<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Kesehatan Sebut Corona di Surabaya Meningkat karena Remehkan PSBB</title><description>Maraknya kasus corona di Jatim, khususnya Surabaya, menurut pakar lantran perabaian dan meremehkan PSBB.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb"/><item><title>Pakar Kesehatan Sebut Corona di Surabaya Meningkat karena Remehkan PSBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb</guid><pubDate>Senin 06 Juli 2020 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb-lFW11EEF1P.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat menggunakan masker untuk menghindari penularan corona. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/06/337/2241640/pakar-kesehatan-sebut-corona-di-surabaya-meningkat-karena-remehkan-psbb-lFW11EEF1P.jfif</image><title>Masyarakat menggunakan masker untuk menghindari penularan corona. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) di Jawa Timur, khususnya Surabaya lantaran abainya pemerintah provinsi dalam menerapkan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).
&quot;Bicara Surabaya (Jawa Timur), ini perabaian PSBB dan meremehkan PSBB,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Senin (6/7/2020).
Menurutnya langkah Pemprov Jatim yang enggan menerapkan kembali PSBB menjadi preseden buruk dalam penanganan Covid-19.
&quot;Seharusnya ini diperkuat PSBB terus berlangsung. Tapi kesehatan masyarakat di lini depan ini harus dikuatkan,&quot; ucapnya.
Sebagaimana diketahui, PSBB di Surabaya Raya berakhir pada 8 Juni 2020, setelah diterapkan selama 3 jilid.

Baca Juga : Naik Motor, Risma Keliling Jalan Raya Ingatkan Masyarakat Gunakan Masker

Selain itu, dia menyoroti langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 lebih kepada aspek penyediaan fasilitas.

Padahal, lanjut dia, berperangan melawan virus corona harus dibarengi langkah memberikan mengedukasi masyakarat agar paham bahaya dari virus corona tersebut.
&quot;Kalau kita mau memahami kasus ini, adalah kedaruratan kesehatan masyarakat upaya pencegahan, promosi, dan tingkat penyadaran komunitas sekaligus penguatan daya tahan. Harusnya itu yang menjadi fokus pemerintah,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Dapat Bantuan Pusat Tangani Corona, Khofifah: Ini Pemicu Semangat
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) di Jawa Timur, khususnya Surabaya lantaran abainya pemerintah provinsi dalam menerapkan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).
&quot;Bicara Surabaya (Jawa Timur), ini perabaian PSBB dan meremehkan PSBB,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Senin (6/7/2020).
Menurutnya langkah Pemprov Jatim yang enggan menerapkan kembali PSBB menjadi preseden buruk dalam penanganan Covid-19.
&quot;Seharusnya ini diperkuat PSBB terus berlangsung. Tapi kesehatan masyarakat di lini depan ini harus dikuatkan,&quot; ucapnya.
Sebagaimana diketahui, PSBB di Surabaya Raya berakhir pada 8 Juni 2020, setelah diterapkan selama 3 jilid.

Baca Juga : Naik Motor, Risma Keliling Jalan Raya Ingatkan Masyarakat Gunakan Masker

Selain itu, dia menyoroti langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 lebih kepada aspek penyediaan fasilitas.

Padahal, lanjut dia, berperangan melawan virus corona harus dibarengi langkah memberikan mengedukasi masyakarat agar paham bahaya dari virus corona tersebut.
&quot;Kalau kita mau memahami kasus ini, adalah kedaruratan kesehatan masyarakat upaya pencegahan, promosi, dan tingkat penyadaran komunitas sekaligus penguatan daya tahan. Harusnya itu yang menjadi fokus pemerintah,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Dapat Bantuan Pusat Tangani Corona, Khofifah: Ini Pemicu Semangat
</content:encoded></item></channel></rss>
