<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pemprov DKI Jakarta Batasi Pengunjung Pasar, Pedagang: Harusnya Diberi Pelindung Plastik   </title><description>Penghapusan sistem ganjil-genap di pasar lantaran aturan tersebut memang tidak efektif dalam mencegah penyebaran corona (Covid-19).&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik"/><item><title> Pemprov DKI Jakarta Batasi Pengunjung Pasar, Pedagang: Harusnya Diberi Pelindung Plastik   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2020 05:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik-tRP4iuv3XP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/03/338/2240398/pemprov-dki-jakarta-batasi-pengunjung-pasar-pedagang-harusnya-diberi-pelindung-plastik-tRP4iuv3XP.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan, penghapusan sistem ganjil-genap di pasar lantaran aturan tersebut memang tidak efektif dalam mencegah penyebaran corona (Covid-19).

Reynaldi pun tak sependapat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membatasi pengunjung pasar tidak lebih dari 50% dari kapasitas daya tampung pasar.

&quot;Cara lebih efektif bisa cara normal saja. Jadi di batasi dengan plastik antarpedagang dengan pelindung. Itu harus diperkatat kan sudah jelas bagaimana baik dan benarnya,&quot; kata Reynaldi kepada Okezone, Jumat (3/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut dia, implementasi pembatasan pengunjung pasar 50% dari daya tampung akan sulit diterapkan. Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI menerjunkan Satpol PP dan petugas keamanan lainnya tidak akan efektif dalam membatasi pengunjung.

&quot;Justru adanya mereka membuat kekhawatiran,&quot; jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa kehadiran petugas keamanan hanya akan membuat kekhawatiran pedangan dan pengunjung. Seharusnya, lanjut dia, DKI hanya perlu menerapkan protokol kesehatan secara ketat di pasar.

&quot;Jadi sesuai dengan protokol kesehatan Internasional,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wMi8xLzEyMTU3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sebenarnya pengunjung membeli barang dagangan tidak di satu kios dan mengunjungi pedagang lain. Untuk membatasi pengunjung agak sulit palagi ada satpol PP dan keamanan lainnya,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan, penghapusan sistem ganjil-genap di pasar lantaran aturan tersebut memang tidak efektif dalam mencegah penyebaran corona (Covid-19).

Reynaldi pun tak sependapat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membatasi pengunjung pasar tidak lebih dari 50% dari kapasitas daya tampung pasar.

&quot;Cara lebih efektif bisa cara normal saja. Jadi di batasi dengan plastik antarpedagang dengan pelindung. Itu harus diperkatat kan sudah jelas bagaimana baik dan benarnya,&quot; kata Reynaldi kepada Okezone, Jumat (3/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut dia, implementasi pembatasan pengunjung pasar 50% dari daya tampung akan sulit diterapkan. Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI menerjunkan Satpol PP dan petugas keamanan lainnya tidak akan efektif dalam membatasi pengunjung.

&quot;Justru adanya mereka membuat kekhawatiran,&quot; jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa kehadiran petugas keamanan hanya akan membuat kekhawatiran pedangan dan pengunjung. Seharusnya, lanjut dia, DKI hanya perlu menerapkan protokol kesehatan secara ketat di pasar.

&quot;Jadi sesuai dengan protokol kesehatan Internasional,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wMi8xLzEyMTU3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sebenarnya pengunjung membeli barang dagangan tidak di satu kios dan mengunjungi pedagang lain. Untuk membatasi pengunjung agak sulit palagi ada satpol PP dan keamanan lainnya,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
