<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kali Bekasi Bau Kentut, Pemkot Sebut Penanganan Harus Menyeluruh   </title><description>Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa masalah pencemaran limbah di Kali Bekasi harus ditangani secara menyeluruh.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh"/><item><title>Kali Bekasi Bau Kentut, Pemkot Sebut Penanganan Harus Menyeluruh   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh-rkkTgfQPps.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga keluhkan bau kentut dari Kali Bekasi. Foto: Wisnu Yusef.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/338/2236370/kali-bekasi-bau-kentut-pemkot-sebut-penanganan-harus-menyeluruh-rkkTgfQPps.jpg</image><title>Warga keluhkan bau kentut dari Kali Bekasi. Foto: Wisnu Yusef.</title></images><description>BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa masalah pencemaran limbah di Kali Bekasi harus ditangani secara menyeluruh. Terlebih, Kali Bekasi hampir setiap tahunya tercemar air limbah dari hulu.

&quot;Jadi kali Bekasi penanganannya harus secara keseluruhan, secara holistik. Di mana kewenangannya itu ada di Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan),&quot; kata Tri di kantornya, Kamis (25/6/2020).

Terlebih kata Tri, limbah tersebut mengalir sebelum masuk ke aliran Kali di Bekasi. Sehingga penangananya tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

&quot;Nah itu (pencemaran) kan terjadi sebelum masuk Kota Bekasi, di Cerug Parigi (aliran Sungai Cileungsi). Jadi memang ada asumsi harus secara integrasi antara kabupaten, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor,&quot; ungkap Tri.

Pencemaran limbah di Kali Bekasi terjadi secara rutin tiap tahun, tanda-tanda pencemaran mulai terlihat ketika memasuki musim panas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Warga Dekat Kali Bekasi Keluhkan Bau Kentut&amp;nbsp;
Debit air kali yang berkurang sehingga volume limbah lebih mendominasi, bau tidak sedap dan muncul buih putih merupakan pemandangan yang kerap terjadi.

Pencemaran limbah di aliran Kali Bekasi baru-baru ini kembali terjadi. Permukaan air dipenuhi busa berwarna putih dan bau tidak sedap tercium di sekitaran Bendungan Bekasi, Rabu, (24/6/2020).

Air yang bercampur busa itu terlihat di bawah bendungan. Busa tebal terlihat mengalir sepenjang Kali Bekasi di bawah Jalan M Hasibuan. Bahkan warga Kelurahan Margahayu mencium bau tak sedap seperti kentut.

Seperti yang dirasakan Tatang (43) warga setempat. Dirinya mengendus bau kentut ketika memancing di Kali Bekasi tersebut. &quot;Ini airnya bau kentut, coba saja pegang airnya,&quot; kata Tatang kepada wartawan pada Rabu 24 Juni 2020.
</description><content:encoded>BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa masalah pencemaran limbah di Kali Bekasi harus ditangani secara menyeluruh. Terlebih, Kali Bekasi hampir setiap tahunya tercemar air limbah dari hulu.

&quot;Jadi kali Bekasi penanganannya harus secara keseluruhan, secara holistik. Di mana kewenangannya itu ada di Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan),&quot; kata Tri di kantornya, Kamis (25/6/2020).

Terlebih kata Tri, limbah tersebut mengalir sebelum masuk ke aliran Kali di Bekasi. Sehingga penangananya tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

&quot;Nah itu (pencemaran) kan terjadi sebelum masuk Kota Bekasi, di Cerug Parigi (aliran Sungai Cileungsi). Jadi memang ada asumsi harus secara integrasi antara kabupaten, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor,&quot; ungkap Tri.

Pencemaran limbah di Kali Bekasi terjadi secara rutin tiap tahun, tanda-tanda pencemaran mulai terlihat ketika memasuki musim panas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Warga Dekat Kali Bekasi Keluhkan Bau Kentut&amp;nbsp;
Debit air kali yang berkurang sehingga volume limbah lebih mendominasi, bau tidak sedap dan muncul buih putih merupakan pemandangan yang kerap terjadi.

Pencemaran limbah di aliran Kali Bekasi baru-baru ini kembali terjadi. Permukaan air dipenuhi busa berwarna putih dan bau tidak sedap tercium di sekitaran Bendungan Bekasi, Rabu, (24/6/2020).

Air yang bercampur busa itu terlihat di bawah bendungan. Busa tebal terlihat mengalir sepenjang Kali Bekasi di bawah Jalan M Hasibuan. Bahkan warga Kelurahan Margahayu mencium bau tak sedap seperti kentut.

Seperti yang dirasakan Tatang (43) warga setempat. Dirinya mengendus bau kentut ketika memancing di Kali Bekasi tersebut. &quot;Ini airnya bau kentut, coba saja pegang airnya,&quot; kata Tatang kepada wartawan pada Rabu 24 Juni 2020.
</content:encoded></item></channel></rss>
