<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gelar Ratas Covid-19, Presiden Jokowi: Saya Minta Menteri Membuat Terobosan!   </title><description>Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan"/><item><title> Gelar Ratas Covid-19, Presiden Jokowi: Saya Minta Menteri Membuat Terobosan!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2020 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan-WUZjv8VOdL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/29/337/2237987/gelar-ratas-covid-19-presiden-jokowi-saya-minta-menteri-membuat-terobosan-WUZjv8VOdL.jpg</image><title>Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020).

Pengamatan Okezone di lokasi, rapat tersebut turut diikuti seluruh meteri Kabinet Indonesia Maju. Rapat tersebut mengikuti protokol kesehatan yang berlaku seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Jokowi mengingatkan para pembantunya bekerja tidak datar-datar saja. Pasalnya, saat ini kondisinya tidak normal. Ia ingin menterinya memiliki terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat.

&quot;Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya minta agar kita bekerja tidak linear. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dan terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak Pada percepatan penanganan ini. Tidak datar-datar saja,&quot; ucap Jokowi.
&amp;nbsp;
Untuk mempercepat penanganan virus corona, Jokowi menyebutkan hal itu bisa saja dilakukan dengan menambah tenaga medis dari pusat untuk daerah yang masih tinggi tingkat penularannya.

&quot;Bisa saja dilakukan dengan menambah personil dari pusat, atau tenaga medis dari pusat untuk provinsi-provinsi di luar DKI yang menunjukan tren penyebaran yang masih tinggi,&quot; imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Jokowi menegaskan akan mengambil kebijakan luar biasa guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOC8xLzEyMTM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

&quot;Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu,&quot; tuturnya.

Jokowi pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara jika itu diperlukan untuk kepentingan rakyat.

&quot;Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah,&quot; tegasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020).

Pengamatan Okezone di lokasi, rapat tersebut turut diikuti seluruh meteri Kabinet Indonesia Maju. Rapat tersebut mengikuti protokol kesehatan yang berlaku seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Jokowi mengingatkan para pembantunya bekerja tidak datar-datar saja. Pasalnya, saat ini kondisinya tidak normal. Ia ingin menterinya memiliki terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat.

&quot;Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya minta agar kita bekerja tidak linear. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dan terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak Pada percepatan penanganan ini. Tidak datar-datar saja,&quot; ucap Jokowi.
&amp;nbsp;
Untuk mempercepat penanganan virus corona, Jokowi menyebutkan hal itu bisa saja dilakukan dengan menambah tenaga medis dari pusat untuk daerah yang masih tinggi tingkat penularannya.

&quot;Bisa saja dilakukan dengan menambah personil dari pusat, atau tenaga medis dari pusat untuk provinsi-provinsi di luar DKI yang menunjukan tren penyebaran yang masih tinggi,&quot; imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Jokowi menegaskan akan mengambil kebijakan luar biasa guna mencegah krisis ekonomi yang semakin meluas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ia berani mempertaruhkan reputasi politiknya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOC8xLzEyMTM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

&quot;Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu,&quot; tuturnya.

Jokowi pun menyinggung reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara jika itu diperlukan untuk kepentingan rakyat.

&quot;Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah,&quot; tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
