<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Beri Deadline ke Jatim: Dua Minggu Angka Covid-19 Harus Turun!</title><description>Jokowi meminta Pemprov Jawa Timur agar dalam waktu dua minggu mampu menurunkan angka kasus Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun"/><item><title>Jokowi Beri Deadline ke Jatim: Dua Minggu Angka Covid-19 Harus Turun!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun-0b5xuGBPff.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/519/2236144/jokowi-beri-deadline-ke-jatim-dua-minggu-angka-covid-19-harus-turun-0b5xuGBPff.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Biro Pers Setpres)</title></images><description>SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Di sana, ia memantau perkembangan Covid-19 secara langsung didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Jokowi pun meminta Pemprov Jawa Timur agar dalam waktu dua minggu mampu menurunkan angka kasus Covid-19. Dengan demikian, masyarakat bisa memasuki masa normal baru dan beraktivitas seperti biasa.

Hal itu disampaikan Jokowi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (25/6/2020). Jokowi mengingatkan, kasus Covid-19 di seluruh dunia saat ini hampir mendekati 10 juta kasus positif.

&quot;Kita tidak ingin terseret dalam angka-angka. Maka perlu siaga. Siapkan plan A, plan B, maupun plan C agar siaga dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Siapkan semuanya, rumah sakitnya, SDM-nya, kamarnya,&quot; katanya.

Jokowi juga meminta agar kepala daerah setiap mengambil kebijakan harus berbasis pada data sains dan meminta pertimbangan pada para ahli di bidangnya. &quot;Jangan mengambil kebijakan tanpa melihat data. Tanpa mendengarkan saran dari pakar, baik itu pakar epidemiologi maupun dari perguruan tinggi,&quot; kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta ada prakondisi terlebih dulu sebelum memasuki normal baru. Kepala daerah harus bisa menentukan waktu yang tepat kapan prakondisi normal baru bisa dilakukan.

&quot;Harus ditentukan, kabupaten atau kota mana dulu. Lalu prioritas sektor mana yang bisa dibuka. Jangan langsung dibuka semuanya. Sektor yang berisiko rendah bisa didahulukan,&quot; pinta Jokowi.
</description><content:encoded>SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Di sana, ia memantau perkembangan Covid-19 secara langsung didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Jokowi pun meminta Pemprov Jawa Timur agar dalam waktu dua minggu mampu menurunkan angka kasus Covid-19. Dengan demikian, masyarakat bisa memasuki masa normal baru dan beraktivitas seperti biasa.

Hal itu disampaikan Jokowi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (25/6/2020). Jokowi mengingatkan, kasus Covid-19 di seluruh dunia saat ini hampir mendekati 10 juta kasus positif.

&quot;Kita tidak ingin terseret dalam angka-angka. Maka perlu siaga. Siapkan plan A, plan B, maupun plan C agar siaga dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Siapkan semuanya, rumah sakitnya, SDM-nya, kamarnya,&quot; katanya.

Jokowi juga meminta agar kepala daerah setiap mengambil kebijakan harus berbasis pada data sains dan meminta pertimbangan pada para ahli di bidangnya. &quot;Jangan mengambil kebijakan tanpa melihat data. Tanpa mendengarkan saran dari pakar, baik itu pakar epidemiologi maupun dari perguruan tinggi,&quot; kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta ada prakondisi terlebih dulu sebelum memasuki normal baru. Kepala daerah harus bisa menentukan waktu yang tepat kapan prakondisi normal baru bisa dilakukan.

&quot;Harus ditentukan, kabupaten atau kota mana dulu. Lalu prioritas sektor mana yang bisa dibuka. Jangan langsung dibuka semuanya. Sektor yang berisiko rendah bisa didahulukan,&quot; pinta Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
