<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakjubkan, 35 Ibu Hamil Positif Covid-19, Bayi yang Dilahirkan Negatif</title><description>Bila Tuhan sudah berkehendak serta menghendakinya, maka segala hal bisa terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif"/><item><title>Menakjubkan, 35 Ibu Hamil Positif Covid-19, Bayi yang Dilahirkan Negatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2020 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat Ilyasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif-duzdMaqSAU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi/Foto: tangkapan layar (Rahmat Ilyasan-iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/30/519/2239015/menakjubkan-35-ibu-hamil-positif-covid-19-bayi-yang-dilahirkan-negatif-duzdMaqSAU.jpg</image><title>Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi/Foto: tangkapan layar (Rahmat Ilyasan-iNews)</title></images><description>SURABAYA - Bila Tuhan sudah berkehendak serta menghendakinya, maka segala hal bisa terjadi. Keyakinan ini terjadi pada 35 ibu positif Covid-19 yang melahirkan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Dari 35 ibu hamil yang terpapar Covid-19, seluruh bayi yang dilahirkan terbebas dari virus corona. Setelah persalinan, ibu dan bayi langsung dipisahkan untuk menghindari penularan.
Data tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Dokter Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (30/6/2020).
Sejak Juni 2020, angka ibu hamil di Jawa Timur mengalami kenaikan drastis. Beruntung, seluruh ibu hamil melahirkan selamat, meski terpapar corona.
&quot;Persalinan Covid-19 berbeda dengan persalinan biasa. Prosesnya harus steril dan bayi yang lahir harus segara dipisahkan dari ibunya,&quot; kata Joni.
Baca juga: Momen Risma 2 Kali Sujud, ke Dokter &amp;amp; Takmir
Seluruh bayi yang dilahirkan ibu yang terpapar Covid-19, dirawat di ruang berbeda untuk menghindari penularan virus corona. Bahkan bayinya boleh dipulangkan lebih dulu, sedangkan ibunya tetap harus menjalani isolasi
Hingga kini, tersisa tujuh orang ibu hamil positif covid-19 yang masih dirawat di RSUD Dr Soetomo. Manajemen juga berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menentukan rumah sakit rujukan utama ibu hamil positif covid-19.
Selain RSUD Dr Soetomo, ibu hamil yang positif Covid-19 bisa dirujuk ke Tropical Infectious Disease Hospital (RSPTI) milik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.</description><content:encoded>SURABAYA - Bila Tuhan sudah berkehendak serta menghendakinya, maka segala hal bisa terjadi. Keyakinan ini terjadi pada 35 ibu positif Covid-19 yang melahirkan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Dari 35 ibu hamil yang terpapar Covid-19, seluruh bayi yang dilahirkan terbebas dari virus corona. Setelah persalinan, ibu dan bayi langsung dipisahkan untuk menghindari penularan.
Data tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Dokter Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (30/6/2020).
Sejak Juni 2020, angka ibu hamil di Jawa Timur mengalami kenaikan drastis. Beruntung, seluruh ibu hamil melahirkan selamat, meski terpapar corona.
&quot;Persalinan Covid-19 berbeda dengan persalinan biasa. Prosesnya harus steril dan bayi yang lahir harus segara dipisahkan dari ibunya,&quot; kata Joni.
Baca juga: Momen Risma 2 Kali Sujud, ke Dokter &amp;amp; Takmir
Seluruh bayi yang dilahirkan ibu yang terpapar Covid-19, dirawat di ruang berbeda untuk menghindari penularan virus corona. Bahkan bayinya boleh dipulangkan lebih dulu, sedangkan ibunya tetap harus menjalani isolasi
Hingga kini, tersisa tujuh orang ibu hamil positif covid-19 yang masih dirawat di RSUD Dr Soetomo. Manajemen juga berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menentukan rumah sakit rujukan utama ibu hamil positif covid-19.
Selain RSUD Dr Soetomo, ibu hamil yang positif Covid-19 bisa dirujuk ke Tropical Infectious Disease Hospital (RSPTI) milik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
