<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Penularan Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Penerapan New Normal Ditunda?</title><description>Setelah masa transisi fase I berakhir, Jakarta belum bisa memasuki fase normal baru (new normal).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/338/2238621/angka-penularan-covid-19-di-jakarta-masih-tinggi-penerapan-new-normal-ditunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/30/338/2238621/angka-penularan-covid-19-di-jakarta-masih-tinggi-penerapan-new-normal-ditunda"/><item><title>Angka Penularan Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Penerapan New Normal Ditunda?</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/338/2238621/angka-penularan-covid-19-di-jakarta-masih-tinggi-penerapan-new-normal-ditunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/30/338/2238621/angka-penularan-covid-19-di-jakarta-masih-tinggi-penerapan-new-normal-ditunda</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2020 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/30/338/2238621/epidemiologi-ui-sebut-jakarta-belum-bisa-terapkan-new-normal-0W84l5ZBRX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi new normal (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/30/338/2238621/epidemiologi-ui-sebut-jakarta-belum-bisa-terapkan-new-normal-0W84l5ZBRX.jpg</image><title>Ilustrasi new normal (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, setelah masa transisi fase I berakhir, Jakarta belum bisa memasuki fase normal baru (new normal). Alasannya, kata dia, kasus baru yang bertambah tiap harinya masih banyak.
&quot;Jadi DKI pertambahan kasus barunya itu sekitar 100 sehari. Ini menunjukkan kasusnya masih banyak. Harusnya tidak new normal,&quot; kata Miko kepada Okezone, Selasa (30/6/2020).
Miko menjelaskan, saat ini Jakarta masih mencatat penambahan kasus penyebaran corona sekira 100 kasus per harinya. Bahkan, lanjut dia, ada 800 kasus yang terus bertambah setiap pekannya selama transisi PSBB.
&quot;Per minggunya kasus maksimal di DKI itu 800, pada waktu pemeriksaan 10.000 spesimen di Indonesia, sekarang sudah 20.000, kemudian sekarang tetap saja kasus seminggunya,&quot; ujarnya.
Menurut dia, angka penularan corona di Ibu Kota masih banyak. Selain itu, angka positivity rate atau rasio kasus baru masih berkisar 5%.
&quot;Dulu memang tinggi sekali, 9 persen, 7 persen, kemudian turun memang sekarang turun, tapi masih di atas 5 persen, ada 5,4 persen, ada pernah turun 4,8 persen. Jadi menurut saya positivity rate-nya masih sekitar 5 persen. Itu masih tinggi. Lihat saja di webnya DKI,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I di Jakarta akan berakhir pada Kamis 2 Juli 2020 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, setelah masa transisi fase I berakhir, Jakarta belum bisa memasuki fase normal baru (new normal). Alasannya, kata dia, kasus baru yang bertambah tiap harinya masih banyak.
&quot;Jadi DKI pertambahan kasus barunya itu sekitar 100 sehari. Ini menunjukkan kasusnya masih banyak. Harusnya tidak new normal,&quot; kata Miko kepada Okezone, Selasa (30/6/2020).
Miko menjelaskan, saat ini Jakarta masih mencatat penambahan kasus penyebaran corona sekira 100 kasus per harinya. Bahkan, lanjut dia, ada 800 kasus yang terus bertambah setiap pekannya selama transisi PSBB.
&quot;Per minggunya kasus maksimal di DKI itu 800, pada waktu pemeriksaan 10.000 spesimen di Indonesia, sekarang sudah 20.000, kemudian sekarang tetap saja kasus seminggunya,&quot; ujarnya.
Menurut dia, angka penularan corona di Ibu Kota masih banyak. Selain itu, angka positivity rate atau rasio kasus baru masih berkisar 5%.
&quot;Dulu memang tinggi sekali, 9 persen, 7 persen, kemudian turun memang sekarang turun, tapi masih di atas 5 persen, ada 5,4 persen, ada pernah turun 4,8 persen. Jadi menurut saya positivity rate-nya masih sekitar 5 persen. Itu masih tinggi. Lihat saja di webnya DKI,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I di Jakarta akan berakhir pada Kamis 2 Juli 2020 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
