<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Kucurkan Rp1,5 Triliun Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford/Astrazeneca</title><description>Pemerintah Inggris telah mengucurkan dana 84 juta poundsterling untuk membantu mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 Astrazeneca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca"/><item><title>Inggris Kucurkan Rp1,5 Triliun Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford/Astrazeneca</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca-sfW3Yb3kIF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/18/2250267/inggris-kucurkan-rp1-5-triliun-dukung-pengembangan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca-sfW3Yb3kIF.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Uji coba Tahap I dan II vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astrazeneca menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan 100 persen partisipan berhasil mengembangkan antibodi tanpa ada efek samping serius. Perkembangan baru ini disambut baik oleh Pemerintah Inggris yang berupaya menyediakan akses vaksin yang terjangkau dan adil untuk seluruh dunia.
Selanjutnya, vaksin yang dikenal dengan kode nama Chadox itu akan memasuki uji coba tahap III yang melibatkan anak-anak dan lebih banyak partisipan di banyak negara seperti yang sudah berjalan di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Afrika Selatan.
Pemerintah Inggris telah mengucurkan dukungan dana sebesar 84 juta poundsterling (sekira Rp1,5 triliun) untuk membantu mempercepat pengembangan vaksin tersebut.
BACA JUGA: Lebih dari 1 Juta Vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca Bisa Tersedia September
Astrazeneca berencana melakukan pengembangan lebih lanjut, produksi berskala besar dan mendistribusikannya. Perusahaan biofarmasi Inggris itu tetap berkomitmen untuk membuat vaksin tersebut agar dapat diakses secara luas dan merata, jika uji klinis tahap akhir terbukti berhasil.
Sejauh ini komitmen untuk memasok lebih dari 2 miliar dosis vaksin telah disepakati oleh Inggris, Amerika Serikat, Aliansi Vaksin Inklusif Eropa (Europe&amp;rsquo;s Inclusive Vaccines Alliance - IVA), Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (the Coalition for Epidemic Preparedness - CEPI), Gavi the Vaccine Alliance dan Serum Institute of India.
BACA JUGA: Sukses Uji Coba pada Hewan, Vaksin Virus Corona Akan Diproduksi Massal September
&amp;ldquo;Inggris beruntung memiliki peneliti-peneliti luar biasa yang bekerja sama dengan tim global yang sangat berpengalaman di AstraZeneca. Kemitraan ini bekerja dengan kecepatan luar biasa untuk menunjukkan hasil uji klinis dari vaksin chadox ini yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi publik dari infeksi COVID-19,&amp;rdquo; kata Ketua Gugus Tugas Vaksin Inggris Kate Bingham.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn yang juga bertindak sebagai kuasa usaha Kedutaan Inggris di Jakarta mengatakan bahwa Inggris dan Indonesia telah menekankan akan pentingnya vaksin yang terjangkau dan mudah diakses.


&amp;ldquo;Ketika buku-buku sejarah ditulis, berita yang menggembirakan minggu ini  datang dari Oxford, bersamaan dengan pengumuman dari mereka yang  mengerjakan vaksin di Indonesia, mungkin akan dianggap sebagai saat  ketika gelombang berbalik,&amp;rdquo; kata Fenn sebagaimana dilansir dalam  keterangan pers Kedutaan Inggris Jakarta.
&amp;ldquo;Terlepas dari apakah vaksin ini, atau vaksin yang lain, yang  akhirnya membuat perbedaan, Inggris dan Indonesia telah menekankan sejak  awal pentingnya vaksin yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua  orang. Inggris tetap menjadi donor terbesar bagi CEVI - dana global  untuk penelitian vaksin; dan untuk GAVI - dana global untuk membagikan  vaksin di seluruh dunia.&amp;rdquo;
Inggris telah mengamankan akses ke 3 jenis vaksin Covid-19 yang  sedang dikembangkan di Inggris dan belahan dunia lain. Ini akan  memberikan Inggris kesempatan terbesar untuk mendapatkan akses tercepat  ke sebuah vaksin yang aman dan efektif.
Selain kemitraan Universitas Oxford dengan AstraZeneca, pemerintah  Inggris juga telah bermitra dengan BioNTech / Pfizer dan Valneva.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Uji coba Tahap I dan II vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astrazeneca menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan 100 persen partisipan berhasil mengembangkan antibodi tanpa ada efek samping serius. Perkembangan baru ini disambut baik oleh Pemerintah Inggris yang berupaya menyediakan akses vaksin yang terjangkau dan adil untuk seluruh dunia.
Selanjutnya, vaksin yang dikenal dengan kode nama Chadox itu akan memasuki uji coba tahap III yang melibatkan anak-anak dan lebih banyak partisipan di banyak negara seperti yang sudah berjalan di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Afrika Selatan.
Pemerintah Inggris telah mengucurkan dukungan dana sebesar 84 juta poundsterling (sekira Rp1,5 triliun) untuk membantu mempercepat pengembangan vaksin tersebut.
BACA JUGA: Lebih dari 1 Juta Vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca Bisa Tersedia September
Astrazeneca berencana melakukan pengembangan lebih lanjut, produksi berskala besar dan mendistribusikannya. Perusahaan biofarmasi Inggris itu tetap berkomitmen untuk membuat vaksin tersebut agar dapat diakses secara luas dan merata, jika uji klinis tahap akhir terbukti berhasil.
Sejauh ini komitmen untuk memasok lebih dari 2 miliar dosis vaksin telah disepakati oleh Inggris, Amerika Serikat, Aliansi Vaksin Inklusif Eropa (Europe&amp;rsquo;s Inclusive Vaccines Alliance - IVA), Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (the Coalition for Epidemic Preparedness - CEPI), Gavi the Vaccine Alliance dan Serum Institute of India.
BACA JUGA: Sukses Uji Coba pada Hewan, Vaksin Virus Corona Akan Diproduksi Massal September
&amp;ldquo;Inggris beruntung memiliki peneliti-peneliti luar biasa yang bekerja sama dengan tim global yang sangat berpengalaman di AstraZeneca. Kemitraan ini bekerja dengan kecepatan luar biasa untuk menunjukkan hasil uji klinis dari vaksin chadox ini yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi publik dari infeksi COVID-19,&amp;rdquo; kata Ketua Gugus Tugas Vaksin Inggris Kate Bingham.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn yang juga bertindak sebagai kuasa usaha Kedutaan Inggris di Jakarta mengatakan bahwa Inggris dan Indonesia telah menekankan akan pentingnya vaksin yang terjangkau dan mudah diakses.


&amp;ldquo;Ketika buku-buku sejarah ditulis, berita yang menggembirakan minggu ini  datang dari Oxford, bersamaan dengan pengumuman dari mereka yang  mengerjakan vaksin di Indonesia, mungkin akan dianggap sebagai saat  ketika gelombang berbalik,&amp;rdquo; kata Fenn sebagaimana dilansir dalam  keterangan pers Kedutaan Inggris Jakarta.
&amp;ldquo;Terlepas dari apakah vaksin ini, atau vaksin yang lain, yang  akhirnya membuat perbedaan, Inggris dan Indonesia telah menekankan sejak  awal pentingnya vaksin yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua  orang. Inggris tetap menjadi donor terbesar bagi CEVI - dana global  untuk penelitian vaksin; dan untuk GAVI - dana global untuk membagikan  vaksin di seluruh dunia.&amp;rdquo;
Inggris telah mengamankan akses ke 3 jenis vaksin Covid-19 yang  sedang dikembangkan di Inggris dan belahan dunia lain. Ini akan  memberikan Inggris kesempatan terbesar untuk mendapatkan akses tercepat  ke sebuah vaksin yang aman dan efektif.
Selain kemitraan Universitas Oxford dengan AstraZeneca, pemerintah  Inggris juga telah bermitra dengan BioNTech / Pfizer dan Valneva.</content:encoded></item></channel></rss>
