<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Yordania Isyaratkan Dukung Pembentukan Negara Israel-Palestina</title><description>PM Razzaz mengkritik Israel yang menolak ide kewarganegaraan ganda, tetapi juga menghancurkan kemungkinan diwujudkannya solusi dua negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina"/><item><title>PM Yordania Isyaratkan Dukung Pembentukan Negara Israel-Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina-UFxubvNgdr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Yordania, Omar Al-Razzaz. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/18/2250146/pm-yordania-isyaratkan-dukung-pembentukan-negara-israel-palestina-UFxubvNgdr.jpg</image><title>Perdana Menteri Yordania, Omar Al-Razzaz. (Foto: Reuters)</title></images><description>AMMAN &amp;ndash; Perdana Yordania menyiratkan dukungan untuk menjadikan Israel dan Palestina sebagai satu negara dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris yang dipublikasikan pada Selasa (21/7/2020).
Omar Al-Razzaz mengatakan bahwa Yordania memandang positif pembentukan sebuah negara berkewarganegaraan ganda yang menjamin kesetaraan hak warga Israel dan warga Palestina jika rencana aneksasi Israel atas sebagian Tepi Barat menutup kemungkinan terwujudnya solusi dua negara.
BACA JUGA: Hamas: Aneksasi Tepi Barat Adalah Pernyataan Perang yang Akan Disesali Israel
Masyarakat internasional dan para pemimpin Palestina tetap berkomitmen mewujudkan solusi dua negara sebagai penyelesaian konflik yang telah berlangsung puluhan tahun itu. Israel menolak gagasan negara berkewarganegaraan ganda, karena khawatir warga Palestina bila kelak menjadi mayoritas akan membahayakan eksistensinya sebagai negara Yahudi yang demokratis.
Meski demikian Israel juga sepertinya tak menginginkan solusi dua negara. Ini terbukti dengan janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi sepertiga wilayah Tepi Barat sejalan dengan rencana Timur Tengah Presiden AS Donald Trump yang memustahilkan pembentukan negara Palestina yang layak. Para pengecam mengatakan, langkah ini akan memaksa Israel untuk memilih apakah akan menjadi negara apartheid atau negara yang memberlakukan semua warganya secara setara.
BACA JUGA: Media Israel: Arab Saudi, Yordania, dan Mesir Setujui Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina
&amp;ldquo;Anda menutup kemungkinan terwujudnya solusi dua negara. Saya akan melihatnya secara positif bila Anda kemudian membuka kemungkinan terwujudnya solusi satu negara yang demokratis ,&amp;rdquo; kata Razzaz dalam wawancara yang dilansir VOA.
&amp;ldquo;Namun tak ada seorang pun di Israel yang membicarakan itu. Mereka sepertinya lebih suka membicarakan apartheid.&amp;rdquo;
Yordania adalah sekutu Barat dan satu dari dua negara Arab yang berdamai dengan Israel. Seperti halnya banyak negara Arab dan Barat, Yordania mendukung tuntutan Palestina untuk membangun sebuah negara di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur &amp;ndash; wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.
</description><content:encoded>AMMAN &amp;ndash; Perdana Yordania menyiratkan dukungan untuk menjadikan Israel dan Palestina sebagai satu negara dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris yang dipublikasikan pada Selasa (21/7/2020).
Omar Al-Razzaz mengatakan bahwa Yordania memandang positif pembentukan sebuah negara berkewarganegaraan ganda yang menjamin kesetaraan hak warga Israel dan warga Palestina jika rencana aneksasi Israel atas sebagian Tepi Barat menutup kemungkinan terwujudnya solusi dua negara.
BACA JUGA: Hamas: Aneksasi Tepi Barat Adalah Pernyataan Perang yang Akan Disesali Israel
Masyarakat internasional dan para pemimpin Palestina tetap berkomitmen mewujudkan solusi dua negara sebagai penyelesaian konflik yang telah berlangsung puluhan tahun itu. Israel menolak gagasan negara berkewarganegaraan ganda, karena khawatir warga Palestina bila kelak menjadi mayoritas akan membahayakan eksistensinya sebagai negara Yahudi yang demokratis.
Meski demikian Israel juga sepertinya tak menginginkan solusi dua negara. Ini terbukti dengan janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi sepertiga wilayah Tepi Barat sejalan dengan rencana Timur Tengah Presiden AS Donald Trump yang memustahilkan pembentukan negara Palestina yang layak. Para pengecam mengatakan, langkah ini akan memaksa Israel untuk memilih apakah akan menjadi negara apartheid atau negara yang memberlakukan semua warganya secara setara.
BACA JUGA: Media Israel: Arab Saudi, Yordania, dan Mesir Setujui Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina
&amp;ldquo;Anda menutup kemungkinan terwujudnya solusi dua negara. Saya akan melihatnya secara positif bila Anda kemudian membuka kemungkinan terwujudnya solusi satu negara yang demokratis ,&amp;rdquo; kata Razzaz dalam wawancara yang dilansir VOA.
&amp;ldquo;Namun tak ada seorang pun di Israel yang membicarakan itu. Mereka sepertinya lebih suka membicarakan apartheid.&amp;rdquo;
Yordania adalah sekutu Barat dan satu dari dua negara Arab yang berdamai dengan Israel. Seperti halnya banyak negara Arab dan Barat, Yordania mendukung tuntutan Palestina untuk membangun sebuah negara di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur &amp;ndash; wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.
</content:encoded></item></channel></rss>
