<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR Ingin Produk Antivirus Corona Buatan Kementan Diuji Klinik</title><description>Menurut Bamsoet pengujian itu perlu untuk menghndari kesan klaim sepihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik"/><item><title>Ketua MPR Ingin Produk Antivirus Corona Buatan Kementan Diuji Klinik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik</guid><pubDate>Minggu 05 Juli 2020 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik-NLLc2tq42y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/05/337/2241401/ketua-mpr-ingin-produk-antivirus-corona-buatan-kementan-diuji-klinik-NLLc2tq42y.jpg</image><title>Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyarankan agar produk antivirus corona buatan Kementerian Pertanian (Kementan) dapat menjalani prosedur uji klinik sebelum ditawarkan ke masyarakat.
Kendati demikian, Bamsoet-sapaan akrabnya, mengapresiasi jajaran Kementan atas inisiatif dan keberaniannya mempromosikan kandungan minyak Atsiri dari daun kayu putih (eucalyptus) sebagai antivirus Covid-19.
&quot;Saya mendukung penuh dan mengapresiasi inisiatif Kementerian Pertanian yang telah sampai pada produk antivirus Corona. Saya bahkan mendorong agar pekerjaan ini dilanjutkan,&quot; ucap Bamsoet melalui keterangan pers tertulisnya, Minggu (5/7/2020).
BACA JUGA: Kementan Siap Produksi Massal Kalung Anti Corona, Apa Fungsi?
&quot;Namun, tentang khasiatnya, saya berharap agar jajaran Kementan bijaksana. Sebab, sejauh ini, baru jajaran Kementan RI yang membuat klaim tentang khasiat produk obat itu,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan telah memublikasikan produk antivirus corona berupa kalung, roll on, in haler, salep, balsem dan defuser. Kementan mengklaim produk tersebut mampu mematikan Covid-19.
Bamsoet yang juga politikus Golkar ini menilai, di tengah kegelisahan karena tidak adanya vaksin yang mampu menetralisir ekses virus Covid-19, pencapaian Balitbangtan itu layak untuk diapresiasi.
Namun, seperti juga upaya serupa oleh para ahli di sejumlah negara, produk dari Kementan ini sebaiknya tetap menjalani prosedur uji klinik.
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Untuk menghindari kesan tentang klaim sepihak, produk antivirus corona dari Kementan itu sebaiknya mengikuti dulu protokol pengujian atau uji klinik untuk produk baru obat dan herbal. Termasuk pengujian khasiatnya pada manusia,&quot; kata Bamsoet.
Mantan Ketua DPR RI menambahkan, kehadiran dan keterlibatan pihak lain dalam uji klinik obat baru sangat diperlukan. Tidak hanya untuk kepentingan kebenaran tentang khasiat obat itu, melainkan juga untuk memperkuat klaim atas khasiat obat atau herbal produk baru itu.
&quot;Untuk kepentingan uji klinik itu, sangat relevan jika Kementan RI bersinergi atau bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebagai obat atau herbal produk baru, tahap pengujiannya pun harus melibatkan pihak lain yang relevan,&quot; pungkas Bamsoet.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyarankan agar produk antivirus corona buatan Kementerian Pertanian (Kementan) dapat menjalani prosedur uji klinik sebelum ditawarkan ke masyarakat.
Kendati demikian, Bamsoet-sapaan akrabnya, mengapresiasi jajaran Kementan atas inisiatif dan keberaniannya mempromosikan kandungan minyak Atsiri dari daun kayu putih (eucalyptus) sebagai antivirus Covid-19.
&quot;Saya mendukung penuh dan mengapresiasi inisiatif Kementerian Pertanian yang telah sampai pada produk antivirus Corona. Saya bahkan mendorong agar pekerjaan ini dilanjutkan,&quot; ucap Bamsoet melalui keterangan pers tertulisnya, Minggu (5/7/2020).
BACA JUGA: Kementan Siap Produksi Massal Kalung Anti Corona, Apa Fungsi?
&quot;Namun, tentang khasiatnya, saya berharap agar jajaran Kementan bijaksana. Sebab, sejauh ini, baru jajaran Kementan RI yang membuat klaim tentang khasiat produk obat itu,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan telah memublikasikan produk antivirus corona berupa kalung, roll on, in haler, salep, balsem dan defuser. Kementan mengklaim produk tersebut mampu mematikan Covid-19.
Bamsoet yang juga politikus Golkar ini menilai, di tengah kegelisahan karena tidak adanya vaksin yang mampu menetralisir ekses virus Covid-19, pencapaian Balitbangtan itu layak untuk diapresiasi.
Namun, seperti juga upaya serupa oleh para ahli di sejumlah negara, produk dari Kementan ini sebaiknya tetap menjalani prosedur uji klinik.
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Untuk menghindari kesan tentang klaim sepihak, produk antivirus corona dari Kementan itu sebaiknya mengikuti dulu protokol pengujian atau uji klinik untuk produk baru obat dan herbal. Termasuk pengujian khasiatnya pada manusia,&quot; kata Bamsoet.
Mantan Ketua DPR RI menambahkan, kehadiran dan keterlibatan pihak lain dalam uji klinik obat baru sangat diperlukan. Tidak hanya untuk kepentingan kebenaran tentang khasiat obat itu, melainkan juga untuk memperkuat klaim atas khasiat obat atau herbal produk baru itu.
&quot;Untuk kepentingan uji klinik itu, sangat relevan jika Kementan RI bersinergi atau bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebagai obat atau herbal produk baru, tahap pengujiannya pun harus melibatkan pihak lain yang relevan,&quot; pungkas Bamsoet.</content:encoded></item></channel></rss>
