<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas PA Larang Sekolah Lakukan Tatap Muka di Tengah Pandemi</title><description>Tak ada sekolah tatap muka karena kita belum dapat kepastian vaksin anticorona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi"/><item><title>Komnas PA Larang Sekolah Lakukan Tatap Muka di Tengah Pandemi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi-MOfxG5mRov.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arist Merdeka Sirait (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/337/2250361/komnas-pa-larang-sekolah-lakukan-tatap-muka-di-tengah-pandemi-MOfxG5mRov.jpg</image><title>Arist Merdeka Sirait (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. Jika itu dilakukan, maka sama saja mengorbankan anak.

Demikian catatan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 di tengah pandemi corona. &amp;ldquo;Tak ada sekolah tatap muka karena kita belum dapat kepastian vaksin anticorona,&amp;rdquo; ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (22/7/2020).

Arist juga menyoroti belum patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Baru sekitar 40 persen yang menjalankan ini, termasuk di antaranya orang tua hingga anak.

Berangkat dari kenyataan itulah, ia melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. &amp;ldquo;Jadi jika sekolah tatap muka dipaksakan maka kita akan korbankan anak mati sia-sia karena kelalaian orang dewasa,&amp;rdquo; tegas Arist.

Konsekuensi belajar dari rumah juga menyebabkan pembengkakan pengeluaran ekonomi, salah satunya untuk membeli kuota internet. Padahal di sisi lain banyak orang tua yang terpukul ekonomiya gegara virus corona.

Baca Juga :&amp;nbsp;Achmad Yurianto Sarankan KPU Pakai Tusuk Sate &amp;amp; Pertahankan Tinta Celup
Baca Juga :&amp;nbsp;5 Isu Klasik yang Muncul saat Pembahasan Revisi UU Pemilu

Oleh sebab itu, Arist mengusulkan pemerintah memberi stimulus bagi keluarga untuk menggratiskan biaya internet, khususnya untuk sarana pembelajaran anak selama di rumah.

&amp;ldquo;Ada stimulasi biaya  internet dari pemerintah karena sekolah daring,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. Jika itu dilakukan, maka sama saja mengorbankan anak.

Demikian catatan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 di tengah pandemi corona. &amp;ldquo;Tak ada sekolah tatap muka karena kita belum dapat kepastian vaksin anticorona,&amp;rdquo; ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (22/7/2020).

Arist juga menyoroti belum patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Baru sekitar 40 persen yang menjalankan ini, termasuk di antaranya orang tua hingga anak.

Berangkat dari kenyataan itulah, ia melarang keras sekolah tatap muka di masa pandemi corona. &amp;ldquo;Jadi jika sekolah tatap muka dipaksakan maka kita akan korbankan anak mati sia-sia karena kelalaian orang dewasa,&amp;rdquo; tegas Arist.

Konsekuensi belajar dari rumah juga menyebabkan pembengkakan pengeluaran ekonomi, salah satunya untuk membeli kuota internet. Padahal di sisi lain banyak orang tua yang terpukul ekonomiya gegara virus corona.

Baca Juga :&amp;nbsp;Achmad Yurianto Sarankan KPU Pakai Tusuk Sate &amp;amp; Pertahankan Tinta Celup
Baca Juga :&amp;nbsp;5 Isu Klasik yang Muncul saat Pembahasan Revisi UU Pemilu

Oleh sebab itu, Arist mengusulkan pemerintah memberi stimulus bagi keluarga untuk menggratiskan biaya internet, khususnya untuk sarana pembelajaran anak selama di rumah.

&amp;ldquo;Ada stimulasi biaya  internet dari pemerintah karena sekolah daring,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
