<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Menyebar di Mongolia, Kasus Diduga Wabah Bubonik Baru Dilaporkan di China</title><description>Penemuan penyakit itu memicu peringatan tingkat tiga di wilayah utara China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china"/><item><title>Setelah Menyebar di Mongolia, Kasus Diduga Wabah Bubonik Baru Dilaporkan di China</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china</guid><pubDate>Senin 06 Juli 2020 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china-IGooU8U3yd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Getty Images.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/06/18/2241674/setelah-menyebar-di-mongolia-kasus-diduga-wabah-bubonik-baru-dilaporkan-di-china-IGooU8U3yd.jpg</image><title>Foto: Getty Images.</title></images><description>OTORITAS kesehatan di China melaporkan bahwa sebuah kasus yang diduga sebagai wabah pes telah tercatat di bagian utara negara itu. Berita itu muncul setelah dua kasus serupa terdeteksi di negara tetangga, Mongolia.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (6/7/2020), komisi kesehatan mengatakan bahwa kasus itu terdaftar di sebuah rumah sakit di wilayah Mongolia Dalam, China, demikian diwartakan RT, Senin (6/7/2020).
Penemuan itu memicu peringatan tingkat tiga terkait potensi pandemi di wilayah tersebut.
Peringatan mulai berlaku segera dan akan diberlakukan sampai akhir tahun ini. Pasien itu diyakini menderita bentuk penyakit bubonik, yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, dan dianggap sebagai varian penyakit yang paling mudah diobati.
BACA JUGA: Mongolia Lockdown Dua Kota Setelah Wabah Pes Terkonfirmasi di Wilayah Barat
Wabah juga memiliki bentuk septikemia pneumonia yang sangat mematikan dan dapat membunuh korban dalam sehari.
Awal pekan ini, dua orang juga dinyatakan positif terkena penyakit pes di negara tetangga Mongolia.
Di saat pandemi virus corona masih terus menyebar, potensi kembalinya wabah mematikan jelas merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Sepanjang sejarah, wabah bubonik, telah terjadi tiga kali dengan angka kematian yang luar biasa tinggi, merenggut hingga puluhan juta jiwa sebelum ada obat yang bisa menanganinya.
Pandemi pes terakhir terjadi pada abad ke-19, dan itu menimbulkan dampak yang sangat parah di China dan India.
Saat ini antara 1.000 dan 2.000 kasus wabah pes masih terdaftar di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan banyak dari mereka berasal dari Republik Demokratik Kongo.
</description><content:encoded>OTORITAS kesehatan di China melaporkan bahwa sebuah kasus yang diduga sebagai wabah pes telah tercatat di bagian utara negara itu. Berita itu muncul setelah dua kasus serupa terdeteksi di negara tetangga, Mongolia.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (6/7/2020), komisi kesehatan mengatakan bahwa kasus itu terdaftar di sebuah rumah sakit di wilayah Mongolia Dalam, China, demikian diwartakan RT, Senin (6/7/2020).
Penemuan itu memicu peringatan tingkat tiga terkait potensi pandemi di wilayah tersebut.
Peringatan mulai berlaku segera dan akan diberlakukan sampai akhir tahun ini. Pasien itu diyakini menderita bentuk penyakit bubonik, yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, dan dianggap sebagai varian penyakit yang paling mudah diobati.
BACA JUGA: Mongolia Lockdown Dua Kota Setelah Wabah Pes Terkonfirmasi di Wilayah Barat
Wabah juga memiliki bentuk septikemia pneumonia yang sangat mematikan dan dapat membunuh korban dalam sehari.
Awal pekan ini, dua orang juga dinyatakan positif terkena penyakit pes di negara tetangga Mongolia.
Di saat pandemi virus corona masih terus menyebar, potensi kembalinya wabah mematikan jelas merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Sepanjang sejarah, wabah bubonik, telah terjadi tiga kali dengan angka kematian yang luar biasa tinggi, merenggut hingga puluhan juta jiwa sebelum ada obat yang bisa menanganinya.
Pandemi pes terakhir terjadi pada abad ke-19, dan itu menimbulkan dampak yang sangat parah di China dan India.
Saat ini antara 1.000 dan 2.000 kasus wabah pes masih terdaftar di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan banyak dari mereka berasal dari Republik Demokratik Kongo.
</content:encoded></item></channel></rss>
