<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Ibu Hamil Hanya Satu Jam, Dokter Setempat Tak Bisa Menjelaskan</title><description>Menurut dokter puskesmas hasil pemeriksaan dan wawancara ini nantinya akan dilaporkan kepada kepala puskesmas, dan dinas kesehatan.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan"/><item><title>Viral Ibu Hamil Hanya Satu Jam, Dokter Setempat Tak Bisa Menjelaskan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Asep Juhariyono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan-silxPcqHfh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Heni saat diwawancarai petugas kesehatan setempat (Foto: iNews/Asep)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/525/2249227/viral-ibu-hamil-hanya-satu-jam-dokter-setempat-tak-bisa-menjelaskan-silxPcqHfh.jpg</image><title>Heni saat diwawancarai petugas kesehatan setempat (Foto: iNews/Asep)</title></images><description>TASIKMALAYA - Dokter bersama tim medis dari puskesmas Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin siang (20/7/2020), melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan bayi dan ibunya yang hamil dan melahirkan dengan waktu hanya satu jam lebih.

Menurut dokter puskesmas hasil pemeriksaan dan wawancara ini nantinya akan dilaporkan kepada kepala puskesmas, dan dinas kesehatan.

Nama Heni Nuraeni mendadak viral setelah dia mengaku hamil hanya dalam waktu satu jam kemudian melahirkan seorang bayi yang sehat walafiat.

Warga Desa mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya itu melahirkan bayi laki laki, pada Sabtu malam 18 Juli sekitar pukul 21.30.

Selama ini sang ibu tidak merasakan adanya tanda-tanda kehamilan, karena setiap bulan selalu menstruasi, bahkan saat melahirkan pun Heni diketahui tengah menstruasi.

Baca Juga: Viral Perempuan di Tasik Hamil 1 Jam, Tiba-tiba Melahirkan Bayi Laki-laki

Pemeriksaan yang dilakukan dokter ini sengaja dilakukan untuk melihat perkembangan kesehatan dan kondisi bayi yang diberi nama Lingga Cipta Radepa, dan sang ibunya//

Dokter puskesmas bahkan membuka pakaian bayi, untuk memastikan kondisi tubuh sang bayi apakah sehat dan lengkap, bersama sang ibunya, pasca-dilahirkan.

Sementara setelah dilakukan pemeriksaan baik bayi dan ibunya, Dokter Puskesma, Mely mengatakan bahwa saat ini tim medis melakukan pemeriksaan bayi dan wawancara ibunya.

&quot;Nantinya hasil wawancara ini akan dilaporkan kepada kepala Puskesmas Puspahiang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,&quot; jelas dokter Mely.

Sementara saat ditanya lebih jauh, dokter Mely tidak mau memberikan keterangan lain, dan meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil ambulans.

Sebelumnya, warga Desa Mandalasari mendadak gempar, dengan lahirnya  seorang bayi laki-laki, anak ketiga pasangan Heni Nuraeni (30) dan Erik  (38), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh.

Sejumlah warga masih terus berdatangan untuk melihat kondisi bayi dan  sang ibu, yang melahirkan secara normal atas bantuan dukun beranak, dan  keduanya saat ini kondisinya sehat.

Sebelum melahirkan, sang ibu tidak merasakan gejala seperti orang  hamil pada umumnya, seperti saat hamil anak pertama dan keduanya.

Karena tidak merasakan adanya tanda tanda kehamilan, Heni tidak  pernah memeriksakan diri ke bidan atau puskesmas terdekat, karena selama  sebelas bulan terakhir Heni mengaku masih mengalami menstruasi setiap  bulannya.

Namun hal aneh terjadi saat hari Sabtu sore karena saat dirinya  sedang membuat kue bolu pesanan, tiba-tiba merasakan perutnya sakit,  yang kemudian Heni pulang ke rumah orang tuanya.

Namun sekitar pukul 20.00, tiba-tiba perutnya di bagian kanan mulai  menonjol, dan hanya butuh waktu satu jam setengah perutnya terus  membesar seperti sedang hamil, dan mulai merasakan sakit mulas.

Sekitar pukul 21.30 akhirnya dengan bantuan dukun beranak Heni  akhirnya melahirkan anak laki laki dengan proses persalinan secara  normal, dan baik bayi dan ibunya kondisnya sehat.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti bagimana proses  kehamilan sang ibu, dan apakah memang sudah hamil meski tidak ada tanda  tanda kehamilan, ataukah memang benar hamil dalam hitungan jam.


</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Dokter bersama tim medis dari puskesmas Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin siang (20/7/2020), melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan bayi dan ibunya yang hamil dan melahirkan dengan waktu hanya satu jam lebih.

Menurut dokter puskesmas hasil pemeriksaan dan wawancara ini nantinya akan dilaporkan kepada kepala puskesmas, dan dinas kesehatan.

Nama Heni Nuraeni mendadak viral setelah dia mengaku hamil hanya dalam waktu satu jam kemudian melahirkan seorang bayi yang sehat walafiat.

Warga Desa mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya itu melahirkan bayi laki laki, pada Sabtu malam 18 Juli sekitar pukul 21.30.

Selama ini sang ibu tidak merasakan adanya tanda-tanda kehamilan, karena setiap bulan selalu menstruasi, bahkan saat melahirkan pun Heni diketahui tengah menstruasi.

Baca Juga: Viral Perempuan di Tasik Hamil 1 Jam, Tiba-tiba Melahirkan Bayi Laki-laki

Pemeriksaan yang dilakukan dokter ini sengaja dilakukan untuk melihat perkembangan kesehatan dan kondisi bayi yang diberi nama Lingga Cipta Radepa, dan sang ibunya//

Dokter puskesmas bahkan membuka pakaian bayi, untuk memastikan kondisi tubuh sang bayi apakah sehat dan lengkap, bersama sang ibunya, pasca-dilahirkan.

Sementara setelah dilakukan pemeriksaan baik bayi dan ibunya, Dokter Puskesma, Mely mengatakan bahwa saat ini tim medis melakukan pemeriksaan bayi dan wawancara ibunya.

&quot;Nantinya hasil wawancara ini akan dilaporkan kepada kepala Puskesmas Puspahiang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,&quot; jelas dokter Mely.

Sementara saat ditanya lebih jauh, dokter Mely tidak mau memberikan keterangan lain, dan meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil ambulans.

Sebelumnya, warga Desa Mandalasari mendadak gempar, dengan lahirnya  seorang bayi laki-laki, anak ketiga pasangan Heni Nuraeni (30) dan Erik  (38), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh.

Sejumlah warga masih terus berdatangan untuk melihat kondisi bayi dan  sang ibu, yang melahirkan secara normal atas bantuan dukun beranak, dan  keduanya saat ini kondisinya sehat.

Sebelum melahirkan, sang ibu tidak merasakan gejala seperti orang  hamil pada umumnya, seperti saat hamil anak pertama dan keduanya.

Karena tidak merasakan adanya tanda tanda kehamilan, Heni tidak  pernah memeriksakan diri ke bidan atau puskesmas terdekat, karena selama  sebelas bulan terakhir Heni mengaku masih mengalami menstruasi setiap  bulannya.

Namun hal aneh terjadi saat hari Sabtu sore karena saat dirinya  sedang membuat kue bolu pesanan, tiba-tiba merasakan perutnya sakit,  yang kemudian Heni pulang ke rumah orang tuanya.

Namun sekitar pukul 20.00, tiba-tiba perutnya di bagian kanan mulai  menonjol, dan hanya butuh waktu satu jam setengah perutnya terus  membesar seperti sedang hamil, dan mulai merasakan sakit mulas.

Sekitar pukul 21.30 akhirnya dengan bantuan dukun beranak Heni  akhirnya melahirkan anak laki laki dengan proses persalinan secara  normal, dan baik bayi dan ibunya kondisnya sehat.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti bagimana proses  kehamilan sang ibu, dan apakah memang sudah hamil meski tidak ada tanda  tanda kehamilan, ataukah memang benar hamil dalam hitungan jam.


</content:encoded></item></channel></rss>
