<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungi Jatim, Ini 7 Arahan Jokowi Terkait Perang Lawan Covid-19   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19"/><item><title>Kunjungi Jatim, Ini 7 Arahan Jokowi Terkait Perang Lawan Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19-vtZp406db6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo kunjungi Jatim. Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/519/2236098/kunjungi-jatim-ini-7-arahan-jokowi-terkait-perang-lawan-covid-19-vtZp406db6.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo kunjungi Jatim. Foto: Istimewa</title></images><description>SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kunjungannya kali ini dalam rangka memberikan arahan perang melawan virus corona (Covid-19).
Dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat Jatim di Gedung Negara Grahadi, Jokowi memaparkan tujuh arahan terkait pengentasan Covid-19. Ketujuh arahan itu yakni:
Pertama, memiliki perasaan yang sama, bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Sebaliknya, bukan merasa normal-normal saja, sehingga abai terhadap penanganan dan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Masyarakat juga demikian. Jangan menganggap situasi ini normal, sehingga ke mana-mana tidak memakai masker. Maka, kepala daerah harus mengingatkan berkali-kali,&amp;rdquo; katanya, Kamis (25/6/2020).
Atas tujuan ini pula Jokowi meminta kepada seluruh instansi pemerintahan untuk bekerja sama menangani Covid-19. Tidak berjalan sendiri-sendiri. &amp;ldquo;Koordinasi antarmanajemen harus betul-betul ditingkatkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dikutip dari iNews.
Kedua, tes massif, pelacakan, isolasi hingga treatmen harus terus dilakukan, dengan jumlah yang lebih banyak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Lampaui Jakarta, Ini Kata Khofifah
Ketiga, apabila Covid-19 terkendali dan masuk ke new normal, maka harus ada prakondisi terlebih dahulu. &amp;ldquo;Jangan langsung dibuka. Cari timing yang tepat. Kabupaten mana dulu, kota mana dulu dan sektor mana dulu yang harus dibuka. Bukan langsung semua,&amp;rdquo; ujarnya.
Keempat, mengajak tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. &amp;ldquo;Misalnya keharusan mengenakan masker dan mencuci tangan, ini terus diulang-ulang,&amp;rdquo; katanya.
Kelima, meminta kepada gubernur dan bupati atau wali kota agar dalam membuat kebijakan terkait Covid-19, merujuk data science dan pakar epidemiologi. &amp;ldquo;Jangan membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya,&amp;rdquo; ujarnya.Keenam, meminta kepala daerah menyiapkan alternatif strategi penanganan agar betul-betul siaga dalam menghadapi situasi tak terduga. &amp;ldquo;Siapkan plane A, B dan C-nya. Hari-hati, dunia sudah mendekati 10 juta kasus positif. Kita tidak ingin ikut terseret pada angka-angka yang besar,&amp;rdquo; katanya.
Ketujuh, meminta agar dalam dua minggu ke depan angka Covid-19 di Jatim ada penurunan. &amp;ldquo;Ini penting agar kita bisa masuk ke tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kunjungannya kali ini dalam rangka memberikan arahan perang melawan virus corona (Covid-19).
Dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat Jatim di Gedung Negara Grahadi, Jokowi memaparkan tujuh arahan terkait pengentasan Covid-19. Ketujuh arahan itu yakni:
Pertama, memiliki perasaan yang sama, bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Sebaliknya, bukan merasa normal-normal saja, sehingga abai terhadap penanganan dan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Masyarakat juga demikian. Jangan menganggap situasi ini normal, sehingga ke mana-mana tidak memakai masker. Maka, kepala daerah harus mengingatkan berkali-kali,&amp;rdquo; katanya, Kamis (25/6/2020).
Atas tujuan ini pula Jokowi meminta kepada seluruh instansi pemerintahan untuk bekerja sama menangani Covid-19. Tidak berjalan sendiri-sendiri. &amp;ldquo;Koordinasi antarmanajemen harus betul-betul ditingkatkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dikutip dari iNews.
Kedua, tes massif, pelacakan, isolasi hingga treatmen harus terus dilakukan, dengan jumlah yang lebih banyak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Lampaui Jakarta, Ini Kata Khofifah
Ketiga, apabila Covid-19 terkendali dan masuk ke new normal, maka harus ada prakondisi terlebih dahulu. &amp;ldquo;Jangan langsung dibuka. Cari timing yang tepat. Kabupaten mana dulu, kota mana dulu dan sektor mana dulu yang harus dibuka. Bukan langsung semua,&amp;rdquo; ujarnya.
Keempat, mengajak tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. &amp;ldquo;Misalnya keharusan mengenakan masker dan mencuci tangan, ini terus diulang-ulang,&amp;rdquo; katanya.
Kelima, meminta kepada gubernur dan bupati atau wali kota agar dalam membuat kebijakan terkait Covid-19, merujuk data science dan pakar epidemiologi. &amp;ldquo;Jangan membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya,&amp;rdquo; ujarnya.Keenam, meminta kepala daerah menyiapkan alternatif strategi penanganan agar betul-betul siaga dalam menghadapi situasi tak terduga. &amp;ldquo;Siapkan plane A, B dan C-nya. Hari-hati, dunia sudah mendekati 10 juta kasus positif. Kita tidak ingin ikut terseret pada angka-angka yang besar,&amp;rdquo; katanya.
Ketujuh, meminta agar dalam dua minggu ke depan angka Covid-19 di Jatim ada penurunan. &amp;ldquo;Ini penting agar kita bisa masuk ke tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
