<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemimpin Gereja Ortodoks: Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Ancam Peradaban Kristen </title><description>Patriark Kirill memperingatkan Turki agar tidak melanjutkan upayanya mengubah Hagia Sophia menjadi masjid aktif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen"/><item><title>Pemimpin Gereja Ortodoks: Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Ancam Peradaban Kristen </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen</guid><pubDate>Selasa 07 Juli 2020 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen-EEniBQh9TH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hagia Sophia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/07/18/2242405/pemimpin-gereja-ortodoks-ubah-hagia-sophia-jadi-masjid-ancam-peradaban-kristen-EEniBQh9TH.jpg</image><title>Hagia Sophia. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memperingatkan bahwa perubahan fungsi Hagia Sophia di Istanbul, yang mulanya sebuah gereja Bizantium, menjadi masjid aktif dapat menabur permusuhan antara Kristen dan Muslim. Komentar itu disampaikan di tengah upaya menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid yang tengah dibahas di pengadilan Turki.
&quot;Ancaman terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi seluruh peradaban Kristen,&quot; kata Patriark Kirill dalam pidatonya yang dilansir RT. Dia merujuk pada makna keagamaan yang sangat besar dari kuil abad ke-6 itu dalam sejarah Ortodoksi dan Rusia.
Hagia Sophia memainkan peran tertentu dalam pembaptisan Kievan Rus, sebuah negara yang membentang sebagian dari Belarus, Ukraina, dan Rusia modern, dan mengadopsi agama Kristen pada akhir abad ke-10. Menurut kisah-kisah lama, 'keindahan surgawi' dari gereja tersebut memikat utusan yang dikirim oleh Pangeran Vladimir the Great dan kisah-kisah mereka memengaruhi keputusannya untuk mengadopsi agama Kristen dan membaptis bangsanya.
BACA JUGA: Jadi Masjid Atau Museum? Fungsi Hagia Sophia di Turki Diputuskan dalam Dua Minggu
&amp;ldquo;Gambaran gereja ini telah tertanam kuat dalam budaya dan sejarah kita,&amp;rdquo; kata sang patriark, seraya menambahkan bahwa &amp;ldquo;Hagia Sophia tetap menjadi tempat pemujaan Kristen yang agung bagi setiap penganut Ortodoks Rusia&amp;rdquo; hingga hari ini.
Dia memperingatkan, mengubah Hagia Sophia menjadi masjid dapat meningkatkan ketegangan agama di Turki dan merusak hubungannya dengan negara lain. Hagia Sophia sebelumnya pernah dijadikan masjid selama masa Kesultanan Utsmaniyah.
BACA JUGA: Sejarah Hagia Sophia: Simbol Keagamaan hingga Politik di Turki
&amp;ldquo;Adalah kewajiban setiap negara beradab untuk menjaga keseimbangan: untuk merekonsiliasi masyarakat, dan tidak memperburuk perselisihan di dalamnya; untuk membantu menyatukan orang, dan tidak memecah belah mereka,&quot; kata Kirill.
Dia menegaskan lagi bahwa langkah yang dipertimbangkan Turki akan &quot;menimbulkan rasa sakit yang besar pada orang-orang Rusia&quot; dan juga berpotensi merusak hubungan antara Moskow dan Ankara.
Sebelumnya, Kremlin juga mendesak Ankara untuk mempertimbangkan signifikansi budaya dan sejarah Hagia Sophia sebelum melanjutkan rencana untuk menjadikan situs ikonik itu sebagai masjid. Namun, itu juga mengatakan bahwa masalah ini adalah &quot;urusan internal Republik Turki.&quot;
Pengadilan Turki diperkirakan akan memberikan penilaian mengenai masalah ini fungsi Hagia Sophia akhir bulan ini.
</description><content:encoded>MOSKOW - Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memperingatkan bahwa perubahan fungsi Hagia Sophia di Istanbul, yang mulanya sebuah gereja Bizantium, menjadi masjid aktif dapat menabur permusuhan antara Kristen dan Muslim. Komentar itu disampaikan di tengah upaya menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid yang tengah dibahas di pengadilan Turki.
&quot;Ancaman terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi seluruh peradaban Kristen,&quot; kata Patriark Kirill dalam pidatonya yang dilansir RT. Dia merujuk pada makna keagamaan yang sangat besar dari kuil abad ke-6 itu dalam sejarah Ortodoksi dan Rusia.
Hagia Sophia memainkan peran tertentu dalam pembaptisan Kievan Rus, sebuah negara yang membentang sebagian dari Belarus, Ukraina, dan Rusia modern, dan mengadopsi agama Kristen pada akhir abad ke-10. Menurut kisah-kisah lama, 'keindahan surgawi' dari gereja tersebut memikat utusan yang dikirim oleh Pangeran Vladimir the Great dan kisah-kisah mereka memengaruhi keputusannya untuk mengadopsi agama Kristen dan membaptis bangsanya.
BACA JUGA: Jadi Masjid Atau Museum? Fungsi Hagia Sophia di Turki Diputuskan dalam Dua Minggu
&amp;ldquo;Gambaran gereja ini telah tertanam kuat dalam budaya dan sejarah kita,&amp;rdquo; kata sang patriark, seraya menambahkan bahwa &amp;ldquo;Hagia Sophia tetap menjadi tempat pemujaan Kristen yang agung bagi setiap penganut Ortodoks Rusia&amp;rdquo; hingga hari ini.
Dia memperingatkan, mengubah Hagia Sophia menjadi masjid dapat meningkatkan ketegangan agama di Turki dan merusak hubungannya dengan negara lain. Hagia Sophia sebelumnya pernah dijadikan masjid selama masa Kesultanan Utsmaniyah.
BACA JUGA: Sejarah Hagia Sophia: Simbol Keagamaan hingga Politik di Turki
&amp;ldquo;Adalah kewajiban setiap negara beradab untuk menjaga keseimbangan: untuk merekonsiliasi masyarakat, dan tidak memperburuk perselisihan di dalamnya; untuk membantu menyatukan orang, dan tidak memecah belah mereka,&quot; kata Kirill.
Dia menegaskan lagi bahwa langkah yang dipertimbangkan Turki akan &quot;menimbulkan rasa sakit yang besar pada orang-orang Rusia&quot; dan juga berpotensi merusak hubungan antara Moskow dan Ankara.
Sebelumnya, Kremlin juga mendesak Ankara untuk mempertimbangkan signifikansi budaya dan sejarah Hagia Sophia sebelum melanjutkan rencana untuk menjadikan situs ikonik itu sebagai masjid. Namun, itu juga mengatakan bahwa masalah ini adalah &quot;urusan internal Republik Turki.&quot;
Pengadilan Turki diperkirakan akan memberikan penilaian mengenai masalah ini fungsi Hagia Sophia akhir bulan ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
