<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Positif Covid-19 Cetak Rekor Tertinggi Buntut Protokol Kesehatan Tak Dipatuhi</title><description>Penambahan kasus Covid-19 pada 8 Juli 2020 mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 1.853 kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi"/><item><title>Positif Covid-19 Cetak Rekor Tertinggi Buntut Protokol Kesehatan Tak Dipatuhi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2020 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi-9aBJsR8mxW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/08/337/2243314/positif-covid-19-cetak-rekor-tertinggi-buntut-protokol-kesehatan-tak-dipatuhi-9aBJsR8mxW.jpg</image><title>Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Penambahan kasus Covid-19 pada 8 Juli 2020 mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 1.853 kasus. Sehingga akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 68.079 orang.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan tertinggi hari ini adalah gambaran bahwa penularan masih terjadi. &amp;ldquo;Inilah kinerja yang bisa kami laporkan hari ini. Jelas bahwa proses penularan di luar masih terus terjadi,&amp;rdquo; katanya di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (8/7/2020).

&amp;ldquo;Ini menandai bahwa memang masih ada pasien atau orang dengan Covid-19 positif yang berada di tengah-tengah masyarakat dan tidak mampu untuk menjaga orang lain agar tidak tertular,&amp;rdquo; kata Yuri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran 68.079 Kasus Positif Corona di 34 Provinsi&amp;nbsp;
Penambahan kasus positif Covid-19 ini juga menandakan bahwa protokol kesehatan tidak dijalankan dengan disiplin. &amp;ldquo;Tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak ini menjadi penyebab utama penularan ini. Masih banyak masyarakat yang rentan untuk tertular karena memang juga tidak mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin, dengan baik. Dan secara bersama-sama menggunakan masker dengan benar,&amp;rdquo; katanya.

Ia pun mengatakan bahwa masih banyak yang menggunakan masker hanya menutup mulut saja, dan tidak menutup hidung dengan baik. &amp;ldquo;Kami melihat banyak yang sudah menggunakan masker, tetapi menggunakan masker dengan benar ini masih banyak yang belum dilakukan oleh masyarakat. Menggunakan masker hanya menutup mulut saja, ini bagian yang paling banyak,&amp;rdquo; kata Yuri.

Sehingga, tegas Yuri masker ini tidak memberikan perlindungan sama sekali terhadap kemungkinan masuknya droplet melalui hidung. &amp;ldquo;Kemudian tidak rajin mencuci tangan dan tidak menjaga jarak, ini juga menjadi penyebab utama,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;9 Tips Bagi Orang dengan Penyakit Tidak Menular Agar Terhindar Covid-19&amp;nbsp;
Yuri pun mengajak masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin. &amp;ldquo;Mari komitmen ini kita perkuat kembali. Kita patuhi protokol kesehatan, kita biasakan hal-hal yang membuat kita yakin dan aman terhadap kemungkinan penularan Covid-19. Hanya ini cara yang bisa kita lakukan secara bersama-sama agar permasalahan pandemi Covid-19 ini dan kita selesaikan dengan baik. Yakin kita bisa melaksanakan ini secara bersama-sama secara serempak,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penambahan kasus Covid-19 pada 8 Juli 2020 mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 1.853 kasus. Sehingga akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 68.079 orang.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan tertinggi hari ini adalah gambaran bahwa penularan masih terjadi. &amp;ldquo;Inilah kinerja yang bisa kami laporkan hari ini. Jelas bahwa proses penularan di luar masih terus terjadi,&amp;rdquo; katanya di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (8/7/2020).

&amp;ldquo;Ini menandai bahwa memang masih ada pasien atau orang dengan Covid-19 positif yang berada di tengah-tengah masyarakat dan tidak mampu untuk menjaga orang lain agar tidak tertular,&amp;rdquo; kata Yuri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran 68.079 Kasus Positif Corona di 34 Provinsi&amp;nbsp;
Penambahan kasus positif Covid-19 ini juga menandakan bahwa protokol kesehatan tidak dijalankan dengan disiplin. &amp;ldquo;Tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak ini menjadi penyebab utama penularan ini. Masih banyak masyarakat yang rentan untuk tertular karena memang juga tidak mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin, dengan baik. Dan secara bersama-sama menggunakan masker dengan benar,&amp;rdquo; katanya.

Ia pun mengatakan bahwa masih banyak yang menggunakan masker hanya menutup mulut saja, dan tidak menutup hidung dengan baik. &amp;ldquo;Kami melihat banyak yang sudah menggunakan masker, tetapi menggunakan masker dengan benar ini masih banyak yang belum dilakukan oleh masyarakat. Menggunakan masker hanya menutup mulut saja, ini bagian yang paling banyak,&amp;rdquo; kata Yuri.

Sehingga, tegas Yuri masker ini tidak memberikan perlindungan sama sekali terhadap kemungkinan masuknya droplet melalui hidung. &amp;ldquo;Kemudian tidak rajin mencuci tangan dan tidak menjaga jarak, ini juga menjadi penyebab utama,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;9 Tips Bagi Orang dengan Penyakit Tidak Menular Agar Terhindar Covid-19&amp;nbsp;
Yuri pun mengajak masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin. &amp;ldquo;Mari komitmen ini kita perkuat kembali. Kita patuhi protokol kesehatan, kita biasakan hal-hal yang membuat kita yakin dan aman terhadap kemungkinan penularan Covid-19. Hanya ini cara yang bisa kita lakukan secara bersama-sama agar permasalahan pandemi Covid-19 ini dan kita selesaikan dengan baik. Yakin kita bisa melaksanakan ini secara bersama-sama secara serempak,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
