masyarakat menyetujui kebijakan pemerintah melakukan transisi new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi corona. Sementara masyarakat yang tidak setuju new normal 15%.
&quot;Lebih spesifik lagi, 92% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan bekerja di luar rumah. Demikian juga, 93% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan tempat ibadah, dan 90% setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan transportasi umum,&quot; kata Direktur Media SMRC, Ade Armado saat menyampaikan hasil surveinya secara webinar.
Temuan SMRC juga mendapatkan hasil bahwa sebanyak 81% masyarakat mengetahui adanya kebijakan kenormalan baru. Menurut Ade, hasil positif dari survei SMRC tak lepas dari masyarakat yang mulai merasakan ekonomi nasional lebih buruk dari tahun lalu.
Sekitar 85% merasa keadaan ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu. Survei ini juga menemukan 71% warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19.
&quot;Sekitar 76% mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah,&quot; tuturnya.

Ade melanjutkan, sebanyak 83% masyarakat mulai merasakan penilaian negatif dan menganggap kondisi ekonomi rumah tangganya mulai memburuk. Selain itu, optimisme masyarakat tentang kondisi ekonomi nasional setelah kebijakan new normal juga masih belum tinggi.
&quot;Hanya 44% yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik, dan hanya 34% yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding sekarang,&quot; lanjutnya.
&quot;Optimisme atas kondisi ekonomi nasional ke depan 34%. Sekarang ini lebih rendah dibanding pada masa sebelum Covid-19 yang berkisar antara 51-66% dalam lima tahun terakhir,&quot; tambah Ade.&amp;nbsp;
Ade menambahkan, hasil survei SMRC tentang kondisi ekonomi saat pandemi Covid-19 sebenarnya jauh lebih baik di banding pada hasil survei pada 4-5 Mei 2020 lalu. &quot;Di mana yang merasa optimistis dengan kondisi ekonomi rumah nasional dan rumah tangga hanya 27-29%. Optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat sedikit menguat,&quot; tandasnya.
Survei dilakukan pada 18-20 Juni 2020 dengan teknik asumsi random sampling. Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan 1978 responden di seluruh Indonesia. Adapun margin of error hasil survei sebesar 2,2% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.</content:encoded></item></channel></rss>
