<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pemuda Palestina Duduk di Jendela RS demi Lihat Ibunya yang Menderita Covid-19</title><description>Jihad duduk di jendela selama berjam-jam setiap hari sampai ibunya meninggal dunia pada Kamis pekan lalu (16/7/2020).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-menderita-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-menderita-covid-19"/><item><title>Kisah Pemuda Palestina Duduk di Jendela RS demi Lihat Ibunya yang Menderita Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-menderita-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-menderita-covid-19</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2020 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-terinfeksi-covid-19-mdi4xOfoft.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jfranews/Facebook.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/21/18/2249620/kisah-pemuda-palestina-duduk-di-jendela-rs-demi-lihat-ibunya-yang-terinfeksi-covid-19-mdi4xOfoft.jpg</image><title>Foto: Jfranews/Facebook.</title></images><description>HEBRON &amp;ndash; Seorang pemuda Palestina rela memanjat pipa dan duduk di ambang jendela rumah sakit demi memastikan ibunya yang terinfeksi Covid-19 mendapatkan perawatan dan perhatian sebaik mungkin.
Foto dan video yang memperlihatkan Jihad Al-Suwaiti duduk di pinggir jendela rumah sakit telah menyentuh hati pengguna media sosial.
Pria berusia 30 tahun dari Hebron, Palestina itu dilaporkan berada di sana selama berjam-jam setiap hari, sampai ibunya, Rasma Salama, menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis pekan lalu (16/7/2020).
&quot;Dia memanjat pipa untuk memungkinkannya memantau ibunya yang berada di lantai dua rumah sakit ini.
&amp;ldquo;Dia menghabiskan sebagian besar harinya di sana, mengamati kondisi ibunya dari luar jendela, sebelum turun ketika dia yakin bahwa ibunya tertidur lelap,&quot; kata seorang pejabat rumah sakit seperti dilansir Al Araby.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Before she died from coronavirus, the young Palestinian man Jihad al-Sweti used to climb into the hospital&amp;amp;#39;s window to check up on his mother. &amp;#128148; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Palestine?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Palestine&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;#127477;&amp;#127480; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/uxmBIzrX5u&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/uxmBIzrX5u&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Dania &amp;#128330;&amp;#127477;&amp;#127480; (@Daniasalem0) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Daniasalem0/status/1284178852789583886?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;July 17, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Menurut kakak Jihad, Rasmi pihak rumah sakit telah melarang adiknya untuk melakukan itu karena khawatir akan keselamatannya, namun adiknya tetap datang.
&quot;Jihad adalah anak bungsu dan memang dekat dengan ibu, apalagi setelah kematian ayah kami 15 tahun lalu.
&quot;Ibu menderita leukemia dan didiagnosis menderita COVID-19 beberapa minggu yang lalu. Ketika diberitahu tentang kematian ibunya, Jihad marah dan tidak percaya.
&quot;Tapi sekarang dia sepertinya bisa menerima kenyataan itu,&quot; kata Rasmi.</description><content:encoded>HEBRON &amp;ndash; Seorang pemuda Palestina rela memanjat pipa dan duduk di ambang jendela rumah sakit demi memastikan ibunya yang terinfeksi Covid-19 mendapatkan perawatan dan perhatian sebaik mungkin.
Foto dan video yang memperlihatkan Jihad Al-Suwaiti duduk di pinggir jendela rumah sakit telah menyentuh hati pengguna media sosial.
Pria berusia 30 tahun dari Hebron, Palestina itu dilaporkan berada di sana selama berjam-jam setiap hari, sampai ibunya, Rasma Salama, menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis pekan lalu (16/7/2020).
&quot;Dia memanjat pipa untuk memungkinkannya memantau ibunya yang berada di lantai dua rumah sakit ini.
&amp;ldquo;Dia menghabiskan sebagian besar harinya di sana, mengamati kondisi ibunya dari luar jendela, sebelum turun ketika dia yakin bahwa ibunya tertidur lelap,&quot; kata seorang pejabat rumah sakit seperti dilansir Al Araby.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Before she died from coronavirus, the young Palestinian man Jihad al-Sweti used to climb into the hospital&amp;amp;#39;s window to check up on his mother. &amp;#128148; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Palestine?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Palestine&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;#127477;&amp;#127480; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/uxmBIzrX5u&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/uxmBIzrX5u&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Dania &amp;#128330;&amp;#127477;&amp;#127480; (@Daniasalem0) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Daniasalem0/status/1284178852789583886?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;July 17, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Menurut kakak Jihad, Rasmi pihak rumah sakit telah melarang adiknya untuk melakukan itu karena khawatir akan keselamatannya, namun adiknya tetap datang.
&quot;Jihad adalah anak bungsu dan memang dekat dengan ibu, apalagi setelah kematian ayah kami 15 tahun lalu.
&quot;Ibu menderita leukemia dan didiagnosis menderita COVID-19 beberapa minggu yang lalu. Ketika diberitahu tentang kematian ibunya, Jihad marah dan tidak percaya.
&quot;Tapi sekarang dia sepertinya bisa menerima kenyataan itu,&quot; kata Rasmi.</content:encoded></item></channel></rss>
