<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada, Ubur-Ubur Beracun Bertebaran di Pantai Selatan</title><description>Saat ini ubur-ubur beracun sedang muncul di permukaan air laut dan terbawa gelombang di pantai selatan.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-bertebaran-di-pantai-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-bertebaran-di-pantai-selatan"/><item><title>Waspada, Ubur-Ubur Beracun Bertebaran di Pantai Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-bertebaran-di-pantai-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-bertebaran-di-pantai-selatan</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2020 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-berserakan-di-pantai-selatan-XRjH3359sQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ubur-Ubur berserakan di Pantai Selatan (Foto: Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/03/510/2240669/waspada-ubur-ubur-beracun-berserakan-di-pantai-selatan-XRjH3359sQ.jpg</image><title>Ubur-Ubur berserakan di Pantai Selatan (Foto: Kuntadi)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Libur di akhir pekan, banyak dimanfaatkan untuk berwisata. Namun hati-hati yang hendak berkunjung di pantai. Saat ini ubur-ubur beracun sedang muncul di permukaan air laut dan terbawa gelombang  di pantai selatan.
&amp;ldquo;Wisatawan harus waspada, saat ini muncul ubur-ubur beracun,&amp;rdquo; kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, Jumat (3/7/2020).
Sejauh ini, jumlah pengunjung yang tersengat ubur-ubur masih sangat minim. Wisatawan yang datang banyak bermain di seputar pemecag ombak Glagah. Sedangkan yang mandi atau bermain air tidak banyak.
&amp;ldquo;Kemarin ada laporan anak-anak yang kena, di Glagah,&amp;rdquo; katanya.
Ubur-ubur berwarna biru ini, saat ini banyak yang terdampar di pantai. Bentuknya yang mirip dengan balon cukup menarik perhatian anak-anak untuk menyentuhnya. Padahal ketika tersengat akan terasa panas dan perih.
&amp;ldquo;Kalau tersengat kadang menimbukan sesak napas, yang memiliki risiko penyakit lain bisa fatal,&amp;rdquo; katanya.
Seorang pengunjung Pantai Glagah Heru Apriyanto mengaku datang ke Pantai Glagah kuntuk berwisata. Keluarganya sudah jenuh berada di dalam rumah, dan butuh refreshing.
&amp;ldquo;Saya baru pertama ke sini (Pantai Glagah), dan ubur-ubur banyak di pinggiran pantai,&amp;rdquo; katanya.
Heru mengaku sempat kaget dengan keberadaan ubur-ubur tersebut. Awalnya dia mengira insang ikan yang dibuang di laut, lantaran bentuknya sangat mirip.
&amp;ldquo;Takut juga, apalagi bawa anak-anak  ini bisa disentuh,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Libur di akhir pekan, banyak dimanfaatkan untuk berwisata. Namun hati-hati yang hendak berkunjung di pantai. Saat ini ubur-ubur beracun sedang muncul di permukaan air laut dan terbawa gelombang  di pantai selatan.
&amp;ldquo;Wisatawan harus waspada, saat ini muncul ubur-ubur beracun,&amp;rdquo; kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, Jumat (3/7/2020).
Sejauh ini, jumlah pengunjung yang tersengat ubur-ubur masih sangat minim. Wisatawan yang datang banyak bermain di seputar pemecag ombak Glagah. Sedangkan yang mandi atau bermain air tidak banyak.
&amp;ldquo;Kemarin ada laporan anak-anak yang kena, di Glagah,&amp;rdquo; katanya.
Ubur-ubur berwarna biru ini, saat ini banyak yang terdampar di pantai. Bentuknya yang mirip dengan balon cukup menarik perhatian anak-anak untuk menyentuhnya. Padahal ketika tersengat akan terasa panas dan perih.
&amp;ldquo;Kalau tersengat kadang menimbukan sesak napas, yang memiliki risiko penyakit lain bisa fatal,&amp;rdquo; katanya.
Seorang pengunjung Pantai Glagah Heru Apriyanto mengaku datang ke Pantai Glagah kuntuk berwisata. Keluarganya sudah jenuh berada di dalam rumah, dan butuh refreshing.
&amp;ldquo;Saya baru pertama ke sini (Pantai Glagah), dan ubur-ubur banyak di pinggiran pantai,&amp;rdquo; katanya.
Heru mengaku sempat kaget dengan keberadaan ubur-ubur tersebut. Awalnya dia mengira insang ikan yang dibuang di laut, lantaran bentuknya sangat mirip.
&amp;ldquo;Takut juga, apalagi bawa anak-anak  ini bisa disentuh,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
