<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Denny Siregar Singgung Perasaan Santri</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri"/><item><title>Kasus Denny Siregar Singgung Perasaan Santri</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2020 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri-9GwzjIbdbN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan Layar YouTube</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/03/337/2240852/kasus-denny-siregar-singgung-perasaan-santri-9GwzjIbdbN.jpg</image><title>Tangkapan Layar YouTube</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrat menyayangkan unggahan Denny Siregar di akun media sosial (medsos) pribadinya pada tanggal 27 Juni lalu. Denny mengunggah tulisan yang dianggap menghina serta memfitnah tahfidz Alquran Daarul Ilmi, dengan keterangan &amp;ldquo;Adek-adekku Calon Teroris yang Abang Sayang,&amp;rdquo; disertai foto ilustrasi anak-anak yang menggunakan ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid.
&amp;ldquo;Saya menyayangkan bisa terjadi postingan itu. Ini sangat menyinggung hati para santri,&amp;rdquo; ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan,dikutip Sindonews, Jumat (3/7/2020).
Anggota Komisi V DPR ini menilai, unggahan yang dibuat Deny Siregar itu tidak patut dilakukan, sebab akan menguras energi pemangku negeri dengan menghadapkan pada persoalan baru.
&amp;ldquo;Lebih baik energi kita digunakan bagaimana pandemi Covid-19 ini tidak terus menjangkiti Indonesia. Bukan justru secuil postingan yang sebabkan beban energi baru yakni polarisasi politik lagi.
Dia menyarankan, agar pemerintah merangkul segenap komponen bangsa, termasuk santri untuk berperang melawan Covid-19, seperti yang dilakukan Partai Demokrat.
&amp;ldquo;Kita baik dan bersinergi dengan santri. Semua itu dilakukan demi merangkul segenap elemen bangsa ini, untuk merajut persatuan Indonesia seperti Sila ke-3 Pancasila,&amp;rdquo; tutup Irwan.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrat menyayangkan unggahan Denny Siregar di akun media sosial (medsos) pribadinya pada tanggal 27 Juni lalu. Denny mengunggah tulisan yang dianggap menghina serta memfitnah tahfidz Alquran Daarul Ilmi, dengan keterangan &amp;ldquo;Adek-adekku Calon Teroris yang Abang Sayang,&amp;rdquo; disertai foto ilustrasi anak-anak yang menggunakan ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid.
&amp;ldquo;Saya menyayangkan bisa terjadi postingan itu. Ini sangat menyinggung hati para santri,&amp;rdquo; ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan,dikutip Sindonews, Jumat (3/7/2020).
Anggota Komisi V DPR ini menilai, unggahan yang dibuat Deny Siregar itu tidak patut dilakukan, sebab akan menguras energi pemangku negeri dengan menghadapkan pada persoalan baru.
&amp;ldquo;Lebih baik energi kita digunakan bagaimana pandemi Covid-19 ini tidak terus menjangkiti Indonesia. Bukan justru secuil postingan yang sebabkan beban energi baru yakni polarisasi politik lagi.
Dia menyarankan, agar pemerintah merangkul segenap komponen bangsa, termasuk santri untuk berperang melawan Covid-19, seperti yang dilakukan Partai Demokrat.
&amp;ldquo;Kita baik dan bersinergi dengan santri. Semua itu dilakukan demi merangkul segenap elemen bangsa ini, untuk merajut persatuan Indonesia seperti Sila ke-3 Pancasila,&amp;rdquo; tutup Irwan.
</content:encoded></item></channel></rss>
