<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawaslu Nilai Simulasi Pencoblosan Pilkada 2020 Belum Ramah untuk Penyandang Disabilitas</title><description>Anggota Bawaslu RI menilai simulasi pencoblosan belum memberikan akses kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas"/><item><title>Bawaslu Nilai Simulasi Pencoblosan Pilkada 2020 Belum Ramah untuk Penyandang Disabilitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas-8R2NhB0qXX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simulasi pencoblosan Pilkada 2020. (Foto : iNews/Felldy Utama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/337/2250539/bawaslu-nilai-simulasi-pencoblosan-pilkada-2020-belum-ramah-untuk-penyandang-disabilitas-8R2NhB0qXX.jpg</image><title>Simulasi pencoblosan Pilkada 2020. (Foto : iNews/Felldy Utama)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan catatan dalam kegiatan simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di halaman kantornya, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi tadi. Dari hasil catatannya, simulasi tadi masih dinilai belum memberikan akses kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Anggota Bawaslu RI, Muhammad Afiffudin, mencontohkan kasus dari yang menjadi catatannya. Simulasi tersebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan sarung tangan plastik kepada masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya di balik bilik TPS.

Sayangnya, kata dia, sarung tangan tersebut ternyata masih belum memberikan kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Menurutnya, sarung tangan tersebut justru terlihat merumitkan mereka dalam melajukan kursi rodanya sendiri.

&quot;Kalau dia menggenjot sendiri, itu juga jadi repot, (juga bisa) rusak sarung tangannya. Sarung tangannya kalau dipakai braile enggak bisa membaca. Ini kendala baru dalam proses Pilkada di saat wabah ini,&quot; kata Afif usai melihat secara langsung kegiatan simulasi tersebut.



Selain itu, ia menyebutkan, ada hal lain juga yang terlihat dalam  simulasi ini justru membebani mereka penyandang disabilitas. Menurutnya,  penempatan bilik suara terlalu sempit bagi mereka yang menggunakan  kursi roda sehingga hal itu membuat pergerakan kursi roda menjadi  terbatas.
Tak hanya itu, ia melihat kotak suara yang menampung surat suara  setelah dicoblos, terlalu tinggi posisinya. Sehingga, letak kotak suara  ini justru membuat mereka yang menggunakan kursi roda tidak akan bisa  menjangkau.
&quot;Biasanya dulu kotak suara ditaruh di kursi yang agak pendek. Menurut  saya, ini hal yang bisa dipikirkan ulang atau dicatat,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Pilkada 2020, Pemilih Bersuhu Tubuh Lebih dari 37,3 Derajat Nyoblos di Bilik Khusus

Afif memastikan, semua hal yang menjadi catatan Bawaslu dalam  kegiatan simulasi ini sudah disampaikan langsung kepada KPU. &quot;Karena ini  sifatnya simulasi, kami sudah memberikan masukan ke ketua KPU tadi,&quot;  tuturnya.

Baca Juga : Protokol Kesehatan di Pilkada 2020, KPU Atur Pembagian Jam untuk Pemilih</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan catatan dalam kegiatan simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di halaman kantornya, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi tadi. Dari hasil catatannya, simulasi tadi masih dinilai belum memberikan akses kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Anggota Bawaslu RI, Muhammad Afiffudin, mencontohkan kasus dari yang menjadi catatannya. Simulasi tersebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan sarung tangan plastik kepada masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya di balik bilik TPS.

Sayangnya, kata dia, sarung tangan tersebut ternyata masih belum memberikan kemudahan bagi masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Menurutnya, sarung tangan tersebut justru terlihat merumitkan mereka dalam melajukan kursi rodanya sendiri.

&quot;Kalau dia menggenjot sendiri, itu juga jadi repot, (juga bisa) rusak sarung tangannya. Sarung tangannya kalau dipakai braile enggak bisa membaca. Ini kendala baru dalam proses Pilkada di saat wabah ini,&quot; kata Afif usai melihat secara langsung kegiatan simulasi tersebut.



Selain itu, ia menyebutkan, ada hal lain juga yang terlihat dalam  simulasi ini justru membebani mereka penyandang disabilitas. Menurutnya,  penempatan bilik suara terlalu sempit bagi mereka yang menggunakan  kursi roda sehingga hal itu membuat pergerakan kursi roda menjadi  terbatas.
Tak hanya itu, ia melihat kotak suara yang menampung surat suara  setelah dicoblos, terlalu tinggi posisinya. Sehingga, letak kotak suara  ini justru membuat mereka yang menggunakan kursi roda tidak akan bisa  menjangkau.
&quot;Biasanya dulu kotak suara ditaruh di kursi yang agak pendek. Menurut  saya, ini hal yang bisa dipikirkan ulang atau dicatat,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Pilkada 2020, Pemilih Bersuhu Tubuh Lebih dari 37,3 Derajat Nyoblos di Bilik Khusus

Afif memastikan, semua hal yang menjadi catatan Bawaslu dalam  kegiatan simulasi ini sudah disampaikan langsung kepada KPU. &quot;Karena ini  sifatnya simulasi, kami sudah memberikan masukan ke ketua KPU tadi,&quot;  tuturnya.

Baca Juga : Protokol Kesehatan di Pilkada 2020, KPU Atur Pembagian Jam untuk Pemilih</content:encoded></item></channel></rss>
