<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diserang Penyakit, Kondisi Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Memprihatinkan</title><description>Delapan hari pasca terjadi banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengakibatkan 38 korban jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan"/><item><title>Diserang Penyakit, Kondisi Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Memprihatinkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2020 01:33 WIB</pubDate><dc:creator>Nasruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan-fcB05E82w6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi banjir bandang Luwu Utara mulai terserang penyakit (Foto: Nasruddin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/21/609/2249490/diserang-penyakit-kondisi-pengungsi-banjir-bandang-luwu-utara-memprihatinkan-fcB05E82w6.jpg</image><title>Pengungsi banjir bandang Luwu Utara mulai terserang penyakit (Foto: Nasruddin)</title></images><description>LUWU UTARA - Delapan hari pasca terjadi banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengakibatkan 38 korban jiwa. Sementara belasan ribu jiwa pengungsi kini masih bertahan di tenda pengungsian dalam kondisi memprihatinkan.
Bahkan, tak sedikit dari mereka mulai alami gejala pusing, mual muntah akibat dehidrasi. Adapula yang alami infeksi serius akibat tertusuk paku saat menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Korban Banjir Bandang Luwu Utara: 38 Meninggal &amp;amp; 11 Dalam Pencarian
Tim Relawan Public Safety Center Kota Palopo yang berkonsentrasi memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi mengaku kewalahan karena kekurangan obat-obatan, bahkan tak memiliki ambulans untuk merujuk pasiennya ke puskesmas dan rumah sakit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMC8xLzEyMTc5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kondisi ini membuat para pasien terpaksa dirawat inap di teras rumah warga dengan kondisi seadanya menggunakan velbad sebagai tempat tidur dan terpal sebagai dinding penghalang hujan dan matahari.
&amp;ldquo;Kalau pasien yang dirawat ada 50 lebih, ada yang alami luka, kurang cairan, demam, dan ada yang gatal,&amp;rdquo; ujar relawan tim medis, Resky.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkes: Penanganan Bencana Banjir Luwu Utara Harus Sesuai Protokol Kesehatan</description><content:encoded>LUWU UTARA - Delapan hari pasca terjadi banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengakibatkan 38 korban jiwa. Sementara belasan ribu jiwa pengungsi kini masih bertahan di tenda pengungsian dalam kondisi memprihatinkan.
Bahkan, tak sedikit dari mereka mulai alami gejala pusing, mual muntah akibat dehidrasi. Adapula yang alami infeksi serius akibat tertusuk paku saat menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Korban Banjir Bandang Luwu Utara: 38 Meninggal &amp;amp; 11 Dalam Pencarian
Tim Relawan Public Safety Center Kota Palopo yang berkonsentrasi memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi mengaku kewalahan karena kekurangan obat-obatan, bahkan tak memiliki ambulans untuk merujuk pasiennya ke puskesmas dan rumah sakit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMC8xLzEyMTc5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kondisi ini membuat para pasien terpaksa dirawat inap di teras rumah warga dengan kondisi seadanya menggunakan velbad sebagai tempat tidur dan terpal sebagai dinding penghalang hujan dan matahari.
&amp;ldquo;Kalau pasien yang dirawat ada 50 lebih, ada yang alami luka, kurang cairan, demam, dan ada yang gatal,&amp;rdquo; ujar relawan tim medis, Resky.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkes: Penanganan Bencana Banjir Luwu Utara Harus Sesuai Protokol Kesehatan</content:encoded></item></channel></rss>
