<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Program Guru Penggerak, Pemerintah Rekrut 280 Fasilitator dan 560 Pendamping </title><description>Tahun ini rencananya pemerintah melalui Kemendikbud akan merekrut sekitar 280 fasilitator dan 560 pendamping.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping"/><item><title>Program Guru Penggerak, Pemerintah Rekrut 280 Fasilitator dan 560 Pendamping </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping</guid><pubDate>Jum'at 26 Juni 2020 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Karina Asta Widara </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping-ZGKn2XzyTc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dok okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/26/1/2236984/program-guru-penggerak-pemerintah-rekrut-280-fasilitator-dan-560-pendamping-ZGKn2XzyTc.jpg</image><title>Foto : Dok okezone</title></images><description>JAKARTA- Perubahan besar memang sangat diperlukan di era zaman globalisasi seperti sekarang ini. Khususnya untuk dunia pendidikan yang juga harus dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang semakin maju.
Maka dari itu, sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar yang menuntut pendidikan dapat disampaikan secara kondusif dan menyenangkan, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mempersiapkan peluncuran program Guru Penggerak dan membuka kesempatan bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak.
&amp;ldquo;Kami mengajak para insan pendidikan terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia denga bergabung menjadi tim pendukung Guru Penggerak,&amp;rdquo; papar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, di Jakarta beberapa waktu yang lalu
Iwan menuturkan, kedepannya Guru Guru Penggerak dan tim pendukungnya harus mampu mencetak SDM unggul yang berkompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila yang ada.
&amp;ldquo;Transformasi pendidikan yang kita cita-citakan bersama, hanya bisa terwujud di saat semua pemangku kepentingan berorientasi pada murid,&amp;rdquo; imbuh Iwan.
Menurut hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dari tahun ke tahun menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan peringkat hasil PISA rendah di dunia. Maka dari itu melihat kondisi yang cukup memprihatinkan ini, kemendikbud berusaha fokus meningkatkan hasil belajar murid, dan tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui program Guru Penggerak.
Tahun ini rencananya pemerintah melalui Kemendikbud akan merekrut sekitar 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping ini akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak. Maka dari itu, Kemendikbud mengajak para widyaiswara untuk segera mendaftarkan diri sebagai fasilitator yang bertugas memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak.
Sementara itu, untuk tugas para pendamping diharapkan dapat menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Para pendamping akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.
Rekrutmen untuk pembukaan calon fasilitator sudah dibuka mulai Senin, 15 Juni sampai dengan Rabu 24 Juni 2020 lalu, sementara rekrutmen pendamping dibuka Senin, 15 Juni dan ditutup Jumat, 26 Juni 2020. Mengenai Informasi kriteria, proses rekrutmen, dan pendaftaran dapat diikuti pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/. CM</description><content:encoded>JAKARTA- Perubahan besar memang sangat diperlukan di era zaman globalisasi seperti sekarang ini. Khususnya untuk dunia pendidikan yang juga harus dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang semakin maju.
Maka dari itu, sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar yang menuntut pendidikan dapat disampaikan secara kondusif dan menyenangkan, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mempersiapkan peluncuran program Guru Penggerak dan membuka kesempatan bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak.
&amp;ldquo;Kami mengajak para insan pendidikan terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia denga bergabung menjadi tim pendukung Guru Penggerak,&amp;rdquo; papar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, di Jakarta beberapa waktu yang lalu
Iwan menuturkan, kedepannya Guru Guru Penggerak dan tim pendukungnya harus mampu mencetak SDM unggul yang berkompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila yang ada.
&amp;ldquo;Transformasi pendidikan yang kita cita-citakan bersama, hanya bisa terwujud di saat semua pemangku kepentingan berorientasi pada murid,&amp;rdquo; imbuh Iwan.
Menurut hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dari tahun ke tahun menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan peringkat hasil PISA rendah di dunia. Maka dari itu melihat kondisi yang cukup memprihatinkan ini, kemendikbud berusaha fokus meningkatkan hasil belajar murid, dan tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui program Guru Penggerak.
Tahun ini rencananya pemerintah melalui Kemendikbud akan merekrut sekitar 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping ini akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak. Maka dari itu, Kemendikbud mengajak para widyaiswara untuk segera mendaftarkan diri sebagai fasilitator yang bertugas memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak.
Sementara itu, untuk tugas para pendamping diharapkan dapat menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Para pendamping akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.
Rekrutmen untuk pembukaan calon fasilitator sudah dibuka mulai Senin, 15 Juni sampai dengan Rabu 24 Juni 2020 lalu, sementara rekrutmen pendamping dibuka Senin, 15 Juni dan ditutup Jumat, 26 Juni 2020. Mengenai Informasi kriteria, proses rekrutmen, dan pendaftaran dapat diikuti pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/. CM</content:encoded></item></channel></rss>
