<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langkah Nyata Guru Penggerak Di Berbagai Penjuru Negeri</title><description>&amp;nbsp;Santi Kusuma Dewi dan Maria Yosephina, dua orang guru inspiratif yang telah melakukan sejumlah langkah nyata sebagai guru penggerak</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri"/><item><title>Langkah Nyata Guru Penggerak Di Berbagai Penjuru Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2020 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri-YO4Rgwbdid.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Kemendikbud</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/29/1/2238305/langkah-nyata-guru-penggerak-di-berbagai-penjuru-negeri-YO4Rgwbdid.jpg</image><title>Foto: Dok Kemendikbud</title></images><description>Di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  menyelenggarakan lomba menulis surat untuk Mendikbud Nadiem Makarim. Dari ribuan surat yang masuk, Kemendikbud telah memilih lima surat paling menginspirasi yaitu  dua surat yang dikirim dari guru dan tiga surat dari siswa.
Surat paling inspiratif kategori guru ditulis oleh Santi Kusuma Dewi dari SMP Islam Baitul Izzah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan Maria Yosephina Morukh dari SD Kristen Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai guru penggerak, Ibu Guru Santi Kusuma Dewi melakukan sejumlah langkah nyata, diantaranya:
&amp;bull;	Selama ramadan, Santi mengajak siswa-siswanya menggalang dana. Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, membuat akun Instagram dengan nama @celenganrindukita dengan tujuan menggerakkan kebaikan di hati tiap orang untuk membantu melalui donasi dengan kekuatan media sosial
&amp;bull;	Mengajarkan siswa-siswanya bermain coding (meski dirinya adalah guru Bahasa Inggris)
&amp;bull;	Menggunakan Google Earth sebagai media pembelajaran guna mengajak siswanya &amp;ldquo;keliling dunia&amp;rdquo;.
Sementara itu, Ibu guru Maria Yosephina Morukh juga dinobatkan sebagai guru penggerak melakukan sejumlah langkah nyata, diantaranya:
&amp;bull;	Guru honorer yang mengajar di daerah pedalaman yang jauh dari perkotaan dimana fasilitas jaringan internetnya disana kurang stabil.
&amp;bull;	Maria melakukan jadwal kunjungan murid dari rumah ke rumah setiap harinya dengan menggunakan sepeda motor memastikan murid-muridnyanya tetap mendapatkan pembelajaran.
&amp;bull;	 Pada kunjungan ke rumah, Maria mengingatkan siswa agar selalu menjaga kebersihan terutama mencuci tangan dan menggunakan masker apabila bepergian keluar rumah.
Mendikbud, Nadiem Makarim mengapresiasi langkah Santi dan Maria sebagai contoh nyata dari guru penggerak.
&amp;ldquo;Saya ada satu kata untuk mendeskripsikan guru-guru seperti ibu Santi dan ibu Maria, itu namanya guru penggerak. Anda adalah guru-guru penggerak di masing-masing daerah. Sudah kelihatan, saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu. Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak. Dan Andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita.&amp;rdquo;  kata Mendikbud Nadiem Makarim melalui kanal YouTube Kemendikbud di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
CM</description><content:encoded>Di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  menyelenggarakan lomba menulis surat untuk Mendikbud Nadiem Makarim. Dari ribuan surat yang masuk, Kemendikbud telah memilih lima surat paling menginspirasi yaitu  dua surat yang dikirim dari guru dan tiga surat dari siswa.
Surat paling inspiratif kategori guru ditulis oleh Santi Kusuma Dewi dari SMP Islam Baitul Izzah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan Maria Yosephina Morukh dari SD Kristen Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai guru penggerak, Ibu Guru Santi Kusuma Dewi melakukan sejumlah langkah nyata, diantaranya:
&amp;bull;	Selama ramadan, Santi mengajak siswa-siswanya menggalang dana. Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, membuat akun Instagram dengan nama @celenganrindukita dengan tujuan menggerakkan kebaikan di hati tiap orang untuk membantu melalui donasi dengan kekuatan media sosial
&amp;bull;	Mengajarkan siswa-siswanya bermain coding (meski dirinya adalah guru Bahasa Inggris)
&amp;bull;	Menggunakan Google Earth sebagai media pembelajaran guna mengajak siswanya &amp;ldquo;keliling dunia&amp;rdquo;.
Sementara itu, Ibu guru Maria Yosephina Morukh juga dinobatkan sebagai guru penggerak melakukan sejumlah langkah nyata, diantaranya:
&amp;bull;	Guru honorer yang mengajar di daerah pedalaman yang jauh dari perkotaan dimana fasilitas jaringan internetnya disana kurang stabil.
&amp;bull;	Maria melakukan jadwal kunjungan murid dari rumah ke rumah setiap harinya dengan menggunakan sepeda motor memastikan murid-muridnyanya tetap mendapatkan pembelajaran.
&amp;bull;	 Pada kunjungan ke rumah, Maria mengingatkan siswa agar selalu menjaga kebersihan terutama mencuci tangan dan menggunakan masker apabila bepergian keluar rumah.
Mendikbud, Nadiem Makarim mengapresiasi langkah Santi dan Maria sebagai contoh nyata dari guru penggerak.
&amp;ldquo;Saya ada satu kata untuk mendeskripsikan guru-guru seperti ibu Santi dan ibu Maria, itu namanya guru penggerak. Anda adalah guru-guru penggerak di masing-masing daerah. Sudah kelihatan, saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu. Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak. Dan Andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita.&amp;rdquo;  kata Mendikbud Nadiem Makarim melalui kanal YouTube Kemendikbud di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
CM</content:encoded></item></channel></rss>
