<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Badut Sirkus Terseok-seok Mengais Rezeki di Tengah Covid-19</title><description>Ahmad merupakan salah satu pengamen berkostum badut sirkus yang sedang berkeliling kota Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19"/><item><title>Ketika Badut Sirkus Terseok-seok Mengais Rezeki di Tengah Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2020 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Saharuddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19-oRLIuoCv5n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/29/609/2238448/ketika-badut-sirkus-terseok-seok-mengais-rezeki-di-tengah-covid-19-oRLIuoCv5n.jpg</image><title>Ahmad (Foto: iNews)</title></images><description>PANGKEP - Ahmad  merupakan salah satu pengamen berkostum badut sirkus yang sedang berkeliling kota Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia merasakan penghasilannya mengalami penurunan di masa pendemi Covid-19.
Ahmad menjelaskan, untuk penghasilan sangat turun drastis di masa pendemi Covid-19. Namun, ia tetap berpegangan pada prinsipnya, kalau profesi yang digelutinya yang penting bisa menghibur.
&quot;Kalau masalah keuntungan di tengah pendemi Covid-19 dengan yang normal itu sangat jauh berbeda, bedanya 3 kali lipat lebih,&quot; ujarnya, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Ahmad, di masa pendemi ini, beberapa bulan terakhir ini tidak ada main. Tetapi setelah dipikir-pikir, ia harus terus menghibur baik itu dari rumah ke rumah. Supaya orang terhibur walaupun tidak keluar rumah.
&quot;Selama masa pendemi Covid-19, saya baru 5 hari turun menghibur. Dan hari ke-5 ini saya berada di kota Pangkep, dengan mendatangi  rumah ke rumah untuk menghibur mereka, walaupun tanpa harus keluar rumah,&quot; katanya.
Ahmad yang berkostum  Badut asal Semarang, Jawa Tengah ini sudah tiga  tahun berada di Sulsel dan dua tahun ia  menjadi pengamen badut keliling daerah.</description><content:encoded>PANGKEP - Ahmad  merupakan salah satu pengamen berkostum badut sirkus yang sedang berkeliling kota Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia merasakan penghasilannya mengalami penurunan di masa pendemi Covid-19.
Ahmad menjelaskan, untuk penghasilan sangat turun drastis di masa pendemi Covid-19. Namun, ia tetap berpegangan pada prinsipnya, kalau profesi yang digelutinya yang penting bisa menghibur.
&quot;Kalau masalah keuntungan di tengah pendemi Covid-19 dengan yang normal itu sangat jauh berbeda, bedanya 3 kali lipat lebih,&quot; ujarnya, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Ahmad, di masa pendemi ini, beberapa bulan terakhir ini tidak ada main. Tetapi setelah dipikir-pikir, ia harus terus menghibur baik itu dari rumah ke rumah. Supaya orang terhibur walaupun tidak keluar rumah.
&quot;Selama masa pendemi Covid-19, saya baru 5 hari turun menghibur. Dan hari ke-5 ini saya berada di kota Pangkep, dengan mendatangi  rumah ke rumah untuk menghibur mereka, walaupun tanpa harus keluar rumah,&quot; katanya.
Ahmad yang berkostum  Badut asal Semarang, Jawa Tengah ini sudah tiga  tahun berada di Sulsel dan dua tahun ia  menjadi pengamen badut keliling daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
