<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Unsur Bahasa Asing Membuat New Normal Tak Mudah Dipahami Masyarakat</title><description>Masyarakat diharapkan dapat memaknai new normal ini dengan adaptasi kebiasaan baru dalam situasi pandemi Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat"/><item><title>Ada Unsur Bahasa Asing Membuat New Normal Tak Mudah Dipahami Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2020 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat-Td6ityCwON.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/11/337/2244799/ada-unsur-bahasa-asing-membuat-new-normal-tak-mudah-dipahami-masyarakat-Td6ityCwON.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sriphastuti mengakui banyak masyarakat tak memahami arti kalimat 'new normal' di tengah pandemi Covid-19.
&quot;Namanya kan jelas new normal, tapi kemudian orang tidak melihat kata 'new'. Ujug-ujug ke normal,&quot; ujar Brian alam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan baru', Sabtu (11/7/2020).
Salah satu alasanya, kata Brian, adanya penggunaan unsur bahasa asing di dalam kalimat 'new normal' ini lah yang membuat masyarakat tidak mudah memahami.
&quot;Karena ada unsur bahasa asingnya, kemudian tidak mudah dipahami,&quot; jelasnya.
Sejatinya menurut Brian harusnya masyarakat dapat memaknai new normal ini dengan adaptasi kebiasaan baru dalam situasi pandemi Covid-19. Misalnya perilaku yang membatasi atau menghindari transmisi penyebaran virus tersebut.
&quot;Perilaku yang bisa membatasi atau menghindari transmisi persebaran lebih lanjut dari orang ke orang supaya tidak terinfeksi atau terpapar virus,&quot; tegasnya.
Di samping itu, Brian menekankan pemerintah selalu merujuk kepada rekomendasi badan kesehatan dunia atau WHO dalam mengambil sebuah kebijakan. Pasalnya pandemi Covid-19 baru pertama kali terjadi secara global.
&quot;Ini juga terkait dengan pemahaman kita yang lebih baik. Kan kita harus memahami bahwa pandemi atau virus ini baru,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sriphastuti mengakui banyak masyarakat tak memahami arti kalimat 'new normal' di tengah pandemi Covid-19.
&quot;Namanya kan jelas new normal, tapi kemudian orang tidak melihat kata 'new'. Ujug-ujug ke normal,&quot; ujar Brian alam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan baru', Sabtu (11/7/2020).
Salah satu alasanya, kata Brian, adanya penggunaan unsur bahasa asing di dalam kalimat 'new normal' ini lah yang membuat masyarakat tidak mudah memahami.
&quot;Karena ada unsur bahasa asingnya, kemudian tidak mudah dipahami,&quot; jelasnya.
Sejatinya menurut Brian harusnya masyarakat dapat memaknai new normal ini dengan adaptasi kebiasaan baru dalam situasi pandemi Covid-19. Misalnya perilaku yang membatasi atau menghindari transmisi penyebaran virus tersebut.
&quot;Perilaku yang bisa membatasi atau menghindari transmisi persebaran lebih lanjut dari orang ke orang supaya tidak terinfeksi atau terpapar virus,&quot; tegasnya.
Di samping itu, Brian menekankan pemerintah selalu merujuk kepada rekomendasi badan kesehatan dunia atau WHO dalam mengambil sebuah kebijakan. Pasalnya pandemi Covid-19 baru pertama kali terjadi secara global.
&quot;Ini juga terkait dengan pemahaman kita yang lebih baik. Kan kita harus memahami bahwa pandemi atau virus ini baru,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
