<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hindari Kontak Langsung, Pedagang Bertransaksi Pakai Gayung</title><description>Bisa juga pedagang memodifikasi tongkat untuk transaksi tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung"/><item><title>Hindari Kontak Langsung, Pedagang Bertransaksi Pakai Gayung</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung</guid><pubDate>Jum'at 26 Juni 2020 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung-lnPuudsu6E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemkab Demak manfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi di pasar (Foto : Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/26/512/2237023/hindari-kontak-langsung-pedagang-bertransaksi-pakai-gayung-lnPuudsu6E.jpg</image><title>Pemkab Demak manfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi di pasar (Foto : Pemprov Jateng)</title></images><description>JAKARTA - Berbagai cara dilakukan pemerintah daerah untuk bisa memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Seperti yang dilakukan Pemkab Demak dengan meminimalkan kontak pedagang dan pembeli di pasar dengan memanfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain menuturkan, sebelumnya telah diberlakukan pembatasan waktu operasional pasar dan akses satu pintu.
Selain cara tersebut, upaya lain yang dilakukan adalah dengan membatasi kontak langsung antara penjual dan pembeli dengan memanfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi. Dengan gayung, pedagang dan pembeli bisa menyerahkan barang atau menerima pembayaran uang.
&amp;rdquo;Bisa juga pedagang memodifikasi tongkat untuk transaksi tersebut. Ini sangat sederhana, namun dapat menjadi perlindungan tambahan dari pedagangnya,&amp;rdquo; kata Iskandar, seperti dilansir dari situs resmi Pemprov Jateng, Jumat (26/6/2020).
Baca Juga :&amp;nbsp;Patung RA Kartini pun Pakai Masker
Baca Juga :&amp;nbsp;1.355 Perempuan Bandung Jadi Janda Baru Selama Pandemi
Untuk melancarkan program tersebut, Pemkab Demak pun membagikan sebanyak 1.800 buah gayung di dua pasar, yakni Pasar Bintoro dan Pasar Mranggen.
&amp;ldquo;Sebanyak 1.000 buah gayung kita bagikan di Pasar Bintoro dan 800 (buah) di Pasar Mranggen. Penggunaan sarana pembayaran menggunakan gayung ini akan dievaluasi kembali. Bila efektif akan ditambah jumlahnya ke pasar-pasar lain,&amp;rdquo; kata Iskandar.</description><content:encoded>JAKARTA - Berbagai cara dilakukan pemerintah daerah untuk bisa memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Seperti yang dilakukan Pemkab Demak dengan meminimalkan kontak pedagang dan pembeli di pasar dengan memanfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain menuturkan, sebelumnya telah diberlakukan pembatasan waktu operasional pasar dan akses satu pintu.
Selain cara tersebut, upaya lain yang dilakukan adalah dengan membatasi kontak langsung antara penjual dan pembeli dengan memanfaatkan gayung sebagai alat bantu transaksi. Dengan gayung, pedagang dan pembeli bisa menyerahkan barang atau menerima pembayaran uang.
&amp;rdquo;Bisa juga pedagang memodifikasi tongkat untuk transaksi tersebut. Ini sangat sederhana, namun dapat menjadi perlindungan tambahan dari pedagangnya,&amp;rdquo; kata Iskandar, seperti dilansir dari situs resmi Pemprov Jateng, Jumat (26/6/2020).
Baca Juga :&amp;nbsp;Patung RA Kartini pun Pakai Masker
Baca Juga :&amp;nbsp;1.355 Perempuan Bandung Jadi Janda Baru Selama Pandemi
Untuk melancarkan program tersebut, Pemkab Demak pun membagikan sebanyak 1.800 buah gayung di dua pasar, yakni Pasar Bintoro dan Pasar Mranggen.
&amp;ldquo;Sebanyak 1.000 buah gayung kita bagikan di Pasar Bintoro dan 800 (buah) di Pasar Mranggen. Penggunaan sarana pembayaran menggunakan gayung ini akan dievaluasi kembali. Bila efektif akan ditambah jumlahnya ke pasar-pasar lain,&amp;rdquo; kata Iskandar.</content:encoded></item></channel></rss>
