<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sembilan Rumah Rusak dan Akses Jalan Palopo-Tanah Toraja Terputus Akibat Longsor </title><description>Sembilan rumah rusak berat dan akses jalan Palopo-Tanah Toraja putus akibat longsor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor"/><item><title>Sembilan Rumah Rusak dan Akses Jalan Palopo-Tanah Toraja Terputus Akibat Longsor </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor</guid><pubDate>Sabtu 27 Juni 2020 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor-VTZXUHNHlH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Kota Palopo, Sulsel. (BBPB Palopo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/27/609/2237240/sembilan-rumah-rusak-dan-akses-jalan-palopo-tanah-toraja-terputus-akibat-longsor-VTZXUHNHlH.jpg</image><title>Longsor di Kota Palopo, Sulsel. (BBPB Palopo)</title></images><description>PALOPO &amp;ndash; Longsor mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/6/2020) pukul 16.00 Wita. BPBD Kota Palopo melaporkan longsor dipicu hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus. &amp;ldquo;BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Ia menyebutkan, pascainsiden tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Raditya melanjutkan, tim juga mengevakuasi warga terdampak. &amp;ldquo;Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu,&amp;rdquo; ucapnya.

Ia menjelaskan, Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

Raditya berharap masyarakat setempat mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Itu terutama, lanjut dia, saat kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut. &amp;ldquo;Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah,&amp;rdquo; katanya.


Baca Juga : Longsor di Palopo, 5 Rumah Warga Terseret dan Jalan Trans Sulawesi Terputus
 


Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.</description><content:encoded>PALOPO &amp;ndash; Longsor mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/6/2020) pukul 16.00 Wita. BPBD Kota Palopo melaporkan longsor dipicu hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus. &amp;ldquo;BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Ia menyebutkan, pascainsiden tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Raditya melanjutkan, tim juga mengevakuasi warga terdampak. &amp;ldquo;Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu,&amp;rdquo; ucapnya.

Ia menjelaskan, Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

Raditya berharap masyarakat setempat mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Itu terutama, lanjut dia, saat kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut. &amp;ldquo;Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah,&amp;rdquo; katanya.


Baca Juga : Longsor di Palopo, 5 Rumah Warga Terseret dan Jalan Trans Sulawesi Terputus
 


Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
