<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Tak Disiplin Pakai Masker, Wajar Kasus Positif Corona Naik Terus</title><description>Masker ini memang sudah menjadi budaya seharusnya, tapi kenyataannya masih banyak yang tidak disiplin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus"/><item><title>Ribuan Warga Tak Disiplin Pakai Masker, Wajar Kasus Positif Corona Naik Terus</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus-jJ7BcEekdD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/338/2248915/ribuan-warga-tak-disiplin-pakai-masker-wajar-kasus-positif-corona-naik-terus-jJ7BcEekdD.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kabid Penegakan dan Penindakan Satpol PP DKI Jakarta, Agus Irmanto mengatakan ada sekira 27 ribu warga Jakarta dengan tidak disiplin menggunakan masker saat pandemi virus corona (Covid-19). Jumlah pelanggaran itu terjadi dalam kurun waktu sepekan.

Terkait hal tersebut, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengaku tak heran jika kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta kembali melonjak tinggi. Sebab, masih banyak warga Ibu Kota yang tidak disiplin menggunakan masker.

&quot;Ya masker ini memang sudah menjadi budaya seharusnya, tapi kenyataannya masih banyak yang tidak disiplin, masih cuek dan permissif, jadi wajar saja kasus positif naik terus dan di DKI belum terkendali,&quot; kata Hermawan saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2020).

Merujuk data yang dibeberkan oleh Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) pada Minggu, 19 Juli 2020, Jakarta kembali menempati urutan pertama sebagai daerah yang kenaikan angka kasus positifnya tertinggi. Kemudian disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ada lonjakan yang signifikan sebanyak 313 kasus positif corona di Jakarta pada 19 Juli 2020, dengan jumlah yang sembuh 326 dan meninggal 9 orang. Angka kasus positif sebanyak 313 ini merupakan yang tertinggi dibanding daerah lainnya.

Hermawan menyarankan agar pemerintah DKI Jakarta mengevaluasi kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Ia meminta agar pemerintah mengembalikan PSBB seperti yang sebelumnya karena tingkat konfirmasi kasus positif corona di Jakarta melonjak tinggi.

Baca Juga :&amp;nbsp;Tak Layak Huni, KSAD Minta Rumah Dinas Prajurit Segera Diperbaiki
Baca Juga :&amp;nbsp;5 Pekerja Positif Covid-19, Tertular dari Orang yang Sama

&quot;Ke depan seharusnya pemerintah DKI mengevaluasi PSBB, tidak lagi menggunakan istilah transisi tetapi kepada PSBB yang sebenarnya. Nah untuk itu perlu kesabaran, kesadaran, dan daya tahan,&quot; ujarnya.

&quot;Yang kita ingin sampaikan satu poin saja bahwa pemerintah DKI harus meredefinisi kembali tujuannya apakah ingin mengendalikan virus atau ingin menyadarkan masyarakat dengan protokol kesehatan dan adanya aktivitas ekonomi menggeliat. Kalau memang ingin mengendalikan virus, maka PSBB harus dioptimalkan, agar kita mampu mengukur dampak covid kini dan kedepannya,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabid Penegakan dan Penindakan Satpol PP DKI Jakarta, Agus Irmanto mengatakan ada sekira 27 ribu warga Jakarta dengan tidak disiplin menggunakan masker saat pandemi virus corona (Covid-19). Jumlah pelanggaran itu terjadi dalam kurun waktu sepekan.

Terkait hal tersebut, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengaku tak heran jika kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta kembali melonjak tinggi. Sebab, masih banyak warga Ibu Kota yang tidak disiplin menggunakan masker.

&quot;Ya masker ini memang sudah menjadi budaya seharusnya, tapi kenyataannya masih banyak yang tidak disiplin, masih cuek dan permissif, jadi wajar saja kasus positif naik terus dan di DKI belum terkendali,&quot; kata Hermawan saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2020).

Merujuk data yang dibeberkan oleh Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) pada Minggu, 19 Juli 2020, Jakarta kembali menempati urutan pertama sebagai daerah yang kenaikan angka kasus positifnya tertinggi. Kemudian disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ada lonjakan yang signifikan sebanyak 313 kasus positif corona di Jakarta pada 19 Juli 2020, dengan jumlah yang sembuh 326 dan meninggal 9 orang. Angka kasus positif sebanyak 313 ini merupakan yang tertinggi dibanding daerah lainnya.

Hermawan menyarankan agar pemerintah DKI Jakarta mengevaluasi kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Ia meminta agar pemerintah mengembalikan PSBB seperti yang sebelumnya karena tingkat konfirmasi kasus positif corona di Jakarta melonjak tinggi.

Baca Juga :&amp;nbsp;Tak Layak Huni, KSAD Minta Rumah Dinas Prajurit Segera Diperbaiki
Baca Juga :&amp;nbsp;5 Pekerja Positif Covid-19, Tertular dari Orang yang Sama

&quot;Ke depan seharusnya pemerintah DKI mengevaluasi PSBB, tidak lagi menggunakan istilah transisi tetapi kepada PSBB yang sebenarnya. Nah untuk itu perlu kesabaran, kesadaran, dan daya tahan,&quot; ujarnya.

&quot;Yang kita ingin sampaikan satu poin saja bahwa pemerintah DKI harus meredefinisi kembali tujuannya apakah ingin mengendalikan virus atau ingin menyadarkan masyarakat dengan protokol kesehatan dan adanya aktivitas ekonomi menggeliat. Kalau memang ingin mengendalikan virus, maka PSBB harus dioptimalkan, agar kita mampu mengukur dampak covid kini dan kedepannya,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
