<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Main Game 22 Jam Setiap Hari Selama Lockdown, Lengan Remaja Ini Lumpuh</title><description>Xiaobin disebut menderita stroke karena gaya hidupnya yang tak sehat, bermain game terlalu lama, dan begadang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/10/18/2244130/main-game-22-jam-setiap-hari-selama-lockdown-lengan-remaja-ini-lumpuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/10/18/2244130/main-game-22-jam-setiap-hari-selama-lockdown-lengan-remaja-ini-lumpuh"/><item><title>Main Game 22 Jam Setiap Hari Selama Lockdown, Lengan Remaja Ini Lumpuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/10/18/2244130/main-game-22-jam-setiap-hari-selama-lockdown-lengan-remaja-ini-lumpuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/10/18/2244130/main-game-22-jam-setiap-hari-selama-lockdown-lengan-remaja-ini-lumpuh</guid><pubDate>Jum'at 10 Juli 2020 09:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/10/18/2244130/lengan-remaja-china-lumpuh-setelah-main-game-22-jam-sehari-selama-lockdown-5a1Mf0e92N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/10/18/2244130/lengan-remaja-china-lumpuh-setelah-main-game-22-jam-sehari-selama-lockdown-5a1Mf0e92N.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>SEORANG remaja di China tidak dapat menggerakkan lengan dan tangan kirinya setelah bermain game komputer selama sebulan.
Menurut ibunya, remaja berusia 15 tahun, yang dikenal dengan nama Xiaobin itu asyik bermain video game selama 22 jam sehari saat terpaksa berdiam di rumah karena penguncian virus corona. Xiaobin terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Nanning, China selatan setelah tiba-tiba pingsan di rumah.
Kejadian itu baru-baru ini terungkap oleh Nanning Television setelah Xiaobin telah menerima perawatan di Rumah Sakit Jiangbin, Provinsi Guangxi sejak insiden itu.
BACA JUGA: WHO Sebut Kecanduan Main Game Bentuk Gangguan Mental, Kenali 3 Tandanya
Siswa kelas 9 itu telah tinggal di rumah sejak Februari setelah sekolah-sekolah di seluruh China ditutup karena wabah virus corona. Ibu Xiaobin mengatakan putranya menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya selama penutupan sekolah.
Ketika orang tuanya bertanya apa yang dia lakukan, Xiaobin menjawab bahwa dia mengambil kelas online.
&amp;ldquo;Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana,&quot; kata orangtua Xiaobin kepada wartawan sebagaimana dilansir Daily Mail.
Sang ibu kemudian menemukan bahwa Xiaobin telah bermain game komputer tanpa henti selama 22 jam sehari.
BACA JUGA: Cegah Kecanduan, China Bikin Undang-Undang Batasi Anak Bermain Game
&amp;ldquo;Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari.&quot;
Remaja itu dilarikan ke rumah sakit Nanning pada Maret setelah dia tiba-tiba pingsan di rumah.
Xiaobin didiagnosis menderita stroke otak setelah menjalani CT scan. Dia juga kehilangan sensasi di lengan dan tangan kirinya.Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mengatakan bahwa  kondisi bocah lelaki itu disebabkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat  dari bermain game komputer dalam waktu yang lama dan begadang.
&amp;ldquo;Alasan utamanya adalah dia memiliki pola tidur dan makan yang tidak  teratur karena dia tidak di sekolah. Orang tua juga terlalu menoleransi  perilaku anak itu.
&quot;Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah  darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak,&quot; kata Dr Li.
Remaja itu saat ini telah menerima perawatan rehabilitasi di rumah sakit Nanning.
Dr Jin, kepala terapis di fasilitas itu, mengatakan bahwa sulit untuk menentukan apakah Xiaobin dapat sepenuhnya pulih.
Kecanduan video game telah menjadi masalah sosial yang menonjol di  antara orang-orang muda di China, dengan semakin banyak orang muda  memilih untuk mengabaikan studi mereka, kehidupan sosial dan keluarga  untuk bermain game online.
Banyak orang tua menggunakan apa yang disebut kamp rehabilitasi  'detoks digital' sebagai upaya terakhir untuk membatasi fiksasi  anak-anak mereka di dunia digital. (dka)</description><content:encoded>SEORANG remaja di China tidak dapat menggerakkan lengan dan tangan kirinya setelah bermain game komputer selama sebulan.
Menurut ibunya, remaja berusia 15 tahun, yang dikenal dengan nama Xiaobin itu asyik bermain video game selama 22 jam sehari saat terpaksa berdiam di rumah karena penguncian virus corona. Xiaobin terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Nanning, China selatan setelah tiba-tiba pingsan di rumah.
Kejadian itu baru-baru ini terungkap oleh Nanning Television setelah Xiaobin telah menerima perawatan di Rumah Sakit Jiangbin, Provinsi Guangxi sejak insiden itu.
BACA JUGA: WHO Sebut Kecanduan Main Game Bentuk Gangguan Mental, Kenali 3 Tandanya
Siswa kelas 9 itu telah tinggal di rumah sejak Februari setelah sekolah-sekolah di seluruh China ditutup karena wabah virus corona. Ibu Xiaobin mengatakan putranya menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya selama penutupan sekolah.
Ketika orang tuanya bertanya apa yang dia lakukan, Xiaobin menjawab bahwa dia mengambil kelas online.
&amp;ldquo;Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana,&quot; kata orangtua Xiaobin kepada wartawan sebagaimana dilansir Daily Mail.
Sang ibu kemudian menemukan bahwa Xiaobin telah bermain game komputer tanpa henti selama 22 jam sehari.
BACA JUGA: Cegah Kecanduan, China Bikin Undang-Undang Batasi Anak Bermain Game
&amp;ldquo;Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari.&quot;
Remaja itu dilarikan ke rumah sakit Nanning pada Maret setelah dia tiba-tiba pingsan di rumah.
Xiaobin didiagnosis menderita stroke otak setelah menjalani CT scan. Dia juga kehilangan sensasi di lengan dan tangan kirinya.Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mengatakan bahwa  kondisi bocah lelaki itu disebabkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat  dari bermain game komputer dalam waktu yang lama dan begadang.
&amp;ldquo;Alasan utamanya adalah dia memiliki pola tidur dan makan yang tidak  teratur karena dia tidak di sekolah. Orang tua juga terlalu menoleransi  perilaku anak itu.
&quot;Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah  darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak,&quot; kata Dr Li.
Remaja itu saat ini telah menerima perawatan rehabilitasi di rumah sakit Nanning.
Dr Jin, kepala terapis di fasilitas itu, mengatakan bahwa sulit untuk menentukan apakah Xiaobin dapat sepenuhnya pulih.
Kecanduan video game telah menjadi masalah sosial yang menonjol di  antara orang-orang muda di China, dengan semakin banyak orang muda  memilih untuk mengabaikan studi mereka, kehidupan sosial dan keluarga  untuk bermain game online.
Banyak orang tua menggunakan apa yang disebut kamp rehabilitasi  'detoks digital' sebagai upaya terakhir untuk membatasi fiksasi  anak-anak mereka di dunia digital. (dka)</content:encoded></item></channel></rss>
