<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terus Meningkat, Pasien Positif Corona di Jateng Tembus 3.833 per 30 Juni 2020</title><description>Jumlah warga Jawa Tengah (Jateng) yang terinfeksi virus corona (Covid-19) terus meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020"/><item><title>Terus Meningkat, Pasien Positif Corona di Jateng Tembus 3.833 per 30 Juni 2020</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2020 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Abu Sahma Pane</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020-WYT77aSy4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/30/512/2238948/terus-meningkat-pasien-positif-corona-di-jateng-tembus-3-833-per-30-juni-2020-WYT77aSy4J.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Shutterstock</title></images><description>JATENG - Jumlah warga Jawa Tengah (Jateng) yang terinfeksi virus corona (Covid-19) terus meningkat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan terdapat penambahan 153 kasus di sana per hari ini, Selasa (30/6/2020).

Dengan begitu maka angka kumulatif kasus corona di Jateng naik dari 3.680 menjadi 3.833. Peningkatan tersebut membuat provinsi itu berada di posisi ke 3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur dalam daftar daerah penyumbang terbanyak kasus baru positif Covid-19.

Lebih lanjut jumlah pasien sembuh juga meningkat, yaitu naik dari 1.109 menjadi 1.159 atau bertambah 50 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia tak ada penambahan atau tetap 150 orang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran Kasus Positif Corona di 34 Provinsi pada 30 Juni 2020&amp;nbsp;
Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi posko penanganan Covid-19 Jawa Tengah pagi tadi. Dalam kesempatan itu Kepala Negara mengingatkan ancaman virus corona masih tinggi sehingga dibutuhkan penanggulangan yang efektif.

&quot;Kita tahu ancaman Covid-19 belum berakhir, ancamannya masih tinggi, kondisinya masih berubah-ubah, masih dinamis. Oleh sebab itu, kita harus menjaga jangan sampai muncul gelombang kedua, jangan muncul second wave,&quot; ucapnya.





</description><content:encoded>JATENG - Jumlah warga Jawa Tengah (Jateng) yang terinfeksi virus corona (Covid-19) terus meningkat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan terdapat penambahan 153 kasus di sana per hari ini, Selasa (30/6/2020).

Dengan begitu maka angka kumulatif kasus corona di Jateng naik dari 3.680 menjadi 3.833. Peningkatan tersebut membuat provinsi itu berada di posisi ke 3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur dalam daftar daerah penyumbang terbanyak kasus baru positif Covid-19.

Lebih lanjut jumlah pasien sembuh juga meningkat, yaitu naik dari 1.109 menjadi 1.159 atau bertambah 50 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia tak ada penambahan atau tetap 150 orang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran Kasus Positif Corona di 34 Provinsi pada 30 Juni 2020&amp;nbsp;
Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi posko penanganan Covid-19 Jawa Tengah pagi tadi. Dalam kesempatan itu Kepala Negara mengingatkan ancaman virus corona masih tinggi sehingga dibutuhkan penanggulangan yang efektif.

&quot;Kita tahu ancaman Covid-19 belum berakhir, ancamannya masih tinggi, kondisinya masih berubah-ubah, masih dinamis. Oleh sebab itu, kita harus menjaga jangan sampai muncul gelombang kedua, jangan muncul second wave,&quot; ucapnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
